Monday, June 25, 2012

Dijadikan Dengan Ajaib - Mazmur 139:1-16

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib. —Mazmur 139:14

Waktu saya masih kecil, seorang kerabat hendak mendorong saya untuk menjadi anak yang lebih baik dengan kerap bertanya, “Mengapa kamu bisa bodoh begini?” Saya tidak menyadari betapa besarnya hal ini mempengaruhi saya sampai sewaktu remaja, seseorang di belakang saya berseru, “Hai bodoh!” Saya langsung berbalik karena mengira ia sedang memanggil saya.
Mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat menolong saya menyadari bahwa karena Allah menciptakan saya dalam gambar-Nya (Kej. 1:27), saya tidaklah bodoh melainkan diciptakan dengan “dahsyat dan ajaib” (Mzm. 139:14). Allah berkata bahwa segala yang dijadikan-Nya itu “sungguh amat baik” (Kej 1:31), dan Mazmur mengingatkan bahwa kita “dengan cermat dirangkaikan” (Mzm. 139:15 BIS).
Daud sang pemazmur menggambarkan betapa baiknya Allah mengenal masing-masing dari kita: “Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi” (ay.1-3).
Kita tidak hanya dijadikan dengan ajaib, tetapi oleh kematian Kristus di kayu salib, kita juga dapat dipulihkan dengan ajaib kepada hubungan yang benar dengan Allah. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru . . . . Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya” (2 Kor. 5:17-18). —AL
Serupa gambar-Nya, Allah ciptakan manusia,
Dia membentuk tubuhnya dari debu tanah;
Namun lebih dari itu, mereka yang dalam Kristus
Dilahirkan kembali dan diberi-Nya hidup kekal. —Hess
Setiap pribadi adalah hasil karya yang unik dari rancangan Allah yang penuh kasih.

Saturday, June 16, 2012

Cara Hidup Yang “Mudah”, 1 Tesalonika 3

Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu. (Tesalonika 3:3) Apakah banyak orangtua berusaha terlalu keras utuk membahagiakan anak-anaknya? Apakah sikap itu justru membawa hasil yang tak membahagiakan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mula-mula diajukan kepada Lori Gottlieb, penulis suatu artikel yang membahas tentang hidup kaum dewasa muda yang tak bahagia. Kesimpulannya: Ya. Para orangtua yang tidak membiarkan anak-anaknya mengalami kegagalan atau kesedihan telah memberi anak-anak itu pandangan yang keliru tentang dunia dan tidak mempersiapkan mereka untuk menghadapi kerasnya kenyataan hidup sebagai orang dewasa. Akibatnya, mereka kini merasa hampa dan gelisah. Sejumlah orang Kristen mengharapkan Tuhan menjadi seperti orangtua yang akan menghindarkan mereka dari segala kesedihan dan kekecewaan. Akan tetapi, Tuhan bukanlah Bapa yang seperti itu. Dengan penuh kasih, Dia mengizinkan anak-anak-Nya mengalami penderitaan (Yes. 43:2; 1 Tes. 3:3). Ketika perjalanan kita didasari pada keyakinan yang keliru bahwa hidup yang mudah akan membawa kebahagiaan, kita akan jatuh kelelahan dalam usaha menghidupi keyakinan kita yang keliru itu. Namun ketika menghadapi kenyataan bahwa hidup memang sulit, kita dapat mencurahkan hidup kita untuk membangun suatu hidup yang baik dan saleh. Hidup yang demikian menguatkan kita pada masa-masa ketika kesulitan melanda hidup. Allah menghendaki supaya kita kudus, bukan hanya bahagia (1 Tes. 3:13). Dan ketika kita kudus, kemungkinan besar kita akan sungguh merasa bahagia dan puas. —JAL Haruskah aku terangkat ke langit Didukung oleh beragam kemudahan, Sementara yang lain berjuang demi upah, Dan berlayar melalui lautan darah? —Watts Seseorang yang puas telah belajar untuk menerima pengalaman yang pahit dengan yang manis. 灵命日粮:安逸生活 免得有人被诸般患难摇动,因为你们自己知道,我们受患难原是命定 的。-帖撒罗尼迦前书3章3节 读经: 帖撒罗尼迦前书3章 父母们为了让孩子快乐,是不是有些努力过头了呢?其结果是否会适得其反?在一次访谈中,作者萝莉(Lori Gottlieb)被问及这些问题,因她曾写了一篇关于苦闷青少年的文章。她总结道:是的。父母过度的保护,不让孩子经历失败和忧伤,其实会让孩子们对世 界有错误的认知,也没有让他们预备好面对严酷现实的人生。这些孩子日后会感到空虚和焦虑。 有一些基督徒也期望上帝就像这些父母一样,保护他们免于一切哀伤和失望。但上帝并不是这样的天父,祂慈爱地允许祂的孩子们经历困境(以赛亚书43章2节;帖撒罗尼迦前书3章3节)。 如果我们有一个错误的信念,认为安逸的生活可以使我们拥有真正的幸福,那我们就会因努力实践这个错谬信念,而身心交瘁。反之,当我们愿意面对生命是充满磨难的现实,就会把生命投资在追求良善和敬虔的生活。当坎坷来临时,这样的生活态度能让我们坚强地面对困境。 上帝的心意是要我们成为圣洁,而不只是幸福(帖撒罗尼迦前书3章13节)。当我们成为圣洁时,就可以拥有真正的幸福和满足。JAL 他人流血立功战场, 赢得我主奖赏, 难道我能独享安逸, 空手进入天堂?Watts 因知苦乐常相伴,才会真有满足感。

