Monday, April 23, 2012
Diberi Nama Baru
Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau . . . akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” —Yohanes 1:42
Dalam sebuah artikel Leading by Naming (Memimpin dengan Memberi Nama), Mark Labberton menulis tentang pengaruh dari sebuah nama. Ia menulis, “Saya masih dapat merasakan dampak dari seorang musisi teman saya yang suatu hari menyebut saya ‘musisi’. Tak seorang pun pernah memanggil saya demikian. Saya tak bisa memainkan alat musik. Saya bukanlah penyanyi. Akan tetapi . . . saat itu juga saya merasa begitu dikenal dan dikasihi . . . . [Teman saya] memperhatikan, menegaskan, dan menghargai suatu kebenaran dari dalam diri saya.
”Mungkin inilah yang dirasakan Simon ketika Yesus memberinya nama baru. Setelah Andreas yakin bahwa Yesus adalah Sang Mesias, ia segera menemui saudaranya Simon dan membawanya kepada Yesus (Yoh. 1:41-42). Yesus memandang ke dalam hati Simon, lalu menegaskan dan menghargai suatu kebenaran dari dalam diri Simon. Pastilah Yesus melihat kegagalan dan sifat tidak sabaran yang akan menyeretnya ke dalam kesulitan. Akan tetapi, lebih dari itu, Dia melihat potensi Simon untuk menjadi seorang pemimpin dalam gereja. Yesus menamakannya Kefas—bahasa Aram untuk Petrus—yang berarti sebongkah batu (Yoh. 1:42; lih. Mat. 16:18).
Demikian juga halnya dengan kita. Allah melihat kesombongan, amarah, dan kurangnya kasih kita terhadap sesama, tetapi Dia juga tahu siapa diri kita di dalam Kristus. Dia menyebut kita sebagai umat-Nya yang telah dibenarkan dan diperdamaikan (Rm. 5:9-10); diampuni, dikuduskan, dan dikasihi (Kol. 2:13; 3:12); dipilih dan setia (Why. 17:14). Ingatlah bagaimana Allah memandang Anda dan menetapkan identitas diri Anda sesuai dengan pandangan-Nya itu. —MLW
Sungguh senang saat kutemukan
Kelegaan jiwa yang terus kucari;
Yesus Juruselamat memberiku nama baru;
Kini oleh anugerah-Nya aku dipulihkan. —Hess
Tiada yang dapat mengganti identitas Anda di dalam Kristus.
祂赐新名
读经: 约翰福音1章35-42节
拉柏顿牧师在一篇名为《命名领导》的文章中提及名字的力量。他说:「当我一位做音乐的朋友称我为『音乐人』时,我感到相当震撼,因为从没 有人这样称呼我。我既不会弹奏乐器,更不是独唱家,但我立刻觉得遇见知音,何等蒙爱……他注意到我、认可我、欣赏我的潜能。」也许,这也是西门在耶稣为他重新命名时的感受。在安得烈认出耶稣就是拯救者弥赛亚之后,立刻去找兄弟西门,把他带到耶稣面前(约翰福音1章 41-42节)。耶稣鉴察西门的内心,认可他、欣赏西门的潜能。没错,耶稣看见他的失败、他冲动的个性,会常常使他陷入麻烦。但最重要的是耶稣知道西门将 来能够成为教会领袖,称他为矶法(亚兰文称为彼得),就是磐石之意(约翰福音1章42节,另见马太福音16章18节) 。对我们而言,也是如此。上帝看见我们的骄傲、愤怒、缺乏对他人的爱,但祂也同样知道我们在基督里的身分。祂称我们为义,恢复我们与祂的关系(罗马书 5章9-10节),使我们得赦、成圣、蒙爱(歌罗西书2章13节,3章12节),蒙召成为信实(启示录17章14节)。让我们谨记上帝如何看待我们,行事 为人当与我们的新身分相称。 MW
Saturday, April 14, 2012
Pengaruh Jawaban Yang Lemah Lembut Amsal 15:1-4
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. —Amsal 15:1
Mobil saya mogok di tengah terowongan ketika pengemudi lain bersusah payah melewati mobil saya, mereka melampiaskan frustrasinya dengan marah-marah. Akhirnya, mobil saya diderek ke bengkel untuk diperbaiki. Namun mobil saya mogok lagi, sehingga saya terdampar di jalan raya antar kota pada pukul 2 pagi. Saya harus kembali membawanya ke bengkel tadi.Sayangnya, bengkel itu juga menjadi tempat parkir selama pertandingan bisbol tim Boston Red Sox.
