Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala. —Kisah Para Rasul 17:16
Perpustakaan Chester Beatty di Dublin, Irlandia, memiliki koleksi ekstensif dari fragmen-fragmen Alkitab kuno, dengan fragmen yang paling tua berasal dari abad ke-2 Masehi. Salah satu fragmen kuno yang dipamerkan adalah bagian dari Kisah Para Rasul 17:16.
Meskipun demikian, pesan yang ditampilkan fragmen kuno tersebut masih sama relevannya dengan berita di surat kabar masa kini. Pesan itu berbunyi, “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Paulus menjadi marah karena maraknya berhala di Atena kuno, dan saya yakin ia pun akan marah juga kepada kita dewasa ini.
Sejumlah berhala yang kita lihat di masa kini berbeda dengan berhala di zaman Paulus.
Berhala-berhala zaman modern ini hadir di mana-mana, baik dalam bentuk kekayaan, ketenaran, kekuasaan, olahragawan, artis, atau politisi. Seperti biasa, musuh rohani kita, si Iblis, berusaha merayu kita untuk menjauh dari Juruselamat kita dan kepada kesesatan dengan menyembah berhala. Orang-orang Kristen tidaklah kebal, oleh karena itu kita harus menjaga hati kita supaya kita tidak merasa paling benar sehingga cepat marah terhadap orang-orang tidak percaya yang sepertinya menyembah apa saja kecuali Allah.
Kita juga harus dimotivasi oleh kasih Kristus untuk menjangkau orang-orang yang tidak mengenal Dia. Kemudian, seperti orang-orang percaya di Tesalonika, mereka mungkin akan “berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan benar” (1 Tes. 1:9). —WEC
Terhadap berhala yang begitu kupegang,
Apa pun bentuknya itu,
Tolong aku ‘tuk menyingkirkannya dari takhta-Mu
Dan kuhanya menyembah-Mu. —Cowper
BERHALA ADALAH SEGALA HAL YANG MENGGANTIKAN TEMPAT DI MANA ALLAH SEHARUSNYA BERTAHTA
第 一 堂 主 日 崇 拜 会 秩 序
保罗在雅典等候他们的时候,看见满城都是偶像,就心里着急。」
(使徒行传17章16节)
在爱尔兰都柏林的切斯特比特图书馆,藏有许多第二世纪时的古代圣经残卷,其中所展示的一段残片就是使徒行传17章16节。
古卷中所展示的信息与现代无异,彷佛是在读今天的报纸一样。这古卷这么写道:「保罗在雅典等候他们的时候,看见满城都是偶像,就心里着急。」保罗因为古代雅典城遭受偶像的玷污而气愤,我相信如果保罗今天与我们在一起,他一定也会很难过。
现在世界上的偶像,有些已经和保罗时代的偶像大不相同,诸如财富、名声、权力、运动员、艺人或是政治人物……,各式各样的现代偶像。我们的属灵敌人──撒但,一如往常地试图将我们从救主那里掳走,使我们崇拜偶像。基督徒并非免疫,因此我们更应保守自己的心怀意念,千万不要自以为义,批评那些崇拜世界的事物 却不信上帝的人。
同时,我们也要以基督的爱,去关怀那些不认识祂的人。那么,他们也会就像帖撒罗尼迦的信徒一样,「离弃偶像,归向上帝,要服事那又真又活的上帝。」(帖撒罗尼迦前书1章9节)WEC
Saturday, January 22, 2011
Saturday, January 15, 2011
MENGEMUDI DALAM GELAP Mazmur 119:105 -112
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. —Mazmur 119:105
Saya selalu berpikir bahwa saya akan dapat melalui segala sesuatu bila saja Tuhan memberitahu saya bagaimana hasil akhirnya. Saya percaya bahwa “segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan” pada akhirnya (Rm. 8:28), tetapi saya akan melakukan dengan lebih baik di masa-masa kegelapan, jika saya tahu pasti seperti apa “kebaikan” yang akan saya terima.
Namun, Allah biasanya tidak menunjukkan ke mana Dia sedang membawa kita. Allah hanya meminta kita untuk percaya kepada-Nya. Ini sama seperti mengemudikan mobil di malam hari. Lampu sorot mobilnya tidak pernah bersinar sejauh tujuan kita. Lampu itu hanya menerangi jarak sekitar 50 m di depan kita. Akan tetapi, hal itu tidak menghalangi kita untuk terus maju. Kita mempercayai lampu sorot kita. Yang benar-benar diperlukan hanyalah cahaya yang cukup terang untuk membuat kita terus maju.
Firman Allah itu seperti lampu sorot pada masa-masa kegelapan. Isinya janji-janji yang kita butuhkan untuk menjaga supaya kita tidak terperosok dalam lubang kepahitan dan keputusasaan. Firman-Nya menjanjikan bahwa Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibr. 13:5). Firman-Nya meyakinkan kita bahwa Dia mengetahui semua rancangan-Nya bagi kita, rancangan pemulihan dan bukan kecelakaan, untuk memberi kita “hari depan yang penuh harapan” (Yer. 29:11). Dia memberitahu kita bahwa pencobaan yang kita alami adalah demi kebaikan kita, bukan kepahitan (Yak. 1:2-4).
Jadi, ketika Anda merasa sedang mengemudi dalam gelap, ingatlah untuk mempercayai lampu sorot Anda—firman Allah akan menerangi jalan Anda. —JMS
Firman Allah memberikan terang
Yang kita perlukan untuk melihat jalan;
Menunjukkan apa yang kita perlu tahu
Supaya kita tak tersesat. —Sper
夜間駕車
讀經: 詩篇119篇105-112節
「你的話是我腳前的燈,是我路上的光。」(詩篇119篇105節)
我總是想著,若上帝能告訴我最後的結果是怎樣,任何困難我也不會怕。我相信最終「萬事都互相效力,叫愛上帝的人得益處」(羅馬書8章28節),但若我事先知道那益處究竟為何,我必能在困境中表現得更好。
然而,上帝要帶領我們去哪裡,祂通常不會讓我們看見,祂只要我們信靠祂。這就如同在夜間開車,我們車前的大燈可不會直接照到目的地,而是只照出眼前50公尺的距離。但這並不會嚇阻我們向前,因我們相信車燈。我們真正所需的就只是足夠的亮光,讓我們能持續往前。
上帝的話語就像黑暗中的車頭燈。那裡有許多給我們的應許,這些應許使我們不會將生命之車開進苦毒和絕望的深溝。聖經應許:祂總不撇下也不丟棄我們(希伯來書13章5節)。聖經對我們保證:祂知道祂向我們所懷的意念是賜平安的意念,不是降災禍的意念,要叫我們「末後有指望」(耶利米書29章11節)。且上帝告訴我們試煉是要讓我們更加完美,而不是變 得苦毒(雅各書1章2-4節)。
因此下次你若感覺如同在夜間駕車時,記得要信靠你車前的大燈上帝的話語將照亮你的道路。JS
Saya selalu berpikir bahwa saya akan dapat melalui segala sesuatu bila saja Tuhan memberitahu saya bagaimana hasil akhirnya. Saya percaya bahwa “segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan” pada akhirnya (Rm. 8:28), tetapi saya akan melakukan dengan lebih baik di masa-masa kegelapan, jika saya tahu pasti seperti apa “kebaikan” yang akan saya terima.
Namun, Allah biasanya tidak menunjukkan ke mana Dia sedang membawa kita. Allah hanya meminta kita untuk percaya kepada-Nya. Ini sama seperti mengemudikan mobil di malam hari. Lampu sorot mobilnya tidak pernah bersinar sejauh tujuan kita. Lampu itu hanya menerangi jarak sekitar 50 m di depan kita. Akan tetapi, hal itu tidak menghalangi kita untuk terus maju. Kita mempercayai lampu sorot kita. Yang benar-benar diperlukan hanyalah cahaya yang cukup terang untuk membuat kita terus maju.
Firman Allah itu seperti lampu sorot pada masa-masa kegelapan. Isinya janji-janji yang kita butuhkan untuk menjaga supaya kita tidak terperosok dalam lubang kepahitan dan keputusasaan. Firman-Nya menjanjikan bahwa Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita (Ibr. 13:5). Firman-Nya meyakinkan kita bahwa Dia mengetahui semua rancangan-Nya bagi kita, rancangan pemulihan dan bukan kecelakaan, untuk memberi kita “hari depan yang penuh harapan” (Yer. 29:11). Dia memberitahu kita bahwa pencobaan yang kita alami adalah demi kebaikan kita, bukan kepahitan (Yak. 1:2-4).
Jadi, ketika Anda merasa sedang mengemudi dalam gelap, ingatlah untuk mempercayai lampu sorot Anda—firman Allah akan menerangi jalan Anda. —JMS
Firman Allah memberikan terang
Yang kita perlukan untuk melihat jalan;
Menunjukkan apa yang kita perlu tahu
Supaya kita tak tersesat. —Sper
夜間駕車
讀經: 詩篇119篇105-112節
「你的話是我腳前的燈,是我路上的光。」(詩篇119篇105節)
我總是想著,若上帝能告訴我最後的結果是怎樣,任何困難我也不會怕。我相信最終「萬事都互相效力,叫愛上帝的人得益處」(羅馬書8章28節),但若我事先知道那益處究竟為何,我必能在困境中表現得更好。
然而,上帝要帶領我們去哪裡,祂通常不會讓我們看見,祂只要我們信靠祂。這就如同在夜間開車,我們車前的大燈可不會直接照到目的地,而是只照出眼前50公尺的距離。但這並不會嚇阻我們向前,因我們相信車燈。我們真正所需的就只是足夠的亮光,讓我們能持續往前。
上帝的話語就像黑暗中的車頭燈。那裡有許多給我們的應許,這些應許使我們不會將生命之車開進苦毒和絕望的深溝。聖經應許:祂總不撇下也不丟棄我們(希伯來書13章5節)。聖經對我們保證:祂知道祂向我們所懷的意念是賜平安的意念,不是降災禍的意念,要叫我們「末後有指望」(耶利米書29章11節)。且上帝告訴我們試煉是要讓我們更加完美,而不是變 得苦毒(雅各書1章2-4節)。
因此下次你若感覺如同在夜間駕車時,記得要信靠你車前的大燈上帝的話語將照亮你的道路。JS
Sunday, January 9, 2011
1 Samuel 1:1-18
Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. —Mazmur 3:5
Salah satu hal yang melumpuhkan para karyawan baru dalam suatu pekerjaan adalah kritik dari para senior mereka. Para manajer perekrutan yang baik mengetahui cara melindungi karyawan-karyawan baru, yaitu dengan menyediakan mentor-mentor yang bersedia melindungi para karyawan baru dari ejekan-ejekan yang tidak perlu.