Sunday, June 10, 2012

Muatan Yang Rapuh : Kolose 3:12-17

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. —Efesus 4:32

Sewaktu Dolores berkendara di suatu jalan pedesaan, ia memperhatikan bahwa ada mobil membuntutinya dalam jarak yang lumayan dekat. Dolores dapat merasakan kekesalan pengemudi mobil itu ketika ia mengendarai mobilnya dengan hati-hati dan perlahan saat melewati sejumlah tikungan.

Tentu saja, pengemudi mobil itu tidak mungkin tahu bahwa mobil Dolores sedang mengangkut 50 kg kentang tumbuk, dua wadah penuh berisi kaldu, dan banyak bahan makanan lainnya untuk makan malam bagi 200 orang di suatu gereja. Karena Dolores dapat merasakan keputusasaan pengemudi itu, ia berpikir, Kalau saja orang itu tahu betapa rapuhnya muatan yang saya bawa, ia pasti akan mengerti mengapa saya mengemudi begitu lamban.

Segera setelah itu, timbul pikiran lain dalam benaknya: Seberapa sering saya bersikap tidak sabar terhadap orang lain ketika saya tidak mengerti betapa rapuhnya beban hidup yang mereka bawa?

Bukankah kita terlampau mudah menghakimi seseorang, dengan menganggap bahwa kita sudah tahu segala sesuatu yang terjadi? Firman Tuhan mengarahkan kita kepada suatu sikap yang lebih penuh kasih, yaitu dengan memerintahkan kita untuk memperlakukan satu sama lain dengan kemurahan, kerendahan hati dan kesabaran (Kol. 3:12). Kita akan lebih memancarkan kasih ketika kita sabar dan memaafkan seorang terhadap yang lain (ay.13).

Mari kita perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan (Luk. 6:31), seraya mengingat bahwa kita tidak selalu tahu beban yang mungkin sedang mereka tanggung. —CHK

Kebaikan hati adalah panduan penuh kasih
Yang menunjukkan cara kita harus hidup,
Suatu harta yang semakin banyak kita punya
Semakin banyak harus kita berikan. —NN

Jika Anda mulai hilang kesabaran terhadap orang lain, pikirkanlah betapa
Allah begitu sabar terhadap Anda.