Keesokan harinya sepulang kerja, ketika saya tiba di sana untuk mengambilnya, mobil saya terjebak di antara 30 mobil lainnya!Saya harus akui bahwa ocehan dan teriakan saya tak sepenuhnya memuliakan Kristus. Setelah menyadari bahwa sikap itu membuat mereka semakin ogah membantu saya saat bengkel itu sudah mau tutup, saya berniat untuk menyerah dan keluar dari situ. Saya bergegas ke pintu kaca, tetapi saya sulit membukanya. Amarah saya memuncak ketika para pekerja bengkel justru menertawakan saya.
Belum jauh melangkah, saya tersadar betapa sikap saya sama sekali tidak memuliakan Kristus. Saya berbalik untuk mengetuk pintu yang telah terkunci dan mengucapkan kata “maaf” kepada para pekerja bengkel itu. Mereka sangat kaget! Mereka pun mengizinkan saya masuk kembali, dan dengan lemah lembut, saya mengatakan bahwa sebagai orang Kristen saya tak pantas bersikap seperti itu. Beberapa menit kemudian, mereka mulai memindahkan mobil-mobil lain sehingga mobil saya bisa keluar. Saya mengalami alangkah benarnya, bahwa perkataan yang lemah lembut, dan bukan yang pedas, bisa mengubah keadaan (Ams. 15:1). —RKK
Kiranya dalam cengkeraman amarah kutemukan
Kuasa diri untuk jinakkan lidah dan bibir;
Namun jika aku gagal, kiranya Allah berikanku
Keteguhan hati untuk mengampuni. —Kilgore
Jawaban yang lemah lembut sering kali menjadi alat untuk meredakan hati yang keras
阅读:箴言15:1-4
回 答 柔 和 , 使 怒 消 退 , 但 苛 刻 的 话 挑 起 的 愤 怒 。- 箴 言 1 5 : 1
我 的 车 抛 锚 在 隧 道 中 时 ,其 他 司 机 挣 扎 着 , 他 们 通 过 我 的 车 ,发 泄 自 己 的 坏 脾 气 的 挫 折 。 最 后 , 我 的 车 被 拖 到 修 车 厂 修 理 。 但 我 的 车 抛 锚 了 , 所 以 我 被 滞 留 在 高 速 公 路 上 镇 凌 晨 2 时 之 间 。 我 把 他 带 回 店 。
不 幸 的 是 , 车 间 也 是 在 一 场 棒 球 比 赛 波 士 顿 红 袜 队的 停 车 场 。
下 班 后 的 第 二 天 , 当 我 把 它 捡 起 来 , 我 的 车 被 卡 在 其 他 3 0 车 !