Hana adalah seorang mentor bagi kita dalam menghadapi kritik dan kerinduan hati yang mendalam (1 Sam. 1:1-18). Dikelilingi oleh suami yang tidak mengerti, madunya yang selalu mengejek, dan imam yang terlalu menghakimi, Hana menemukan jalan untuk menembus kabut kelam itu dengan percaya pada Allah (ay.10). Meskipun kita sekarang mengetahui bagaimana Allah menjawab doa dari hati Hana dengan memberinya anak, kita tidak mengetahui secara pasti apakah berkat dari Imam Eli merupakan suatu harapan atau janji dari Allah (ay.17). Saya berpikir bahwa wajah Hana yang tidak lagi bersedih muncul terutama karena ia mendapatkan kedamaian dari kepercayaannya kepada Allah.
Kita diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Allah; dan ketika jalinan hubungan ini menjadi semakin intim, ini tidak hanya menyatukan kita dengan kehadiran-Nya, tetapi juga dengan kuasa-Nya. Doa yang mengungkapkan betapa kita terluka dan penuh emosi adalah doa yang pasti diterima Allah karena setiap doa ini menunjukkan kepercayaan kita kepada-Nya. Seringkali kita akan menemukan cara pandang yang benar, dan hampir pasti merasa terhibur, ketika mengetahui bahwa kita telah mempercayakan hal-hal yang membawa masalah—baik itu kritik atau kerinduan hati yang mendalam—kepada satu Pribadi yang paling mampu mengatasi hal-hal tersebut. —RKK
Sahabat terbaik yang pernah kumiliki
Adalah Pribadi yang tak bisa kulihat,
Namun, Pribadi yang kepada-Nya kupercaya ini,
Mengasihi dan memberkatiku. —Shuler
Doa dari dalam hati, tanpa kata-kata, lebih baik daripada doa dengan banyak kata tetapi tidak dari hati.
得勝的信心 讀經: 撒 母耳記上1章1-18節
我 用 我 的 聲 音 求 告 耶 和 華 ,他 就 從 他
的 聖 山 上 應 允 我。」(詩 篇 3 篇 4 節)
很 少 有 事 情 能 像 資 深 員 工 的 批 評 一 般 , 使 新 同 事 表 現 不 佳 。 好 的 人 事 主 管 知 道 這 一 點 , 會 在 新 員 工 周 遭 安 插 良 師 益 友 , 保 護 他 們 不 會 受 到 無 謂 的 刺 傷 。
哈 拿 是 一 位 良 師 益 友, 為 我 們 示 範 如 何 處 理 別 人 的 批 評, 以 及 自 己 內 心 的 渴 望( 撒 母 耳 記 上 1章 1–18 節 )。 圍 繞 在 哈 拿 身 邊 的 是 不 理 解 她 的 丈 夫 ,奚 落 她 的 同 輩 ,太 快 下 定 論 的 祭 司。哈 拿 藉 由 對 上 帝 傾 心 吐 意,度 過 迷 霧 籠 罩 的 幽 暗 (10節 ),現 在 我 們 雖 已 知 道 上 帝 賜 哈 拿 一 子,以 回 應 她 心 中 的 禱 告,卻 仍 不 確 定 以 利 的 祝 福 是 個 心 願 ,還 是 從 上 帝 而 來 的 應 許( 17節 ),但 我 想 最 重 要 的 是 她 不 再 憂 愁 滿 面 ,因 為 她 對 上 帝 傾 心 吐 意 ,內 心 就 得 到 平 安。
上 帝 創 造 我 們 , 讓 我 們 和 祂 建 立 起 關 係。當 我 們 與 祂 的 關 係 更 親 密 時,不 只 是 能 體 驗 祂 的 同 在,更 能 從 祂 那 裡 得 力 量。無 疑 的,上 帝 樂 意 聆 聽 我 們 向 祂 傾 訴 內 心 的 傷 害 和 情 緒 困 擾,因 為 這 表 達 了 我 們 對 祂 的 信 任。當 我 們 把 自 己 的 困 擾 ─ ─ 不 論 是 別 人 的 批 評,或 是 內 心 深 處 的 渴
Salah satu hal yang melumpuhkan para karyawan baru dalam suatu pekerjaan adalah kritik dari para senior mereka. Para manajer perekrutan yang baik mengetahui cara melindungi karyawan-karyawan baru, yaitu dengan menyediakan mentor-mentor yang bersedia melindungi para karyawan baru dari ejekan-ejekan yang tidak perlu.
Hana adalah seorang mentor bagi kita dalam menghadapi kritik dan kerinduan hati yang mendalam (1 Sam. 1:1-18). Dikelilingi oleh suami yang tidak mengerti, madunya yang selalu mengejek, dan imam yang terlalu menghakimi, Hana menemukan jalan untuk menembus kabut kelam itu dengan percaya pada Allah (ay.10). Meskipun kita sekarang mengetahui bagaimana Allah menjawab doa dari hati Hana dengan memberinya anak, kita tidak mengetahui secara pasti apakah berkat dari Imam Eli merupakan suatu harapan atau janji dari Allah (ay.17). Saya berpikir bahwa wajah Hana yang tidak lagi bersedih muncul terutama karena ia mendapatkan kedamaian dari kepercayaannya kepada Allah.
Kita diciptakan untuk menjalin hubungan dengan Allah; dan ketika jalinan hubungan ini menjadi semakin intim, ini tidak hanya menyatukan kita dengan kehadiran-Nya, tetapi juga dengan kuasa-Nya. Doa yang mengungkapkan betapa kita terluka dan penuh emosi adalah doa yang pasti diterima Allah karena setiap doa ini menunjukkan kepercayaan kita kepada-Nya. Seringkali kita akan menemukan cara pandang yang benar, dan hampir pasti merasa terhibur, ketika mengetahui bahwa kita telah mempercayakan hal-hal yang membawa masalah—baik itu kritik atau kerinduan hati yang mendalam—kepada satu Pribadi yang paling mampu mengatasi hal-hal tersebut. —RKK
Sahabat terbaik yang pernah kumiliki
Adalah Pribadi yang tak bisa kulihat,
Namun, Pribadi yang kepada-Nya kupercaya ini,
Mengasihi dan memberkatiku. —Shuler
Doa dari dalam hati, tanpa kata-kata, lebih baik daripada doa dengan banyak kata tetapi tidak dari hati.
得勝的信心 讀經: 撒 母耳記上1章1-18節
我 用 我 的 聲 音 求 告 耶 和 華 ,他 就 從 他
的 聖 山 上 應 允 我。」(詩 篇 3 篇 4 節)
很 少 有 事 情 能 像 資 深 員 工 的 批 評 一 般 , 使 新 同 事 表 現 不 佳 。 好 的 人 事 主 管 知 道 這 一 點 , 會 在 新 員 工 周 遭 安 插 良 師 益 友 , 保 護 他 們 不 會 受 到 無 謂 的 刺 傷 。
哈 拿 是 一 位 良 師 益 友, 為 我 們 示 範 如 何 處 理 別 人 的 批 評, 以 及 自 己 內 心 的 渴 望( 撒 母 耳 記 上 1章 1–18 節 )。 圍 繞 在 哈 拿 身 邊 的 是 不 理 解 她 的 丈 夫 ,奚 落 她 的 同 輩 ,太 快 下 定 論 的 祭 司。哈 拿 藉 由 對 上 帝 傾 心 吐 意,度 過 迷 霧 籠 罩 的 幽 暗 (10節 ),現 在 我 們 雖 已 知 道 上 帝 賜 哈 拿 一 子,以 回 應 她 心 中 的 禱 告,卻 仍 不 確 定 以 利 的 祝 福 是 個 心 願 ,還 是 從 上 帝 而 來 的 應 許( 17節 ),但 我 想 最 重 要 的 是 她 不 再 憂 愁 滿 面 ,因 為 她 對 上 帝 傾 心 吐 意 ,內 心 就 得 到 平 安。
上 帝 創 造 我 們 , 讓 我 們 和 祂 建 立 起 關 係。當 我 們 與 祂 的 關 係 更 親 密 時,不 只 是 能 體 驗 祂 的 同 在,更 能 從 祂 那 裡 得 力 量。無 疑 的,上 帝 樂 意 聆 聽 我 們 向 祂 傾 訴 內 心 的 傷 害 和 情 緒 困 擾,因 為 這 表 達 了 我 們 對 祂 的 信 任。當 我 們 把 自 己 的 困 擾 ─ ─ 不 論 是 別 人 的 批 評,或 是 內 心 深 處 的 渴
Wednesday, January 5, 2011
MERENUNG MELALUI KACA SPION Baca: Mazmur 111
Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. —Mazmur 92:5
Saya selalu berpikir cara terbaik untuk melihat karya tangan Allah adalah dengan memandang seperti melalui kaca spion. Dengan melihat ke belakang, kita lebih mudah memahami mengapa Dia menempatkan kita di rumah yang kita tempati; mengapa Dia mengizinkan banyak orang dan situasi kita temui dalam hidup; mengapa Dia mengizinkan kesulitan dan kesakitan; mengapa Dia membawa kita ke berbagai tempat dan menempatkan kita dalam beragam pekerjaan dan karir.
Dalam hidup saya sendiri, saya mendapat banyak kejelasan (meski bukan kejelasan total yang hanya dialami di surga kelak!) tentang jalan Allah yang penuh kasih dan hikmat saat saya melihat kembali cara-Nya mengatur perjalanan saya dengan “perbuatan tangan-[Nya]” (Mzm. 92:5). Bersama pemazmur, saya merasa bersukacita di dalam hati saat melihat betapa seringnya Allah dengan setia membimbing, mengarahkan dan mengatur hingga akhir (Mzm. 111).
Meskipun demikian, memandang ke depan tidaklah selalu jelas. Pernahkah Anda merasa tersesat ketika jalan di depan Anda terlihat berliku, berkabut dan menakutkan? Sebelum melangkah memasuki tahun yang baru, berhentilah dan pandanglah melalui kaca spion dari tahun yang telah lalu, dan dengan sukacita sadarilah, bahwa Allah bersungguh-sungguh ketika Dia berkata, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: ‘Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut’” (Ibr. 13:5-6).
Dengan merenungkan janji kehadiran dan pertolongan Allah, Anda dapat memasuki tahun 2011 dengan keyakinan penuh. —JMS
Bukankah Dia yang telah memimpinku dengan selamat
Menapaki sepanjang hari ini
Menuntun dengan pemahaman yang sama
Sepanjang masa depanku juga? —Adams
Panduan Allah di masa lalu memberi keberanian untuk melangkah di masa mendatang.
Saya selalu berpikir cara terbaik untuk melihat karya tangan Allah adalah dengan memandang seperti melalui kaca spion. Dengan melihat ke belakang, kita lebih mudah memahami mengapa Dia menempatkan kita di rumah yang kita tempati; mengapa Dia mengizinkan banyak orang dan situasi kita temui dalam hidup; mengapa Dia mengizinkan kesulitan dan kesakitan; mengapa Dia membawa kita ke berbagai tempat dan menempatkan kita dalam beragam pekerjaan dan karir.