Monday, June 4, 2012

Bertahan Atau Jalan Terus? Keluaran 14:5-22

Berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu.” —Keluaran 14:13 Bangsa Israel terjebak. Ketika baru saja meninggalkan perbudakan dan Mesir, mereka menyaksikan suatu pemandangan yang menakutkan. Ada awan debu bergerak ke arah mereka, dan dibalik awan itu ada banyak tentara Mesir. “Penyakit” keras hati Firaun kumat lagi (Kel. 14:8). Alhasil, Firaun mengirim kereta-kereta tempurnya untuk mengejar Musa dan bangsa Israel. Ketika pasukan Mesir hampir menyusul bangsa Israel, rasanya sudah tidak ada harapan lagi. Bangsa Israel terjebak di antara pasukan itu dan laut yang besar. Dalam keadaan panik, mereka berseru kepada Musa dan Allah. Baik Musa dan Allah menanggapi seruan ini dengan perintah. Musa berkata: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu” (Kel. 14:13). Dan Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.” (ay.15). Meski sekilas kedua perintah ini tampak bertentangan tetapi keduanya berasal dari Allah dan benar adanya. Pertama, bangsa Israel harus “berdiri tetap” atau “bertahan” sampai menerima perintah dari Allah. Apa jadinya jika mereka bergegas menuju ke Laut Merah tanpa bertanya terlebih dulu kepada Allah? Namun dengan berdiri tetap, mereka mendengar perintah Allah, tentang apa yang harus mereka lakukan—melanjutkan perjalanan dan apa yang harus Musa lakukan, yaitu mengulurkan tangan ke atas laut dalam ketaatan dan Allah akan membelah airnya. Apakah situasi yang ada telah membuat Anda terjebak? Berdirilah tetap. Sediakan waktu untuk bertanya kepada Allah dan mendengarkan firman-Nya. Kemudian, dengan menggunakan petunjuk-Nya, berjalanlah maju dan izinkan Allah menuntun Anda. —JDB Segelap apa pun jalan yang dilalui, Setebal apa pun awan hari demi hari, Allah akan arahkan segala yang kita lakukan Jika kita ambil waktu untuk berdoa. —Mead Jika Anda sedang mencari tuntunan, jadikan Kristus sebagai penuntun Anda. 灵命日粮:站住或前进? 摩西对百姓说:「不要惧怕,只管站住!看耶和华今天向你们所要施行的救恩。」-出埃及记14章13节 读经: 出埃及记14章5-22节 以色列陷入困境了。就在他们刚逃脱奴役、出了埃及,令人忧愁的情况就发生了。他们见到尘土飞扬,原来是法老王的军队正朝着他们疾驰而来。法老变卦了,法老的心又再度刚硬(出埃及记14章8节)。于是,他就派兵追赶摩西和以色列民。 当法老王的军队快追上以色列人时,以色列人都惊慌失措。他们后有追兵,前有红海,被逼得走投无路了。在绝望之际,他们向摩西和上帝呼求。 上帝和摩西都回答了他们,给了以色列人明确的指示,摩西对他们说:「不要惧怕,只管站住!看耶和华今天向你们所要施行的救恩」(出埃及记14章13节)。 上帝接着说:「往前走」(15节)。这两个指示看似互相矛盾,但却是对的,都出自于上帝。首先,以色列人必须冷静下来,来聆听上帝的指示。要是他们没有寻 求上帝的指示就冲向红海,那会怎么样呢?但是,在静止站立中,他们听见了上帝的指示。这是两个指示:上帝指示他们往前走,也指示摩西举手向海伸杖。接着, 上帝分开了红海。 你正处于困境之中吗?要静止不动,花时间寻求、聆听上帝的话语。信靠祂的指示往前走,让上帝来带领你吧! JDB 不管日子多黑暗, 多少乌云正密布;
There was an error in this gadget