我 必须 承 认 , 我 是 呓 语 和 呼 喊 完 全 荣 耀 基 督 。 实 现 这 种 态 度 使 他 们 越 来 越 不 愿 意 帮 助 我 , 当 它 关 闭 商 店 后 , 我 打 算 放 弃 它 。 我 赶 到 的 玻
璃 门 ,但 我 觉 得 很 难 打 开 。 我 的 愤 怒 达 到 顶 峰 时 , 工 人 会 嘲 笑 我 的 店 。
没 有 走 得 更 远 , 我 意 识 到 我 的 态 度 是 不 荣 耀 基 督 。
我 转 过 身 来 , 锁 着 的 门 上 敲 , 说 “ 对 不 起 ” 字 车 库 工 人 。 他 们 非 常 惊 讶 ! 他 们 甚 至 让 我 再 次 登 录 , 轻 轻 地 , 我 说 , 作 为 一 个 基 督 徒 , 我 不 值 得 这 样 。 几 分 钟 后 , 他 们 开 始 移 动 等 车 , 这 样 我 就 可 以 退 出 汽 车 。 我 经 历 了 如 何 真 实 的 , 那 句 话 是 温 顺 , 不 辣 , 可 以 改 变 的 事 情 ( 箴 1 5 : 1 )
它 似 乎 在 愤 怒 的 发 现 抓 地 力
权 力 本 身 驯 服 的 舌 头 和 嘴 唇 ;
但 是 , 如 果 我 失 败 了 , 神 做
宽 恕 的 勇 气 。 - 基 尔 戈
温 和 的 回 答 往 往 是 铁 石 心 肠 的 一 种 手 段 , 以 纾 缓 。
BALA TENTARA ALLAH Raja-Raja 6:8-17
Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. —Mazmur 91:1
Ketika cucu perempuan kami, Julia, masih sangat kecil, kami mengajaknya berkendara dengan mobil menyusuri jalan pegunungan Idaho. Setelah itu, Julia dan neneknya memperbincangkan “petualangan” ini. “Aku tak merasa khawatir karena kurasa Kakek punya seorang malaikat pelindung,” kata Nenek. “Menurutku Kakek pasti punya satu tim malaikat pelindung!” jawab Julia.
Para malaikat bertugas untuk melindungi dan melayani anak-anak Allah (Ibr. 1:13-14). Pemazmur berkata,” Kereta-kereta Allah . . . beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang” (Mzm. 68:18). Allah adalah “Tuhan semesta alam,” yang berarti “Tuhan atas barisan tentara surga”. Para malaikat adalah barisan tentara Tuhan.
Dalam kitab 2 Raja-Raja, kita membaca tentang Elisa dan pelayannya yang dikepung oleh barisan tentara Aram. Pelayan Elisa itu berseru, “Celaka, tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Elisa menjawab, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu, Tuhan membuka mata pelayan itu sehingga ia dapat melihat bahwa “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (6:15-17). Barisan tentara Tuhan ada di sana!
Meskipun kita juga tidak dapat melihat barisan tentara Tuhan dengan mata biasa kita, kita dapat berpegang dalam keyakinan bahwa Tuhan semesta alam terus-menerus menjaga kita dan Dia memiliki barisan tentara yang tidak kasat mata yang siap dikirim atas perintah-Nya ke mana pun yang dikehendaki-Nya. —DHR
Betapa cepat pertolongan yang diberikan Bapa
Kepada orang-orang kudus yang bergumul di dunia!
Dia mengirimkan barisan tentara surgawi-Nya
‘Tuk hancurkan musuh bebuyutan kita. —D. De Haan
上帝的軍隊
讀經: 列王紀下6章8-17節)
金句:「因 他 要 為 你 吩 咐 他 的 使 者 , 在 你 行 的 一 切 道 路 上 保 護 你 。」
(詩 篇 9 1 篇 1 1 節)
我 們 的 孫 女 茱 莉 亞 還 很 小 的 時 候 , 我 們 帶 著 她 開 車 走 愛 達 華 州 的 山 路 。 後 來 , 她 和 奶 奶 談 到 這 一 段 「 探 險 」 。 奶 奶 說 : 「 我 不 擔 心 , 因 為 我 想 , 爺 爺 有 守 護 天 使 。」 茱 莉 亞 回 答 : 「 我 想 , 他 一 定 是 有 一 整 隊 的 守 護 天 使 ! 」
天 使 的 使 命 是 保 護 與 服 務 上 帝 的 孩 子 ( 希 伯 來 書 1 章 1 3 – 1 4 節 ) 。 詩 篇 的 作 者 說 : 「 上 帝 的 車 輦 累 萬 盈 千 」 ( 詩 篇 6 8 篇 1 7 節 ) 。 上 帝 是 「 萬 軍 之 主 」 , 天 使 就 是 上 帝 的 軍 隊 。
在 列 王 紀 下 , 我 們 讀 到 以 利 沙 和 他 的 僕 人 被 敘 利 亞 的 軍 隊 包 圍 。 以 利 沙 的 僕 人 喊 道 : 「 哀 哉 ! 我 主 啊 , 我 們 怎 樣 行 才 好 呢 ? 」 以 利 沙 回 答 : 「 不 要 懼 怕 ! 與 我 們 同 在 的 比 與 他 們 同 在 的 更 多 」 。 接 著 上 帝 打 開 僕 人 的 眼 睛 , 他 看 見 「 滿 山 有 火 車 火 馬 圍 繞 以 利 沙 」 ( 6 章 1 5 – 1 7 節 ) 。 上 帝 的 軍 隊 已 經 蓄 勢 待 發 !