Dalam hidup saya sendiri, saya mendapat banyak kejelasan (meski bukan kejelasan total yang hanya dialami di surga kelak!) tentang jalan Allah yang penuh kasih dan hikmat saat saya melihat kembali cara-Nya mengatur perjalanan saya dengan “perbuatan tangan-[Nya]” (Mzm. 92:5). Bersama pemazmur, saya merasa bersukacita di dalam hati saat melihat betapa seringnya Allah dengan setia membimbing, mengarahkan dan mengatur hingga akhir (Mzm. 111).
Meskipun demikian, memandang ke depan tidaklah selalu jelas. Pernahkah Anda merasa tersesat ketika jalan di depan Anda terlihat berliku, berkabut dan menakutkan? Sebelum melangkah memasuki tahun yang baru, berhentilah dan pandanglah melalui kaca spion dari tahun yang telah lalu, dan dengan sukacita sadarilah, bahwa Allah bersungguh-sungguh ketika Dia berkata, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: ‘Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut’” (Ibr. 13:5-6).
Dengan merenungkan janji kehadiran dan pertolongan Allah, Anda dapat memasuki tahun 2011 dengan keyakinan penuh. —JMS
Bukankah Dia yang telah memimpinku dengan selamat
Menapaki sepanjang hari ini
Menuntun dengan pemahaman yang sama
Sepanjang masa depanku juga? —Adams
Panduan Allah di masa lalu memberi keberanian untuk melangkah di masa mendatang.
MENGAGUMKAN - Baca: Matius 1:18-25
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. —Matius 1:24
Kisah Natal, yang diceritakan dalam Injil Matius dan Lukas, telah menjadi begitu biasa sehingga saya bertanya-tanya apakah kita menangkap makna dari apa yang sebenarnya terjadi: Seorang malaikat mengatakan pada seorang dara bahwa ia akan mengandung seorang anak oleh kuasa Roh Kudus (Luk. 1:26-38).
Malaikat itu juga berkata kepada tunangan si dara supaya ia menikahinya dan menamai bayi itu Yesus, “Karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa” (Mat. 1:21). Para gembala melihat malaikat di langit dan mendapat berita tentang Juruselamat yang lahir di Betlehem (Luk. 2:11). Orang Majus berjalan ratusan kilometer untuk menyembah Dia, yang mereka katakan sebagai, “Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan.” (Mat. 2:2). Luar biasa!
Tidak kalah luar biasanya adalah bahwa Maria, Yusuf, para gembala, dan orang Majus melakukan tepat seperti apa yang dikatakan kepada mereka. Maria menyerahkan dirinya pada Allah; Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya; para gembala pergi ke Betlehem untuk melihat bayi di palungan; dan orang Majus berjalan mengikuti bintang. Tanpa mengetahui apa yang akan terjadi, mereka semua mengambil langkah iman di dalam Tuhan. Luar biasa!
Bagaimana dengan kita di Natal ini? Apakah kita akan mempercayai Allah dan mengikuti petunjuk-Nya bahkan ketika kita menghadapi keadaan-keadaan yang tidak pasti dan yang membuat kita kewalahan?
Ketika saya dan Anda menaati Tuhan, hasilnya benar-benar luar biasa! —DCM
Mengikuti pimpinan Allah,
Melangkah dalam iman dan ketaatan,
Selalu jadi arah yang harus kita tempuh
Ketika kita tak bisa melihat jalannya. —Sper
Orang beriman tak tahu ke mana ‘kan dibawa, tetapi ia kenal dan mengasihi Dia yang memimpinnya. —Chambers
Kisah Natal, yang diceritakan dalam Injil Matius dan Lukas, telah menjadi begitu biasa sehingga saya bertanya-tanya apakah kita menangkap makna dari apa yang sebenarnya terjadi: Seorang malaikat mengatakan pada seorang dara bahwa ia akan mengandung seorang anak oleh kuasa Roh Kudus (Luk. 1:26-38).
Malaikat itu juga berkata kepada tunangan si dara supaya ia menikahinya dan menamai bayi itu Yesus, “Karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa” (Mat. 1:21). Para gembala melihat malaikat di langit dan mendapat berita tentang Juruselamat yang lahir di Betlehem (Luk. 2:11). Orang Majus berjalan ratusan kilometer untuk menyembah Dia, yang mereka katakan sebagai, “Raja orang Yahudi yang baru dilahirkan.” (Mat. 2:2). Luar biasa!
Tidak kalah luar biasanya adalah bahwa Maria, Yusuf, para gembala, dan orang Majus melakukan tepat seperti apa yang dikatakan kepada mereka. Maria menyerahkan dirinya pada Allah; Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya; para gembala pergi ke Betlehem untuk melihat bayi di palungan; dan orang Majus berjalan mengikuti bintang. Tanpa mengetahui apa yang akan terjadi, mereka semua mengambil langkah iman di dalam Tuhan. Luar biasa!
Bagaimana dengan kita di Natal ini? Apakah kita akan mempercayai Allah dan mengikuti petunjuk-Nya bahkan ketika kita menghadapi keadaan-keadaan yang tidak pasti dan yang membuat kita kewalahan?
Ketika saya dan Anda menaati Tuhan, hasilnya benar-benar luar biasa! —DCM
Mengikuti pimpinan Allah,
Melangkah dalam iman dan ketaatan,
Selalu jadi arah yang harus kita tempuh
Ketika kita tak bisa melihat jalannya. —Sper
Orang beriman tak tahu ke mana ‘kan dibawa, tetapi ia kenal dan mengasihi Dia yang memimpinnya. —Chambers
Saturday, December 18, 2010
DAMAI DI BUMI
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu —Yohanes 14:27
Saya tidak ingin berselisih dengan sekumpulan malaikat yang memenuhi langit, tetapi saya harus mengakui bahwa saya selalu bertanya-tanya tentang janji damai yang disampaikan balatentara surgawi kepada para gembala di padang di luar Betlehem. Sepanjang 2000 tahun terakhir ini, kedamaian di planet kita begitu langka ditemui. Peperangan terus merenggut jiwa-jiwa yang tidak bersalah, kekerasan rumah tangga semakin sering terjadi, tingkat perceraian melonjak, gereja-gereja terpecah, dan damai di hati kita yang gelisah dan tidak patuh hanya menjadi mimpi di siang bolong.
Di manakah damai yang dijanjikan itu? Sesungguhnya, jika kita renungkan, kita dapat melihat bahwa Yesus telah memberi semua hal yang diperlukan untuk terciptanya kedamaian di dunia kita. Dia mengajarkan prinsip-prinsip hidup damai, meminta orang-orang supaya mengasihi sesamanya seperti mengasihi diri sendiri. Dan ketika hendak meninggalkan planet ini, Yesus berjanji, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh. 14:27). Dia meminta kita untuk memberikan pipi kita yang satunya untuk ditampar, berjalan ekstra satu mil, mengampuni kesalahan, menolak keserakahan, menerima kelemahan satu sama lain, hidup saling melayani dan mengasihi sama seperti Dia telah mengasihi kita.
Kelihatannya, perdamaian itu banyak tergantung pada kita. Paulus menyatakannya dalam Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Di Natal ini, marilah kita menjadikan damai sebagai hadiah bagi dunia tempat kita tinggal sambil kita meneladani sang Raja Damai. —JMS
Kita tahu ada masanya akan ada perselisihan;
Tentang hal ini kita harus sepaham—
Ketika konflik menimpa hidup kita,
Kita akan menyelesaikannya dengan kedamaian. —Fasick
Ketika kita mengalami damai dengan Allah, kita dapat membagikan damai-Nya kepada orang lain
Saya tidak ingin berselisih dengan sekumpulan malaikat yang memenuhi langit, tetapi saya harus mengakui bahwa saya selalu bertanya-tanya tentang janji damai yang disampaikan balatentara surgawi kepada para gembala di padang di luar Betlehem. Sepanjang 2000 tahun terakhir ini, kedamaian di planet kita begitu langka ditemui. Peperangan terus merenggut jiwa-jiwa yang tidak bersalah, kekerasan rumah tangga semakin sering terjadi, tingkat perceraian melonjak, gereja-gereja terpecah, dan damai di hati kita yang gelisah dan tidak patuh hanya menjadi mimpi di siang bolong.
Di manakah damai yang dijanjikan itu? Sesungguhnya, jika kita renungkan, kita dapat melihat bahwa Yesus telah memberi semua hal yang diperlukan untuk terciptanya kedamaian di dunia kita. Dia mengajarkan prinsip-prinsip hidup damai, meminta orang-orang supaya mengasihi sesamanya seperti mengasihi diri sendiri. Dan ketika hendak meninggalkan planet ini, Yesus berjanji, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yoh. 14:27). Dia meminta kita untuk memberikan pipi kita yang satunya untuk ditampar, berjalan ekstra satu mil, mengampuni kesalahan, menolak keserakahan, menerima kelemahan satu sama lain, hidup saling melayani dan mengasihi sama seperti Dia telah mengasihi kita.
Kelihatannya, perdamaian itu banyak tergantung pada kita. Paulus menyatakannya dalam Roma 12:18, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Di Natal ini, marilah kita menjadikan damai sebagai hadiah bagi dunia tempat kita tinggal sambil kita meneladani sang Raja Damai. —JMS
Kita tahu ada masanya akan ada perselisihan;
Tentang hal ini kita harus sepaham—
Ketika konflik menimpa hidup kita,
Kita akan menyelesaikannya dengan kedamaian. —Fasick
Ketika kita mengalami damai dengan Allah, kita dapat membagikan damai-Nya kepada orang lain
Monday, December 13, 2010
NATAL PENYEMBUHAN ALLAH
Jika dokter menelepon Anda dan dengan nada serius mengatakan, “Datanglah secepatnya. Ada sesuatu yang ingin saya bahas dengan Anda,” Anda pasti tahu bahwa ia mempunyai berita buruk! Tanggapan pertama Anda mungkin, “Tidak, aku tak ingin mengetahuinya.” Namun, Anda ttp datang juga, krn hanya dengan mengetahui diagnosanya, anda dpt tahu bagaimana menyembuhkannya.
Allah, Tabib Agung kita, juga memiliki sejumlah berita buruk tentang kondisi rohani manusia. Ketika Adam dan Hawa melanggar laranganNya dengan memakan buah terlarang, Allah mengatakan pada Adam bahwa semua manusia akan mati secara fisik dan rohani. Itulah berita buruknya.
Namun, Allah juga memberikan solusinya, Dia menjanjikan seorang Juruselamat (Kejadian: 3: 15). Rasul Yohanes mengatakan, “Kasih Karunia dan kebenaran datang oleh yesus Kristus.” (Yohanes 1:17). Namun, bagaimana ini dapat menolong? Yesus datang di Natal pertama itu untuk membawa kasih karunia Allah, sesuatu yang tidak seorang pun layak menerimanya. Karena sama seperti Adam, kita semua telah berdosa. Namun, yesus juga datang untuk membalikkan akibat yang telah dibawa oleh dosa. Dia datang sebagai kebenaran (Yohanes 14:6) yang membawa kita kembali kepada Allah. Dia datang untuk “menyelamatkan umatNya dari dosa2 mereka.” (Matius 1:21)
Dengarkanlah apa yang dikatakan sang Tabib Agung dalam Alkitab tentang kondisi rohani kita. Lalu terimalah penyembuhan yang telah disediakanNya, yakni ANUGERAH KESELAMATAN MELALUI KRISTUS.