即 使 我 們 無 法 用 肉 眼 看 到 守 護 天 使 , 但 我 們 卻 可 以 安 心 , 確 信 萬 軍 之 主 時 刻 都 在 看 顧 我 們 。 祂 手 中 有 我 們 看 不 見 的 軍 隊 , 隨 時 為 祂 的 兒 女 待 命 而 發!DHR
天 父 隨 時 伸 手 相 助 ,
地 上 正 掙 扎 的 聖 徒 ;
祂 要 差 遣 屬 天 軍 隊,
自 古 敵 人 都 被 剪 除 。 D. De Haan
我 們 在 天 使 的 守 護 下 為 主 做 工
Mobil saya mogok di tengah terowongan ketika pengemudi lain bersusah payah melewati mobil saya, mereka melampiaskan frustrasinya dengan marah-marah. Akhirnya, mobil saya diderek ke bengkel untuk diperbaiki. Namun mobil saya mogok lagi, sehingga saya terdampar di jalan raya antar kota pada pukul 2 pagi. Saya harus kembali membawanya ke bengkel tadi.Sayangnya, bengkel itu juga menjadi tempat parkir selama pertandingan bisbol tim Boston Red Sox.
Keesokan harinya sepulang kerja, ketika saya tiba di sana untuk mengambilnya, mobil saya terjebak di antara 30 mobil lainnya!Saya harus akui bahwa ocehan dan teriakan saya tak sepenuhnya memuliakan Kristus. Setelah menyadari bahwa sikap itu membuat mereka semakin ogah membantu saya saat bengkel itu sudah mau tutup, saya berniat untuk menyerah dan keluar dari situ. Saya bergegas ke pintu kaca, tetapi saya sulit membukanya. Amarah saya memuncak ketika para pekerja bengkel justru menertawakan saya.
Belum jauh melangkah, saya tersadar betapa sikap saya sama sekali tidak memuliakan Kristus. Saya berbalik untuk mengetuk pintu yang telah terkunci dan mengucapkan kata “maaf” kepada para pekerja bengkel itu. Mereka sangat kaget! Mereka pun mengizinkan saya masuk kembali, dan dengan lemah lembut, saya mengatakan bahwa sebagai orang Kristen saya tak pantas bersikap seperti itu. Beberapa menit kemudian, mereka mulai memindahkan mobil-mobil lain sehingga mobil saya bisa keluar. Saya mengalami alangkah benarnya, bahwa perkataan yang lemah lembut, dan bukan yang pedas, bisa mengubah keadaan (Ams. 15:1). —RKK
Kiranya dalam cengkeraman amarah kutemukan
Kuasa diri untuk jinakkan lidah dan bibir;
Namun jika aku gagal, kiranya Allah berikanku
Keteguhan hati untuk mengampuni. —Kilgore
Jawaban yang lemah lembut sering kali menjadi alat untuk meredakan hati yang keras
阅读:箴言15:1-4
回 答 柔 和 , 使 怒 消 退 , 但 苛 刻 的 话 挑 起 的 愤 怒 。- 箴 言 1 5 : 1
我 的 车 抛 锚 在 隧 道 中 时 ,其 他 司 机 挣 扎 着 , 他 们 通 过 我 的 车 ,发 泄 自 己 的 坏 脾 气 的 挫 折 。 最 后 , 我 的 车 被 拖 到 修 车 厂 修 理 。 但 我 的 车 抛 锚 了 , 所 以 我 被 滞 留 在 高 速 公 路 上 镇 凌 晨 2 时 之 间 。 我 把 他 带 回 店 。
不 幸 的 是 , 车 间 也 是 在 一 场 棒 球 比 赛 波 士 顿 红 袜 队的 停 车 场 。
下 班 后 的 第 二 天 , 当 我 把 它 捡 起 来 , 我 的 车 被 卡 在 其 他 3 0 车 !