Kehidupan tidaklah pasti,
Kematian itu pasti;
Dosa penyebabnya
KRISTUS penyembuhnya
KEBUTAAN ROHANI HANYA DAPAT DISEMBUHKAN
OLEH SANG TABIB AGUNG
Allah, Tabib Agung kita, juga memiliki sejumlah berita buruk tentang kondisi rohani manusia. Ketika Adam dan Hawa melanggar laranganNya dengan memakan buah terlarang, Allah mengatakan pada Adam bahwa semua manusia akan mati secara fisik dan rohani. Itulah berita buruknya.
Namun, Allah juga memberikan solusinya, Dia menjanjikan seorang Juruselamat (Kejadian: 3: 15). Rasul Yohanes mengatakan, “Kasih Karunia dan kebenaran datang oleh yesus Kristus.” (Yohanes 1:17). Namun, bagaimana ini dapat menolong? Yesus datang di Natal pertama itu untuk membawa kasih karunia Allah, sesuatu yang tidak seorang pun layak menerimanya. Karena sama seperti Adam, kita semua telah berdosa. Namun, yesus juga datang untuk membalikkan akibat yang telah dibawa oleh dosa. Dia datang sebagai kebenaran (Yohanes 14:6) yang membawa kita kembali kepada Allah. Dia datang untuk “menyelamatkan umatNya dari dosa2 mereka.” (Matius 1:21)
Dengarkanlah apa yang dikatakan sang Tabib Agung dalam Alkitab tentang kondisi rohani kita. Lalu terimalah penyembuhan yang telah disediakanNya, yakni ANUGERAH KESELAMATAN MELALUI KRISTUS.
Kehidupan tidaklah pasti,
Kematian itu pasti;
Dosa penyebabnya
KRISTUS penyembuhnya
KEBUTAAN ROHANI HANYA DAPAT DISEMBUHKAN
OLEH SANG TABIB AGUNG
Saturday, December 4, 2010
Awan Badai & Langit Biru Baca: Roma 8:18-30
Dan kesusahan yang tidak seberapa ini, yang kami alami untuk sementara, akan menghasilkan bagi kami suatu kebahagiaan yang luar biasa dan abadi. —2 Korintus 4:17
Saya sempat merasa tawar hati menghadapi sejumlah situasi dan bertanya-tanya bagaimana bisa bersemangat lagi. Saya lalu membaca buku berjudul Life Is Like Licking Honey Off a Thorn (Hidup Bagaikan Menjilat Madu dari Tangkai Berduri) oleh Suzan Lenzkes. Saya membaca hal ini: “Kita tertawa dan menangis ketika mereka menimpa, dan memperkenankan Allah yang berkuasa atas kenyataan itu untuk menjelaskannya.”
Lenzkes menjelaskan ada orang-orang optimis yang “menetap dalam kesenangan dan kenangan indah,” mereka menyangkali adanya kekecewaan hidup. Lainnya adalah kaum pesimis yang “berfokus pada kegagalan hidup, melewatkan sukacita dan kemenangan dalam perjalanan hidupnya.” Namun, orang beriman adalah seorang realis “yang menerima segala hal—segala yang baik dan buruk dalam hidup—dan berulang kali memilih untuk memahami bahwa Allah sungguh mengasihi kita dan senantiasa bekerja demi kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.”
Ketika sedang membaca buku ini, saya memandang keluar dan memperhatikan awan gelap dan hujan yang turun terus-menerus. Tidak lama kemudian, angin sepoi pun bertiup dan mengenyahkan awan itu. Tiba-tiba langit berubah menjadi biru cerah. Badai kehidupan pun datang dan pergi seperti awan gelap itu.
Dengan iman, kita berpegang teguh pada janji Allah dalam Roma 8:28. Kita mengingat bahwa “kesusahan yang tidak seberapa ini, yang kami alami untuk sementara, akan menghasilkan bagi kami suatu kebahagiaan yang luar biasa dan abadi” (2 Kor. 4:17 BIS). Allah mengasihi kita dan Dia sedang mempersiapkan kita untuk hari di mana langit akan senantiasa berwarna biru cerah. —AMC
Semua maksud Allah adalah benar,
Sekalipun kita tak bisa melihat
Bagaimana Dia bekerja dalam segala sesuatu
Demi kebaikan kita dan mengubahkan tragedi. —Sper
PERJALANAN BERSAMA ALLAH TAK SELALU NYAMAN,
TETAPI DIA BERJANJI MEMBAWA KITA SELAMAT SAMPAI TUJUAN.
Saya sempat merasa tawar hati menghadapi sejumlah situasi dan bertanya-tanya bagaimana bisa bersemangat lagi. Saya lalu membaca buku berjudul Life Is Like Licking Honey Off a Thorn (Hidup Bagaikan Menjilat Madu dari Tangkai Berduri) oleh Suzan Lenzkes. Saya membaca hal ini: “Kita tertawa dan menangis ketika mereka menimpa, dan memperkenankan Allah yang berkuasa atas kenyataan itu untuk menjelaskannya.”
Lenzkes menjelaskan ada orang-orang optimis yang “menetap dalam kesenangan dan kenangan indah,” mereka menyangkali adanya kekecewaan hidup. Lainnya adalah kaum pesimis yang “berfokus pada kegagalan hidup, melewatkan sukacita dan kemenangan dalam perjalanan hidupnya.” Namun, orang beriman adalah seorang realis “yang menerima segala hal—segala yang baik dan buruk dalam hidup—dan berulang kali memilih untuk memahami bahwa Allah sungguh mengasihi kita dan senantiasa bekerja demi kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.”
Ketika sedang membaca buku ini, saya memandang keluar dan memperhatikan awan gelap dan hujan yang turun terus-menerus. Tidak lama kemudian, angin sepoi pun bertiup dan mengenyahkan awan itu. Tiba-tiba langit berubah menjadi biru cerah. Badai kehidupan pun datang dan pergi seperti awan gelap itu.
Dengan iman, kita berpegang teguh pada janji Allah dalam Roma 8:28. Kita mengingat bahwa “kesusahan yang tidak seberapa ini, yang kami alami untuk sementara, akan menghasilkan bagi kami suatu kebahagiaan yang luar biasa dan abadi” (2 Kor. 4:17 BIS). Allah mengasihi kita dan Dia sedang mempersiapkan kita untuk hari di mana langit akan senantiasa berwarna biru cerah. —AMC
Semua maksud Allah adalah benar,
Sekalipun kita tak bisa melihat
Bagaimana Dia bekerja dalam segala sesuatu
Demi kebaikan kita dan mengubahkan tragedi. —Sper
PERJALANAN BERSAMA ALLAH TAK SELALU NYAMAN,
TETAPI DIA BERJANJI MEMBAWA KITA SELAMAT SAMPAI TUJUAN.
Wednesday, December 1, 2010
Akses Yang Tidak Terbatas (Baca: Efesus 2: 11 - 22)
Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. —Efesus 2:18
November tahun lalu, terjadi pelanggaran keamanan yang mengejutkan ketika sepasang suami-istri dengan berani menerobos masuk ke Gedung Putih untuk suatu acara makan malam kenegaraan—bahkan berada cukup dekat untuk memotret diri mereka bersama Presiden AS. Biasanya, pemeriksaan latar belakang dan penelitian cermat dari daftar tamu dapat mencegah masuknya tamu yang tidak diundang.
Tidak jarang kita menemui adanya larangan masuk dalam hidup sehari-hari. Ada tanda-tanda peringatan seperti: Khusus Karyawan, Dilarang Masuk, Khusus Kendaraan Pejabat, Dilarang Lewat. Tidak seorang pun di antara kita ingin mendengar pernyataan bahwa kita tidak diterima. Namun, faktanya selalu ada tempat di mana kita akan dilarang masuk. Ini membuat saya mengucap syukur karena Allah tidak menetapkan larangan bagi mereka yang ingin datang kepada-Nya.
Mereka yang datang kepada Allah tidak akan melihat tanda “Dilarang Masuk”. Melalui doa, Allah Bapa memperkenankan kita untuk datang kepada-Nya secara langsung dan tanpa dibatasi. Ini karena anak-Nya, Yesus Kristus, telah membuka jalan bagi semua orang yang menerima-Nya (Ef.2:18). “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat11:28). “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh. 6:37). “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yoh. 7:37).
Begitu kita datang kepada Kristus untuk menerima keselamatan, kita dapat menikmati persekutuan yang tidak terbatas. Pintu kepada-Nya selalu terbuka. —CHK
Doa-doa kita naik ke takhta surga
Tak peduli bentuk apa pun yang kita pakai;
Bapa kita senantiasa mendengarkan milik-Nya
Tak peduli kata-kata apa pun yang kita untai. —D. De Haan
TAHTA ALLAH SENANTIASA TERBUKA BAGI ANAK-ANAKNYA
November tahun lalu, terjadi pelanggaran keamanan yang mengejutkan ketika sepasang suami-istri dengan berani menerobos masuk ke Gedung Putih untuk suatu acara makan malam kenegaraan—bahkan berada cukup dekat untuk memotret diri mereka bersama Presiden AS. Biasanya, pemeriksaan latar belakang dan penelitian cermat dari daftar tamu dapat mencegah masuknya tamu yang tidak diundang.
Tidak jarang kita menemui adanya larangan masuk dalam hidup sehari-hari. Ada tanda-tanda peringatan seperti: Khusus Karyawan, Dilarang Masuk, Khusus Kendaraan Pejabat, Dilarang Lewat. Tidak seorang pun di antara kita ingin mendengar pernyataan bahwa kita tidak diterima. Namun, faktanya selalu ada tempat di mana kita akan dilarang masuk. Ini membuat saya mengucap syukur karena Allah tidak menetapkan larangan bagi mereka yang ingin datang kepada-Nya.
Mereka yang datang kepada Allah tidak akan melihat tanda “Dilarang Masuk”. Melalui doa, Allah Bapa memperkenankan kita untuk datang kepada-Nya secara langsung dan tanpa dibatasi. Ini karena anak-Nya, Yesus Kristus, telah membuka jalan bagi semua orang yang menerima-Nya (Ef.2:18). “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat11:28). “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh. 6:37). “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yoh. 7:37).
Begitu kita datang kepada Kristus untuk menerima keselamatan, kita dapat menikmati persekutuan yang tidak terbatas. Pintu kepada-Nya selalu terbuka. —CHK
Doa-doa kita naik ke takhta surga
Tak peduli bentuk apa pun yang kita pakai;
Bapa kita senantiasa mendengarkan milik-Nya
Tak peduli kata-kata apa pun yang kita untai. —D. De Haan
TAHTA ALLAH SENANTIASA TERBUKA BAGI ANAK-ANAKNYA
Friday, November 19, 2010
Bekas Kerusakan
Baca: 2 Samuel 12:1-14
“Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. —2 Samuel 12:10
Seorang anak remaja yang terus-menerus terlibat masalah selalu meminta maaf ketika ia berhadapan dengan orangtuanya. Tidak peduli seberapa banyak ia telah menyakiti orangtuanya dengan segala kesalahan yang telah dilakukannya, ia akan segera mengabaikannya dan melakukan kesalahan lainnya, karena ia mengetahui bahwa ia akan diampuni.
Akhirnya, sang ayah membawa anak remaja ini ke garasi untuk berbicara dengannya. Sang ayah mengambil palu dan menancapkan sebatang paku ke dinding garasi. Lalu, ia memberikan palu itu ke anaknya dan menyuruhnya untuk mencabut paku tadi.Dengan enggan, anak itu memegang palu, dan mencabut paku yang tertancap di dinding garasi.
“Seperti itulah pengampunan, Nak. Ketika kau melakukan kesalahan, itu seperti menancapkan sebuah paku. Pengampunan adalah ketika kau mencabut paku itu.”
“Baiklah, aku mengerti,” kata anak itu.
“Nah, sekarang ambil palu itu dan keluarkan lubang pakunya,” jawab ayahnya.
“Itu mustahil!” kata anaknya. “Aku tak bisa mencabutnya.”
Seperti yang digambarkan oleh cerita itu dan bukti dari hidup Raja Daud, dosa memiliki konsekuensi.
Meskipun Daud telah diampuni, perzinahan dan pembunuhan yang dilakukannya telah meninggalkan bekas-bekas luka dan menciptakan banyak masalah keluarga (2 Sam. 12:10).
Kebenaran sederhana ini berfungsi sebagai peringatan bagi hidup kita. Cara terbaik untuk menghindari kerusakan dosa yang membekas adalah dengan menjalani hidup taat pada Allah. —JDB
Doa: Terima kasih karena Engkau lambat untuk marah dan memenuhi kami dengan kasih. Kiranya aku tak menyalahgunakan belas kasih-Mu dengan anggapan tak ada konsekuensi atas dosaku. Tolong aku ‘tuk mengakui dosaku dan tak mengulanginya lagi. Amin
Dosa-dosa kita dapat diampuni dan dihapuskan,
tetapi konsekuensinya tetap harus kita bayar.
“Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. —2 Samuel 12:10
Seorang anak remaja yang terus-menerus terlibat masalah selalu meminta maaf ketika ia berhadapan dengan orangtuanya. Tidak peduli seberapa banyak ia telah menyakiti orangtuanya dengan segala kesalahan yang telah dilakukannya, ia akan segera mengabaikannya dan melakukan kesalahan lainnya, karena ia mengetahui bahwa ia akan diampuni.
Akhirnya, sang ayah membawa anak remaja ini ke garasi untuk berbicara dengannya. Sang ayah mengambil palu dan menancapkan sebatang paku ke dinding garasi. Lalu, ia memberikan palu itu ke anaknya dan menyuruhnya untuk mencabut paku tadi.Dengan enggan, anak itu memegang palu, dan mencabut paku yang tertancap di dinding garasi.
“Seperti itulah pengampunan, Nak. Ketika kau melakukan kesalahan, itu seperti menancapkan sebuah paku. Pengampunan adalah ketika kau mencabut paku itu.”
“Baiklah, aku mengerti,” kata anak itu.
“Nah, sekarang ambil palu itu dan keluarkan lubang pakunya,” jawab ayahnya.
“Itu mustahil!” kata anaknya. “Aku tak bisa mencabutnya.”
Seperti yang digambarkan oleh cerita itu dan bukti dari hidup Raja Daud, dosa memiliki konsekuensi.
Meskipun Daud telah diampuni, perzinahan dan pembunuhan yang dilakukannya telah meninggalkan bekas-bekas luka dan menciptakan banyak masalah keluarga (2 Sam. 12:10).
Kebenaran sederhana ini berfungsi sebagai peringatan bagi hidup kita. Cara terbaik untuk menghindari kerusakan dosa yang membekas adalah dengan menjalani hidup taat pada Allah. —JDB
Doa: Terima kasih karena Engkau lambat untuk marah dan memenuhi kami dengan kasih. Kiranya aku tak menyalahgunakan belas kasih-Mu dengan anggapan tak ada konsekuensi atas dosaku. Tolong aku ‘tuk mengakui dosaku dan tak mengulanginya lagi. Amin
Dosa-dosa kita dapat diampuni dan dihapuskan,
tetapi konsekuensinya tetap harus kita bayar.
Saturday, October 30, 2010
Benar Atau Salah? (Baca: 2 Timotius 3:14-17)
Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu. —2 Timotius 2:15
Sering bersaksi kepada rekan-rekan kerjanya. Namun, ketika ia mengutip langsung dari Alkitab, ada yang seringkali menjawab: “Tunggu! Alkitab itu ditulis oleh manusia, dan punya banyak kesalahan seperti kitab atau buku lain.”
Surat pembaca yang dikirimkan ke redaksi surat kabar lokal di tempat kami berikut ini juga menyatakan pemikiran yang serupa: “Orang Kristen menyebutkan bahwa firman Allah itu tidak ada salahnya, tetapi saya tidak melihat alasan yang jelas untuk mempercayai kata-kata dalam Alkitab yang ditulis manusia itu jauh lebih sempurna daripada kata-kata dalam suatu jurnal ilmiah yang juga ditulis manusia.”
Bagaimana kita menanggapi ketika Alkitab begitu salah dimengerti, yaitu hanya sebagai kata-kata manusia dengan banyak kesalahan di dalamnya? Sebagian besar dari kita bukan-lah ahli Alkitab dan mungkin tidak memiliki jawabannya. Namun, jika kita merenungkan sejumlah pasal (2 Tim. 2:15), kita akan menemukan bukti bahwa Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah (3:16) dan oleh karena itu, Alkitab dapat dipercaya.
Sebagai contoh, pikirkan tentang hal ini: Selama lebih dari 1.600 tahun, 40 penulis yang berbeda menuliskan 66 kitab di Alkitab. Ada 400 tahun kesunyian setelah era 39 kitab Perjanjian Lama dengan era 27 kitab Perjanjian Baru. Namun, dari kitab Kejadian sampai Wahyu menceritakan suatu kesatuan kisah.
Walaupun kita menerima Alkitab dengan iman, ada banyak bukti yang menyatakan bahwa Alkitab itu benar. Marilah kita bertekun dalam penggalian Alkitab dan berbagi dengan orang lain apa yang kita telah pelajari. —AMC
Alkitab akan tetap bertahan ‘tuk selamanya
Ketika dunia telah berlalu;
Dengan diilhamkan, Alkitab diberikan—
Semua ajarannya ‘kan kutaati. —Lillenas
Di dalam dunia yang skeptis, Anda dapat mempercayai firman Allah yang dapat diandalkan.
Sering bersaksi kepada rekan-rekan kerjanya. Namun, ketika ia mengutip langsung dari Alkitab, ada yang seringkali menjawab: “Tunggu! Alkitab itu ditulis oleh manusia, dan punya banyak kesalahan seperti kitab atau buku lain.”
Surat pembaca yang dikirimkan ke redaksi surat kabar lokal di tempat kami berikut ini juga menyatakan pemikiran yang serupa: “Orang Kristen menyebutkan bahwa firman Allah itu tidak ada salahnya, tetapi saya tidak melihat alasan yang jelas untuk mempercayai kata-kata dalam Alkitab yang ditulis manusia itu jauh lebih sempurna daripada kata-kata dalam suatu jurnal ilmiah yang juga ditulis manusia.”
Bagaimana kita menanggapi ketika Alkitab begitu salah dimengerti, yaitu hanya sebagai kata-kata manusia dengan banyak kesalahan di dalamnya? Sebagian besar dari kita bukan-lah ahli Alkitab dan mungkin tidak memiliki jawabannya. Namun, jika kita merenungkan sejumlah pasal (2 Tim. 2:15), kita akan menemukan bukti bahwa Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah (3:16) dan oleh karena itu, Alkitab dapat dipercaya.
Sebagai contoh, pikirkan tentang hal ini: Selama lebih dari 1.600 tahun, 40 penulis yang berbeda menuliskan 66 kitab di Alkitab. Ada 400 tahun kesunyian setelah era 39 kitab Perjanjian Lama dengan era 27 kitab Perjanjian Baru. Namun, dari kitab Kejadian sampai Wahyu menceritakan suatu kesatuan kisah.
Walaupun kita menerima Alkitab dengan iman, ada banyak bukti yang menyatakan bahwa Alkitab itu benar. Marilah kita bertekun dalam penggalian Alkitab dan berbagi dengan orang lain apa yang kita telah pelajari. —AMC
Alkitab akan tetap bertahan ‘tuk selamanya
Ketika dunia telah berlalu;
Dengan diilhamkan, Alkitab diberikan—
Semua ajarannya ‘kan kutaati. —Lillenas
Di dalam dunia yang skeptis, Anda dapat mempercayai firman Allah yang dapat diandalkan.
Tuesday, October 26, 2010
Berbicara Atas Nama Allah (Baca: Yeremia 23:16,30-40)
Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. (2 Korintus 4:2)
Meskipun telah berusaha sebaik mungkin untuk menulis dengan jelas, terkadang saya disalahpahami. Saya merasa tidak nyaman dengan kegagalan saya dan berusaha meningkatkan ketrampilan menulis saya. Namun terkadang, para pembaca mengartikan kata-kata di luar konteksnya atau menangkap arti yang lain yang tidak sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Hal ini membuat frustrasi karena tidak ada cara untuk mengendalikan bagaimana orang-orang menggunakan kata-kata setelah tulisan itu dipublikasikan.
Ini mengingatkan saya pada suatu pelanggaran yang jauh lebih serius—yaitu penyalahgunaan firman Tuhan. Nabi-nabi di zaman Yeremia melakukannya. Mereka menganggap kata-kata mereka sendiri datang dari mulut Allah dengan mengaku-aku bahwa Allah berfirman tentang hal-hal yang mereka inginkan jadi kenyataan, tetapi yang sesungguhnya tidak pernah Allah katakan.
Jadi, Tuhan menyatakan kepada umatNya, “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut Tuhan” (Yer. 23:16). Lalu, Tuhan memperingatkan umat-Nya bahwa Dia akan meninggalkan mereka yang menyimpang dari firman-Nya dan mengenyahkan mereka dari hadapan-Nya (ay.36,39).