我 必须 承 认 , 我 是 呓 语 和 呼 喊 完 全 荣 耀 基 督 。 实 现 这 种 态 度 使 他 们 越 来 越 不 愿 意 帮 助 我 , 当 它 关 闭 商 店 后 , 我 打 算 放 弃 它 。 我 赶 到 的 玻
璃 门 ,但 我 觉 得 很 难 打 开 。 我 的 愤 怒 达 到 顶 峰 时 , 工 人 会 嘲 笑 我 的 店 。
没 有 走 得 更 远 , 我 意 识 到 我 的 态 度 是 不 荣 耀 基 督 。
我 转 过 身 来 , 锁 着 的 门 上 敲 , 说 “ 对 不 起 ” 字 车 库 工 人 。 他 们 非 常 惊 讶 ! 他 们 甚 至 让 我 再 次 登 录 , 轻 轻 地 , 我 说 , 作 为 一 个 基 督 徒 , 我 不 值 得 这 样 。 几 分 钟 后 , 他 们 开 始 移 动 等 车 , 这 样 我 就 可 以 退 出 汽 车 。 我 经 历 了 如 何 真 实 的 , 那 句 话 是 温 顺 , 不 辣 , 可 以 改 变 的 事 情 ( 箴 1 5 : 1 )
它 似 乎 在 愤 怒 的 发 现 抓 地 力
权 力 本 身 驯 服 的 舌 头 和 嘴 唇 ;
但 是 , 如 果 我 失 败 了 , 神 做
宽 恕 的 勇 气 。 - 基 尔 戈
温 和 的 回 答 往 往 是 铁 石 心 肠 的 一 种 手 段 , 以 纾 缓 。
BALA TENTARA ALLAH Raja-Raja 6:8-17
Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. —Mazmur 91:1
Ketika cucu perempuan kami, Julia, masih sangat kecil, kami mengajaknya berkendara dengan mobil menyusuri jalan pegunungan Idaho. Setelah itu, Julia dan neneknya memperbincangkan “petualangan” ini. “Aku tak merasa khawatir karena kurasa Kakek punya seorang malaikat pelindung,” kata Nenek. “Menurutku Kakek pasti punya satu tim malaikat pelindung!” jawab Julia.
Para malaikat bertugas untuk melindungi dan melayani anak-anak Allah (Ibr. 1:13-14). Pemazmur berkata,” Kereta-kereta Allah . . . beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang” (Mzm. 68:18). Allah adalah “Tuhan semesta alam,” yang berarti “Tuhan atas barisan tentara surga”. Para malaikat adalah barisan tentara Tuhan.
Dalam kitab 2 Raja-Raja, kita membaca tentang Elisa dan pelayannya yang dikepung oleh barisan tentara Aram. Pelayan Elisa itu berseru, “Celaka, tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” Elisa menjawab, “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu, Tuhan membuka mata pelayan itu sehingga ia dapat melihat bahwa “gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (6:15-17). Barisan tentara Tuhan ada di sana!
Meskipun kita juga tidak dapat melihat barisan tentara Tuhan dengan mata biasa kita, kita dapat berpegang dalam keyakinan bahwa Tuhan semesta alam terus-menerus menjaga kita dan Dia memiliki barisan tentara yang tidak kasat mata yang siap dikirim atas perintah-Nya ke mana pun yang dikehendaki-Nya. —DHR
Betapa cepat pertolongan yang diberikan Bapa
Kepada orang-orang kudus yang bergumul di dunia!