Sebaliknya, Paulus menegaskan bahwa ia tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Tuhan (2 Kor. 4:2). Ia tahu bahayanya, bila mengkhotbahkan pemikirannya sendiri daripada firman Tuhan. Kita semua harus berhati-hati untuk menggunakan firman Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya, bukan untuk kepentingan diri sendiri. —JAL
Tuhan, jadikan kami setia pada firman-Mu,
Meskipun, ada kalanya, kami memakai kata-kata kami sendiri;
Dan tolong kami supaya tidak memutarbalikkan kebenarannya
Untuk membenarkan pemikiran kami sendiri. —Sper
Kita harus menyesuaikan diri dengan Alkitab
dan bukan berusaha menyesuaikan Alkitab dengan diri kita.
Meskipun telah berusaha sebaik mungkin untuk menulis dengan jelas, terkadang saya disalahpahami. Saya merasa tidak nyaman dengan kegagalan saya dan berusaha meningkatkan ketrampilan menulis saya. Namun terkadang, para pembaca mengartikan kata-kata di luar konteksnya atau menangkap arti yang lain yang tidak sesuai dengan makna yang dimaksudkan. Hal ini membuat frustrasi karena tidak ada cara untuk mengendalikan bagaimana orang-orang menggunakan kata-kata setelah tulisan itu dipublikasikan.
Ini mengingatkan saya pada suatu pelanggaran yang jauh lebih serius—yaitu penyalahgunaan firman Tuhan. Nabi-nabi di zaman Yeremia melakukannya. Mereka menganggap kata-kata mereka sendiri datang dari mulut Allah dengan mengaku-aku bahwa Allah berfirman tentang hal-hal yang mereka inginkan jadi kenyataan, tetapi yang sesungguhnya tidak pernah Allah katakan.
Jadi, Tuhan menyatakan kepada umatNya, “Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepadamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri, bukan apa yang datang dari mulut Tuhan” (Yer. 23:16). Lalu, Tuhan memperingatkan umat-Nya bahwa Dia akan meninggalkan mereka yang menyimpang dari firman-Nya dan mengenyahkan mereka dari hadapan-Nya (ay.36,39).
Sebaliknya, Paulus menegaskan bahwa ia tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Tuhan (2 Kor. 4:2). Ia tahu bahayanya, bila mengkhotbahkan pemikirannya sendiri daripada firman Tuhan. Kita semua harus berhati-hati untuk menggunakan firman Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya, bukan untuk kepentingan diri sendiri. —JAL
Tuhan, jadikan kami setia pada firman-Mu,
Meskipun, ada kalanya, kami memakai kata-kata kami sendiri;
Dan tolong kami supaya tidak memutarbalikkan kebenarannya
Untuk membenarkan pemikiran kami sendiri. —Sper
Kita harus menyesuaikan diri dengan Alkitab
dan bukan berusaha menyesuaikan Alkitab dengan diri kita.
Saturday, October 9, 2010
Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan. —Amsal 23:1
Ingatkah ketika telepon genggam hanya dipakai untuk menelepon? Seiring dengan perkembangan telepon pintar, apa yang semula hanya merupakan sarana untuk bercakap-cakap dengan seseorang, kini telah menjadi tempat penyimpanan data. Tambahkan aplikasi (program komputer) pada telepon genggam Anda, maka Anda pun dapat membaca berita olahraga, bermain games, merencanakan perjalanan, mencari apartemen—atau lebih dari 100.000 hal lainnya yang tersedia dengan bantuan “aplikasi” tersebut.
Itu sungguh mengagumkan, tetapi “aplikasi” untuk telepon genggam tidaklah sebanding dengan “aplikasi” yang diberikan Alkitab kepada kita. “Aplikasi” Alkitab merupakan pernyataan langsung dari Allah yang memberitahukan kepada kita tentang bagaimana mengaplikasikan/menerapkan kebenaran firman-Nya ke dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Misalnya di Filipi 2 tersedia: aplikasi kesatuan (2:2), aplikasi kerendahan hati (2:3), aplikasi tidak bersungut-sungut (2:14), aplikasi bercahaya seperti bintang (2:15). Atau perhatikanlah aplikasi-aplikasi di Efesus 5: aplikasi penurut Allah (5:1), aplikasi hidup di dalam kasih (5:2), aplikasi kekudusan (5:3), aplikasi mengendalikan lidah (5:4). Dan bagaimana dengan kitab Amsal? Kitab ini penuh dengan banyak aplikasi.
Anda tidak perlu menunggu seseorang untuk menawarkan aplikasi-aplikasi itu di Internet. Bukalah Alkitab dan temukanlah ratusan cara untuk menerapkan Kitab Suci di dalam hidup anda. Apakah Anda punya pertanyaan seputar hidup Kristen? Galilah Alkitab. Jawabannya tersedia di sana, sedang menanti untuk ditemukan. —JDB
Bergantunglah pada Alkitab; permata dan harta terindah
Yang memberi hidup kekal dan menyelamatkan orang berdosa;
Nilainya pun tak bisa diukur oleh makhluk fana;
Temukanlah berkatnya bagi jiwamu, selagi kau bisa. —NN.
Alkitab memiliki harta karun hikmat bagi Anda—bacalah dan terapkanlah!
Ingatkah ketika telepon genggam hanya dipakai untuk menelepon? Seiring dengan perkembangan telepon pintar, apa yang semula hanya merupakan sarana untuk bercakap-cakap dengan seseorang, kini telah menjadi tempat penyimpanan data. Tambahkan aplikasi (program komputer) pada telepon genggam Anda, maka Anda pun dapat membaca berita olahraga, bermain games, merencanakan perjalanan, mencari apartemen—atau lebih dari 100.000 hal lainnya yang tersedia dengan bantuan “aplikasi” tersebut.
Itu sungguh mengagumkan, tetapi “aplikasi” untuk telepon genggam tidaklah sebanding dengan “aplikasi” yang diberikan Alkitab kepada kita. “Aplikasi” Alkitab merupakan pernyataan langsung dari Allah yang memberitahukan kepada kita tentang bagaimana mengaplikasikan/menerapkan kebenaran firman-Nya ke dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Misalnya di Filipi 2 tersedia: aplikasi kesatuan (2:2), aplikasi kerendahan hati (2:3), aplikasi tidak bersungut-sungut (2:14), aplikasi bercahaya seperti bintang (2:15). Atau perhatikanlah aplikasi-aplikasi di Efesus 5: aplikasi penurut Allah (5:1), aplikasi hidup di dalam kasih (5:2), aplikasi kekudusan (5:3), aplikasi mengendalikan lidah (5:4). Dan bagaimana dengan kitab Amsal? Kitab ini penuh dengan banyak aplikasi.
Anda tidak perlu menunggu seseorang untuk menawarkan aplikasi-aplikasi itu di Internet. Bukalah Alkitab dan temukanlah ratusan cara untuk menerapkan Kitab Suci di dalam hidup anda. Apakah Anda punya pertanyaan seputar hidup Kristen? Galilah Alkitab. Jawabannya tersedia di sana, sedang menanti untuk ditemukan. —JDB
Bergantunglah pada Alkitab; permata dan harta terindah
Yang memberi hidup kekal dan menyelamatkan orang berdosa;
Nilainya pun tak bisa diukur oleh makhluk fana;
Temukanlah berkatnya bagi jiwamu, selagi kau bisa. —NN.
Alkitab memiliki harta karun hikmat bagi Anda—bacalah dan terapkanlah!
Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. —Markus 1:18
Saya membaca tentang Kapten Ray Baker yang menjadi penerbang bagi Pasukan Komando Strategis Angkatan Udara Amerika Serikat selama Perang Vietnam. Angkatan Udara melatihnya bersama dengan pilot-pilot lain, untuk berlari keluar dari barak menuju ke pesawat mereka, begitu mendengar suara sirine. Berulang kali sirene berbunyi ketika ia sedang makan malam, sehingga ia harus berhenti makan dan segera berlari ke pesawat pengebomnya. Ia telah sangat terlatih untuk merespons panggilan dengan segera dan penuh ketaatan. Ia terlatih sedemikian baiknya, sehingga pada suatu hari ketika ia sedang cuti, ia langsung berlari keluar dari restoran tempat ia sedang makan, ketika ia mendengar bunyi sirene.
Ketika Yesus memanggil para pengikut-Nya yang pertama, mereka dengan segera merespons panggilan-Nya. Panggilan kepada para nelayan ini sangat mendadak. Namun, “mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia” (Mrk. 1:18). Markus, penulis kisah ini, mungkin ingin para pembacanya dapat menyadari otoritas Yesus. Ketika Dia memanggil, para penjala ikan ini langsung menaati-Nya, karena menolong orang untuk masuk ke dalam kerajaan Allah merupakan suatu pengalaman yang lebih menantang dan lebih agung dibandingkan dengan menjala ikan.
Ketika Yesus memberikan panggilan untuk mengikut-Nya, Dia tidak ingin kita menunda-nunda. Dia mengharapkan kita untuk memiliki ketaatan yang segera, jika hal itu adalah panggilan untuk memberitakan kabar baik pada orang lain. Kabarkanlah kisah keselamatan pada seseorang hari ini! —MLW
Pergilah kepada yang terhilang, di rumah, di toko,Jangan tunda lagi, hari ini mulailah;Katakan bahwa Yesus mencurahkan darah-Nya bagi dosa mereka. Dari jalan kegelapan bawalah orang lain pada-Nya. —Houghton
Dicari: Kurir untuk memberitakan kabar baik.
Saya membaca tentang Kapten Ray Baker yang menjadi penerbang bagi Pasukan Komando Strategis Angkatan Udara Amerika Serikat selama Perang Vietnam. Angkatan Udara melatihnya bersama dengan pilot-pilot lain, untuk berlari keluar dari barak menuju ke pesawat mereka, begitu mendengar suara sirine. Berulang kali sirene berbunyi ketika ia sedang makan malam, sehingga ia harus berhenti makan dan segera berlari ke pesawat pengebomnya. Ia telah sangat terlatih untuk merespons panggilan dengan segera dan penuh ketaatan. Ia terlatih sedemikian baiknya, sehingga pada suatu hari ketika ia sedang cuti, ia langsung berlari keluar dari restoran tempat ia sedang makan, ketika ia mendengar bunyi sirene.
Ketika Yesus memanggil para pengikut-Nya yang pertama, mereka dengan segera merespons panggilan-Nya. Panggilan kepada para nelayan ini sangat mendadak. Namun, “mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia” (Mrk. 1:18). Markus, penulis kisah ini, mungkin ingin para pembacanya dapat menyadari otoritas Yesus. Ketika Dia memanggil, para penjala ikan ini langsung menaati-Nya, karena menolong orang untuk masuk ke dalam kerajaan Allah merupakan suatu pengalaman yang lebih menantang dan lebih agung dibandingkan dengan menjala ikan.
Ketika Yesus memberikan panggilan untuk mengikut-Nya, Dia tidak ingin kita menunda-nunda. Dia mengharapkan kita untuk memiliki ketaatan yang segera, jika hal itu adalah panggilan untuk memberitakan kabar baik pada orang lain. Kabarkanlah kisah keselamatan pada seseorang hari ini! —MLW
Pergilah kepada yang terhilang, di rumah, di toko,Jangan tunda lagi, hari ini mulailah;Katakan bahwa Yesus mencurahkan darah-Nya bagi dosa mereka. Dari jalan kegelapan bawalah orang lain pada-Nya. —Houghton
Dicari: Kurir untuk memberitakan kabar baik.