Dia mengirimkan barisan tentara surgawi-Nya
‘Tuk hancurkan musuh bebuyutan kita. —D. De Haan
上帝的軍隊
讀經: 列王紀下6章8-17節)
金句:「因 他 要 為 你 吩 咐 他 的 使 者 , 在 你 行 的 一 切 道 路 上 保 護 你 。」
(詩 篇 9 1 篇 1 1 節)
我 們 的 孫 女 茱 莉 亞 還 很 小 的 時 候 , 我 們 帶 著 她 開 車 走 愛 達 華 州 的 山 路 。 後 來 , 她 和 奶 奶 談 到 這 一 段 「 探 險 」 。 奶 奶 說 : 「 我 不 擔 心 , 因 為 我 想 , 爺 爺 有 守 護 天 使 。」 茱 莉 亞 回 答 : 「 我 想 , 他 一 定 是 有 一 整 隊 的 守 護 天 使 ! 」
天 使 的 使 命 是 保 護 與 服 務 上 帝 的 孩 子 ( 希 伯 來 書 1 章 1 3 – 1 4 節 ) 。 詩 篇 的 作 者 說 : 「 上 帝 的 車 輦 累 萬 盈 千 」 ( 詩 篇 6 8 篇 1 7 節 ) 。 上 帝 是 「 萬 軍 之 主 」 , 天 使 就 是 上 帝 的 軍 隊 。
在 列 王 紀 下 , 我 們 讀 到 以 利 沙 和 他 的 僕 人 被 敘 利 亞 的 軍 隊 包 圍 。 以 利 沙 的 僕 人 喊 道 : 「 哀 哉 ! 我 主 啊 , 我 們 怎 樣 行 才 好 呢 ? 」 以 利 沙 回 答 : 「 不 要 懼 怕 ! 與 我 們 同 在 的 比 與 他 們 同 在 的 更 多 」 。 接 著 上 帝 打 開 僕 人 的 眼 睛 , 他 看 見 「 滿 山 有 火 車 火 馬 圍 繞 以 利 沙 」 ( 6 章 1 5 – 1 7 節 ) 。 上 帝 的 軍 隊 已 經 蓄 勢 待 發 !
即 使 我 們 無 法 用 肉 眼 看 到 守 護 天 使 , 但 我 們 卻 可 以 安 心 , 確 信 萬 軍 之 主 時 刻 都 在 看 顧 我 們 。 祂 手 中 有 我 們 看 不 見 的 軍 隊 , 隨 時 為 祂 的 兒 女 待 命 而 發!DHR
天 父 隨 時 伸 手 相 助 ,
地 上 正 掙 扎 的 聖 徒 ;
祂 要 差 遣 屬 天 軍 隊,
自 古 敵 人 都 被 剪 除 。 D. De Haan
我 們 在 天 使 的 守 護 下 為 主 做 工
Sunday, April 1, 2012
Wujudkan Cinta Kasih Anda ! Markus 14:3-9
Kontras dengan kebencian yang ditunjukkan oleh para imam kepala dan ahli-
ahli taurat (Mrk. 14:1-2), adalah pernyataan kasih yang sangat besar dari seorang
perempuan kepada Yesus. Perempuan itu mencurahkan minyak narwastu murni yang
mahal harganya ke atas kepala Yesus (Mrk. 14:3). Namun tindakan itu dianggap
pemborosan oleh orang-orang yang hadir bersama Yesus di rumah Simon, si kusta
(Mrk. 14:4-5). Apa yang dilakukan oleh perempuan itu merupakan pelayanan kasih
kepada Yesus.
Perempuan itu adalah perempuan biasa (dalam Injil Yohanes, nama perempuan
yang mengurapi Yesus adalah Maria, tetapi dalam Injil Markus ini hanya disebut
sebagai “seorang perempuan”). Namun pujian dan penghargaan yang diberikan Yesus
padanya menunjukkan bahwa ia jauh lebih tahu tentang apa yang akan segera terjadi
pada diri Yesus (8-9). Ia melakukan sesuatu bagi Yesus dengan mempertaruhkan
uang dan reputasinya sebagai wujud pelayanan dan kasihnya kepada Yesus. Bagi dia,
Yesus jauh lebih berharga dibanding apa pun juga.