Friday, October 8, 2010
10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN
1. Mengurangi daya stress yg ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yg kita alami mrk yg suka malas berdoa akan lebih mudah utk mengalami stress.
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mrk yg lbh srg berdoa akan lbh mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yg sdg mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil.
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mrk yg tekun berdoa akan memiliki kemampuan lbh utk tdk mdh putus asa saat berada dlm kegagalan dibanding mrk yg jrg bahkan sama sekali malas berdoa.
4. Meningkatkan ketegaran hati mrk yg lbh tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yg terjadi di luar yg dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit2 yg disebabkan gangguan psikis dgn ketekunan dlm berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dgn sgl peristiwanya dlm terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tdk menjadi mudah lemah krn beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)
6. Membuat org menjadi lbh terbuka terhdp kelemahan dan kekurangan sesama mrk yg tekun berdoa dgn baik memiliki sikap yg lbh terbuka terhdp sesamanya krn ia akan terbantu dlm doa2nya utk menyadari juga kelemahan2nya sendiri
7. Meningkatkan daya cinta kasih kpd diri sendiri dan org lain ketekunan dlm doa membuat seseorg memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adlh kasih maka mrk yg tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian.
2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mrk yg lbh srg berdoa akan lbh mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yg sdg mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil.
3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mrk yg tekun berdoa akan memiliki kemampuan lbh utk tdk mdh putus asa saat berada dlm kegagalan dibanding mrk yg jrg bahkan sama sekali malas berdoa.
4. Meningkatkan ketegaran hati mrk yg lbh tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yg terjadi di luar yg dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit2 yg disebabkan gangguan psikis dgn ketekunan dlm berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dgn sgl peristiwanya dlm terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tdk menjadi mudah lemah krn beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)
6. Membuat org menjadi lbh terbuka terhdp kelemahan dan kekurangan sesama mrk yg tekun berdoa dgn baik memiliki sikap yg lbh terbuka terhdp sesamanya krn ia akan terbantu dlm doa2nya utk menyadari juga kelemahan2nya sendiri
7. Meningkatkan daya cinta kasih kpd diri sendiri dan org lain ketekunan dlm doa membuat seseorg memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adlh kasih maka mrk yg tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri
8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan
9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk
10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian.
Hidup kekristenan merupakan hidup karena iman. Iman adalah hal dasar untuk menentukan kuasa yang membawa perubahan dalam hidup seseorang. Memiliki iman yang benar, dapat Anda pelajari dari seorang anak kecil yang menantikan hadiah atau sebatang coklat dari ayahnya. Dia tidak akan berpikir rumit. Simaklah kolom ajaib di bawah ini yang membawa Anda berpetualang mendapatkan iman sejati, meski di tengah kemustahilan.
MENGAKUI YESUS
Tidak bisa dielakkan bahwa firman Tuhan mengatakan Yesus adalah jalan,kebenaran, dan hidup. Mengaku secara pribadi bahwa Dialah juruselamat dan Tuhan yang akan membawa Anda dalam kemenangan.
KATAKAN ”BAIKLAH”
Dengan Anda berkata “baiklah” pada Tuhan, artinya Anda menyerah di hadapan-Nya. Menyerahkan seluruh kehidupan Anda, Pekerjaan Anda, keluarga, bahkan hal penting lainnya. Iman adalah kasih karunia yang diberikan Allah. Ketika Anda angkat tangan, maka Tuhanlah yang turun tangan.
DOA DENGAN PENUH PERCAYA
Walaupun terkadang sangat sulit mendapatkan angin segar di padang gurun, namun “percaya” menjadi kunci ketika Anda berdoa. Doa yang didasari rasa percaya pada Tuhan, akan mengalirkan kekuatan baru untuk Anda tetap berjalan. Berdoa tidak hanya sekali tetapi menjadi gaya hidup untuk mebangun keintiman dengan Tuhan.
MOVE
Artinya berpindah dari zona nyaman yang membuat Anda stagnasi, atau sulit mempercayai Allah untuk membuat sumber air di padang gurun. Terkadang Tuhan memakai hal yang tidak menyenangkan untuk menyatakan mukjizatnya. Agar Anda mengerti maksud dari “Dalam kelemahanlah, kuasa Tuhan nyata.”
NOL YANG TAK TERHINGGA
Allah menggenapi iman bukan kebutuhan, itulah sebabnya terjadi amazing grace. Tuhan jadikan kita nol yang menyadari kelemahan kita. Bisa bayangkan kalau Anda menempatkan Tuhan sebagai nomor satu dan Anda nol, maka bila digabungkan bilangan yang semakin besar akan terbentuk ketika Anda terus menjadi nol. Sebab iman bergantung pada kuasa Tuhan.
BERTEKUN DALAM FIRMAN DAN BERBUAH
Firman adalah isi hati Tuhan sendiri. Dari mana Anda dapat mengenal Si Sumber Kehidupan dan mukjizat selain dari firman. Anda dapat beriman pada firman-Nya, dan firman-Nya adalah senjata untuk Anda ketika Anda menjadi pelaku firman. Berbuah adalah lebih dari sekadar selamat dan masuk surga. Tetapi menginginkan Allah memakai Anda bagi orang lain.
KUASA PERKATAAN
Mulut seperti sebuah pipa yang mengalir. Mulut mengungkapkan bukan hanya apa yang ada di dalam hati, tetapi apa yang menguasai hati itu sendiri. Pengakuan Anda membuktikan iman Anda. Memperkatakan janji dan firman setiap hari adalah bukti iman Anda teguh di dalam-Nya, serta membuka jalan dalam kemustahilan.
MELIHAT JANJI BUKAN KENYATAAN
Saat Anda merenungkan firman, maka Anda menemukan harta karun yaitu janji Allah, yang Tuhan harapkan adalah percaya bukan bergumul. Bayangkan Anda berjalan di atas air, namun ketika Anda mulai melihat keadaan sekitar, saya pastikan Anda akan goyah dan tenggelam dalam katakutan.
KETAATAN SEORANG PEMENANG
Pelajari rumus iman ini : Doa + firman x percaya (Iman yang otentik + 0)= Ketaatan yang lugas. Allah ingin bekerjasama dengan Anda. Ketika ketaatan yang lugas ditemukan dalam diri Anda, maka Tuhan yang memperlengkapi Anda dengan kuasa. Kuasa itulah membuat Anda efektif untuk keluar menjadi seorang pemenang.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda.
MENGAKUI YESUS
Tidak bisa dielakkan bahwa firman Tuhan mengatakan Yesus adalah jalan,kebenaran, dan hidup. Mengaku secara pribadi bahwa Dialah juruselamat dan Tuhan yang akan membawa Anda dalam kemenangan.
KATAKAN ”BAIKLAH”
Dengan Anda berkata “baiklah” pada Tuhan, artinya Anda menyerah di hadapan-Nya. Menyerahkan seluruh kehidupan Anda, Pekerjaan Anda, keluarga, bahkan hal penting lainnya. Iman adalah kasih karunia yang diberikan Allah. Ketika Anda angkat tangan, maka Tuhanlah yang turun tangan.
DOA DENGAN PENUH PERCAYA
Walaupun terkadang sangat sulit mendapatkan angin segar di padang gurun, namun “percaya” menjadi kunci ketika Anda berdoa. Doa yang didasari rasa percaya pada Tuhan, akan mengalirkan kekuatan baru untuk Anda tetap berjalan. Berdoa tidak hanya sekali tetapi menjadi gaya hidup untuk mebangun keintiman dengan Tuhan.
MOVE
Artinya berpindah dari zona nyaman yang membuat Anda stagnasi, atau sulit mempercayai Allah untuk membuat sumber air di padang gurun. Terkadang Tuhan memakai hal yang tidak menyenangkan untuk menyatakan mukjizatnya. Agar Anda mengerti maksud dari “Dalam kelemahanlah, kuasa Tuhan nyata.”
NOL YANG TAK TERHINGGA
Allah menggenapi iman bukan kebutuhan, itulah sebabnya terjadi amazing grace. Tuhan jadikan kita nol yang menyadari kelemahan kita. Bisa bayangkan kalau Anda menempatkan Tuhan sebagai nomor satu dan Anda nol, maka bila digabungkan bilangan yang semakin besar akan terbentuk ketika Anda terus menjadi nol. Sebab iman bergantung pada kuasa Tuhan.
BERTEKUN DALAM FIRMAN DAN BERBUAH
Firman adalah isi hati Tuhan sendiri. Dari mana Anda dapat mengenal Si Sumber Kehidupan dan mukjizat selain dari firman. Anda dapat beriman pada firman-Nya, dan firman-Nya adalah senjata untuk Anda ketika Anda menjadi pelaku firman. Berbuah adalah lebih dari sekadar selamat dan masuk surga. Tetapi menginginkan Allah memakai Anda bagi orang lain.
KUASA PERKATAAN
Mulut seperti sebuah pipa yang mengalir. Mulut mengungkapkan bukan hanya apa yang ada di dalam hati, tetapi apa yang menguasai hati itu sendiri. Pengakuan Anda membuktikan iman Anda. Memperkatakan janji dan firman setiap hari adalah bukti iman Anda teguh di dalam-Nya, serta membuka jalan dalam kemustahilan.
MELIHAT JANJI BUKAN KENYATAAN
Saat Anda merenungkan firman, maka Anda menemukan harta karun yaitu janji Allah, yang Tuhan harapkan adalah percaya bukan bergumul. Bayangkan Anda berjalan di atas air, namun ketika Anda mulai melihat keadaan sekitar, saya pastikan Anda akan goyah dan tenggelam dalam katakutan.
KETAATAN SEORANG PEMENANG
Pelajari rumus iman ini : Doa + firman x percaya (Iman yang otentik + 0)= Ketaatan yang lugas. Allah ingin bekerjasama dengan Anda. Ketika ketaatan yang lugas ditemukan dalam diri Anda, maka Tuhan yang memperlengkapi Anda dengan kuasa. Kuasa itulah membuat Anda efektif untuk keluar menjadi seorang pemenang.
YESUS KRISTUS mengasihi Anda.
Friday, September 10, 2010
Ketika kita menyakiti tubuh kita, disaat itu kita juga sedang mnyakiti tubuh TUHAN YESUS. Akhir-akhir ini banyak anak muda bahkan orang tua yg memakai narkoba, tatoo, merokok, minuman keras, judi, kekerasan (menyakiti orang lain), dll yg menyakiti tubuh kita. Seperti tatoo sekali itu nempel ditubuh kita, selamanya tidak akan bisa dihilangkan. Mungkin disaat kita buat kita merasa senang, bangga, gengsi diliat orang, tapi sekali kita mau hapus, gak akan pernah bisa lagi. Disaat itu kita akan menyesal, karna g pernah temui beberapa orang yg menyesal karna uda buat tatoo. Tubuh kita adalah bait Allah, apakah kita akan membiarkan bait Allah rusak ditangan kita sendiri?