Sikap ini sangat berbeda dengan sikap yang ditunjukkan oleh para imam kepala dan
ahli-ahli Taurat dalam perikop sebelumnya, yang menganggap kedudukan dan kuasa
jauh lebih berharga di atas segalanya. Itulah sebabnya mereka berencana membunuh
Yesus. Begitu pula dengan orang-orang yang hadir saat itu. Mereka menganggap
bahwa minyak narwastu terlalu mahal untuk dicurahkan ke atas kepala Yesus. Yang
mereka pikirkan hanya uang, yang mereka tutupi dengan alasan untuk membantu
orang-orang miskin (5).
Apa yang sudah kita berikan sebagai wujud cinta kasih kita kepada Tuhan?
Bersediakah kita mempertaruhkan uang, reputasi, harga diri, bahkan diri kita sebagai
wujud pelayanan kasih kita kepada Tuhan? Atau jangan-jangan kita menganggap
uang, reputasi, dan harga diri jauh lebih berharga dibanding Yesus? Mari wujudkan
kasih kita kepada Tuhan dengan apa yang ada pada kita. Sekalipun kita ditolak,
dikecam, bahkan dipandang sebelah mata, kiranya tidak menghalang kita untuk
memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
实现你的爱! 阅读:马克14:3-9
祭司长和文士,文士(马可福音14:1-2),表现出的仇恨与对比的是女
人耶稣的巨大的爱的表达。该名女子浇在耶稣的头上单纯的价格昂贵的
药膏(马可福音14:3)。但行动被认为是与耶稣的人出席了西蒙,麻风
病人(马可福音14:4-5)的房子废物。什么女人是爱耶稣的事工。
该名女子是一个普通的女子(下简称为“一个女人”中的女人膏抹耶稣是
玛丽的名字,约翰福音,但在马可福音)。但耶稣给他的赞誉和奖项,
表明他知道很快就会发生更多关于耶稣(8-9)。他在做什么东西冒着金
钱和名誉作为一种服务和耶稣的爱,为耶稣。耶稣对他来说,是远远超
过其他任何有价值的。
从祭司长和文士,在前面的通道,假定功率更有价值高于一切的位置,
显示的态度,这种态度是非常不同。这就是为什么他们计划杀害耶稣。
因此,它是当时出席的人。他们认为,过于昂贵的药膏,擦上耶稣的
头。他们认为只有钱,他们有一个原因,以帮助穷人(5)覆盖。
为表达我们对神的爱给我们什么?你打赌金钱,名誉,自尊,甚至自己
作为一个表达我们的爱为上帝的服务?或者我们认为金钱,名誉,自尊
远远比耶稣更有价值吗?让我们体现我们对上帝的爱,什么是我们。即
使我们被拒绝,批评,甚至被低估,不会阻止我们提供主最好的。
ahli taurat (Mrk. 14:1-2), adalah pernyataan kasih yang sangat besar dari seorang
perempuan kepada Yesus. Perempuan itu mencurahkan minyak narwastu murni yang
mahal harganya ke atas kepala Yesus (Mrk. 14:3). Namun tindakan itu dianggap
pemborosan oleh orang-orang yang hadir bersama Yesus di rumah Simon, si kusta
(Mrk. 14:4-5). Apa yang dilakukan oleh perempuan itu merupakan pelayanan kasih
kepada Yesus.
Perempuan itu adalah perempuan biasa (dalam Injil Yohanes, nama perempuan
yang mengurapi Yesus adalah Maria, tetapi dalam Injil Markus ini hanya disebut
sebagai “seorang perempuan”). Namun pujian dan penghargaan yang diberikan Yesus
padanya menunjukkan bahwa ia jauh lebih tahu tentang apa yang akan segera terjadi
pada diri Yesus (8-9). Ia melakukan sesuatu bagi Yesus dengan mempertaruhkan
uang dan reputasinya sebagai wujud pelayanan dan kasihnya kepada Yesus. Bagi dia,
Yesus jauh lebih berharga dibanding apa pun juga.