Mungkin kita gengsi kalo merokok, tatoo, minuman keras, judi, kekerasan bahkan ngedrug bersama teman2 kita yg tidak mngerti Firman bahkan dgn yg mngerti Firman sekalipun ( mereka mengerti tapi tidak mau peduli )?
Kegengsian dan hal2 itu akan menghancurkan masa depan kita terlebih lagi menghancurkan hati TUHAN, memang dalam ALkitab tidak tercatat tidak boleh ngerokok, tatoo, narkoba, miras, tapi tidakkah kita berpikir itu hal yg akan menyakiti diri kita sendiri?Walaupun untuk kegengsian diliat orang macho, keren, seni, bukankah itu hanya untuk memenuhi hawa nafsu kedagingan kita semata? Adakah itu berkenan di hati TUHAN?
Kegengsian sama saja dgn kesombongan, dan kesombongan adalah hal yg tidak berkenan dihati TUHAN.
Untuk apa kita berlomba2, berusaha untuk melakukan apa yg dipandang baik oleh dunia, apa yg dipandang hebat oleh dunia tapi tidak menjadi anak2 TUHAN yg menyenangkan hati TUHAN?
Apalgi kalo ada pelayan TUHAN yg aktif digerja, melayani pekerjaan TUHAN tapi dimata orang dunia bahkan dimata anak2 TUHAN dia merokok, buat tatoo, narkoba, minuman keras, judi?Apakah itu hal yg baik?Bukankah dari itu setiap mata akan melihat dan setiap otak akan menilai bahwa anak TUHAN itu sama aja dengan orang2 dunia?Dan hal ini pasti akan menyakiti hati TUHAN?
Penahkah kita berpikir dengan kita seperti itu akan membuat TUHAN menangis dengan sedih?
~ Roma 12:1-2 " Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."
~ 1 Korintus 3:16 " Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam didalam kamu?"
~ Efesus 5:8 " Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,"
Sunday, September 5, 2010

Disaat kamu ditolak orang, ingatlah waktu bayi YESUS ditolak sehingga lahir dikandang yg hina. Disaat kamu mengalami cobaan, ingatlah waktu YESUS di cobai iblis tapi IA tetap kuat. Disaat kamu merasa kenapa harus berusaha, ingatlah YESUS selalu pergi kemana aja untuk me...mberitakan injil.
Disaat kamu merasa dikhianati, ingatlah YESUS juga pernah dikhianati oleh muridnya. Disaat kamu merasa sakit dan menderita, ingatlah YESUS dicambuk dengan parahnya. Disaat kamu tidak bisa memaafkan/mengampuni, ingatlah YESUS bisa memaafkan Petrus yg telah menyangkal-Nya & mengampuni orang2 yg telah menyalibkan-Nya.
Disaat kamu merasa lelah & capek, bayangkan betapa capeknya YESUS memikul salib yg berat. Disaat kamu ditinggalkan orang yg kamu sayang, ingatlah YESUS juga pernah ditinggalkan oleh BAPA waktu IA disalibkan. Disaat kamu menangis dan sedih, ingatlah YESUS juga pernah bersedih dan menangis. IA akan hadir disampingmu & menangis bersamamu. Berbahagialah kalau kita juga pernah atau sekarang lagi mengalami hal-hal diatas. Karna kita bisa merasakan apa yg TUHAN rasakan juga. Kita diberi kesempatan untuk mengalami apa yg pernah TUHAN YESUS rasakan.
Bersyukurlah akan apa yg terjadi dalam hidup walau dalam segala keadaan apapun. Walau sulit untuk tetap bersyukur disaat keadaan sulit, tapi itulah tantangan kita untuk bisa melakukannya untuk TUHAN. Walau disaat ini Anda jatuh dalam lembah kekelaman, Anda merasa sudah lama meninggalkan TUHAN. Kembalilah, datanglah pada-Nya. IA BAPA yg setia akan menerima kita kembali & akan membasuh segala dosa2 & kesalahan kita menjadi putih seperti salju.
Sering kita meninggalkan TUHAN dan berjalan sendiri seakan kita mampu, seakan kita tidak akan tersesat, seakan kita kuat, tapi gambarannya adalah seperti seekor domba diatas. IA BAPA yg terlalu teramat baik dari dulu, sekarang dan sampai selamanya IA tetap TUHAN yg sama. AMIN... ALLAH kita luar biasa...Praise the Lord...
Saturday, August 28, 2010
Tidak Ada Kasih Yang Lebih Besar

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang
yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
—Yohanes 15:13
Shrine of Remembrance yang ada di Melbourne, Australia, adalah museum peringatan untuk menghormati mereka yang mengorbankan nyawa bagi negaranya. Dibangun setelah Perang Dunia I, museum tersebut selanjutnya diperluas penggunaannya untuk mengingat mereka yang membela negara dalam konflik-konflik berikutnya.
Sungguh ini adalah suatu tempat yang indah dan mengingatkan kita akan nilai keberanian dan pengabdian, tetapi yang menjadi daya tarik utama dari museum ini adalah sebuah aula yang di dalamnya terletak sebuah batu berukirkan kata-kata, “Tidak Ada Kasih yang Lebih Besar.” Setiap tahun pada hari ke-11 dari bulan ke-11 pada pukul 11 pagi, sebuah cermin memantulkan cahaya matahari ke arah batu tersebut untuk menyorot kata Kasih. Ini merupakan bentuk penghormatan bagi mereka yang telah mengorbankan nyawa mereka. Kita menghormati kenangan terhadap mereka yang telah membayar harga yang mahal untuk kemerdekaan.
Namun, kata-kata di batu itu mengandung arti yang jauh lebih agung. Yesus berbicara pada murid-murid-Nya di malam sebelum Dia mati di kayu salib bagi dosa-dosa dunia (Yoh. 15:13). Kematian-Nya bukanlah untuk memberi kita kemerdekaan dari tirani politik, melainkan dari hukuman dosa. Kematian-Nya tidak hanya untuk memberi kita kehidupan yang lebih baik, tetapi demi memberi kita hidup yang kekal.
Memang penting untuk mengingat mereka yang telah memberikan nyawanya bagi negara mereka—tetapi kiranya kita tidak akan lupa untuk memuji dan mengagungkan Kristus yang mati bagi dunia yang sedang sekarat ini. Sungguh, tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih-Nya ini. —WEC
Salib Yesus adalah bukti nyata terbesar dari kasih Allah.
Saturday, August 21, 2010
Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku
Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.(Yesaya 46:9)
Saya dan istri saya tidak selalu saling memahami. Contohnya, masih menjadi misteri bagi istri saya bagaimana saya dapat menikmati menonton pertandingan bisbol antara tim yang sudah tidak berpeluang lagi untuk juara. Dan pastinya saya juga tidak mengerti mengapa ia begitu gemar berbelanja.
Mengasihi seseorang dengan sepenuh hati tidaklah berarti bahwa Anda harus sepenuhnya memahami dirinya. Ini adalah kabar gembira, karena kita memang tidak akan pernah dapat sepenuhnya memahami misteri yang begitu dalam dari Allah yang kita kasihi.
Dengan pikiran yang terbatas dan pandangan yang terpusat pada diri kita sendiri, kita tidak dapat mengerti mengapa Allah melakukan apa yang dikerjakan-Nya. Meskipun demikian, sebagai contohnya beberapa orang memandang suatu musibah, dan akhirnya menjauh dari Allah—karena merasa bahwa pemahaman mereka yang terbatas terhadap situasi tersebut jauh lebih baik daripada hikmat pengetahuan Allah yang tidak terbatas.
Sebenarnya, kalau kita dapat memahami Allah—jika Dia tidak lebih dari seorang manusia yang mulia dengan pengetahuan yang tidak lebih hebat daripada orang yang paling cerdas—di manakah kebesaran dan keagungan-Nya, Sang Mahakuasa? Satu alasan kita mengetahui betapa agungnya Allah kita adalah karena kita tidak dapat memahami pemikiran-Nya dengan pikiran kita.
Rasul Paulus bertanya, “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” (1 Kor. 2:16). Jelas sekali jawabannya, yakni tidak seorang pun. Puji Tuhan, walaupun kita tidak memahami-Nya, kita tahu bahwa kita dapat mempercayai-Nya. —JDB
Jalan-Mu, oh Tuhan, jauh lebih tinggi
Dan pengetahuan-Mu sangatlah luas;
Berilah kami kekuatan untuk percaya pada-Mu
Saat hidup sama sekali susah dimengerti. —Sper
Walau mustahil untuk memahami Allah sepenuhnya, yang terpenting bagi kita adalah menyembah Dia
Saya dan istri saya tidak selalu saling memahami. Contohnya, masih menjadi misteri bagi istri saya bagaimana saya dapat menikmati menonton pertandingan bisbol antara tim yang sudah tidak berpeluang lagi untuk juara. Dan pastinya saya juga tidak mengerti mengapa ia begitu gemar berbelanja.
Mengasihi seseorang dengan sepenuh hati tidaklah berarti bahwa Anda harus sepenuhnya memahami dirinya. Ini adalah kabar gembira, karena kita memang tidak akan pernah dapat sepenuhnya memahami misteri yang begitu dalam dari Allah yang kita kasihi.
Dengan pikiran yang terbatas dan pandangan yang terpusat pada diri kita sendiri, kita tidak dapat mengerti mengapa Allah melakukan apa yang dikerjakan-Nya. Meskipun demikian, sebagai contohnya beberapa orang memandang suatu musibah, dan akhirnya menjauh dari Allah—karena merasa bahwa pemahaman mereka yang terbatas terhadap situasi tersebut jauh lebih baik daripada hikmat pengetahuan Allah yang tidak terbatas.
Sebenarnya, kalau kita dapat memahami Allah—jika Dia tidak lebih dari seorang manusia yang mulia dengan pengetahuan yang tidak lebih hebat daripada orang yang paling cerdas—di manakah kebesaran dan keagungan-Nya, Sang Mahakuasa? Satu alasan kita mengetahui betapa agungnya Allah kita adalah karena kita tidak dapat memahami pemikiran-Nya dengan pikiran kita.
Rasul Paulus bertanya, “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” (1 Kor. 2:16). Jelas sekali jawabannya, yakni tidak seorang pun. Puji Tuhan, walaupun kita tidak memahami-Nya, kita tahu bahwa kita dapat mempercayai-Nya. —JDB
Jalan-Mu, oh Tuhan, jauh lebih tinggi
Dan pengetahuan-Mu sangatlah luas;
Berilah kami kekuatan untuk percaya pada-Mu
Saat hidup sama sekali susah dimengerti. —Sper
Walau mustahil untuk memahami Allah sepenuhnya, yang terpenting bagi kita adalah menyembah Dia
Subscribe to:
Posts (Atom)