Sikap ini sangat berbeda dengan sikap yang ditunjukkan oleh para imam kepala dan
ahli-ahli Taurat dalam perikop sebelumnya, yang menganggap kedudukan dan kuasa
jauh lebih berharga di atas segalanya. Itulah sebabnya mereka berencana membunuh
Yesus. Begitu pula dengan orang-orang yang hadir saat itu. Mereka menganggap
bahwa minyak narwastu terlalu mahal untuk dicurahkan ke atas kepala Yesus. Yang
mereka pikirkan hanya uang, yang mereka tutupi dengan alasan untuk membantu
orang-orang miskin (5).
Apa yang sudah kita berikan sebagai wujud cinta kasih kita kepada Tuhan?
Bersediakah kita mempertaruhkan uang, reputasi, harga diri, bahkan diri kita sebagai
wujud pelayanan kasih kita kepada Tuhan? Atau jangan-jangan kita menganggap
uang, reputasi, dan harga diri jauh lebih berharga dibanding Yesus? Mari wujudkan
kasih kita kepada Tuhan dengan apa yang ada pada kita. Sekalipun kita ditolak,
dikecam, bahkan dipandang sebelah mata, kiranya tidak menghalang kita untuk
memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
实现你的爱! 阅读:马克14:3-9
祭司长和文士,文士(马可福音14:1-2),表现出的仇恨与对比的是女
人耶稣的巨大的爱的表达。该名女子浇在耶稣的头上单纯的价格昂贵的
药膏(马可福音14:3)。但行动被认为是与耶稣的人出席了西蒙,麻风
病人(马可福音14:4-5)的房子废物。什么女人是爱耶稣的事工。
该名女子是一个普通的女子(下简称为“一个女人”中的女人膏抹耶稣是
玛丽的名字,约翰福音,但在马可福音)。但耶稣给他的赞誉和奖项,
表明他知道很快就会发生更多关于耶稣(8-9)。他在做什么东西冒着金
钱和名誉作为一种服务和耶稣的爱,为耶稣。耶稣对他来说,是远远超
过其他任何有价值的。
从祭司长和文士,在前面的通道,假定功率更有价值高于一切的位置,
显示的态度,这种态度是非常不同。这就是为什么他们计划杀害耶稣。
因此,它是当时出席的人。他们认为,过于昂贵的药膏,擦上耶稣的
头。他们认为只有钱,他们有一个原因,以帮助穷人(5)覆盖。
为表达我们对神的爱给我们什么?你打赌金钱,名誉,自尊,甚至自己
作为一个表达我们的爱为上帝的服务?或者我们认为金钱,名誉,自尊
远远比耶稣更有价值吗?让我们体现我们对上帝的爱,什么是我们。即
使我们被拒绝,批评,甚至被低估,不会阻止我们提供主最好的。
Tuesday, March 27, 2012
PUJIAN CUMA-CUMA Baca: Amsal 16:20-28
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
Amsal 16:24
Di tengah berlangsungnya krisis ekonomi dan maraknya berita tidak menggembirakan, dua mahasiswa di Universitas Purdue memutuskan untuk menghibur orang-orang yang mereka temui di kampus dengan kata-kata yang membangkitkan semangat. Selama dua jam di setiap Rabu sore, Cameron Brown dan Brett Westcott berdiri di jalanan kampus yang ramai sambil memegang papan bertuliskan “Pujian Cuma-Cuma” dan menyatakan pujian pada setiap orang yang lewat. “Aku suka mantel merahmu.” “Sepatu bot saljumu keren.” “Senyummu manis sekali.” Sejumlah mahasiswa berkata bahwa mereka sengaja berjalan melewati “para pemuji gratis” ini di setiap Rabu hanya untuk mendengar sepatah kata menghibur yang mereka ucapkan.
Saya terperangah oleh dua mahasiswa yang memandang orang-orang dengan tujuan untuk memuji mereka, dan bukan mencari kesalahan atau melontarkan kritik. Apakah demikian cara saya, sebagai pengikut Kristus, memandang orang lain setiap hari?
Daripada menjadi seperti orang yang hanya berfokus pada hal yang buruk dan mengeluarkan perkataan bagaikan “api yang menghanguskan” (Ams. 16:27), kita dapat mengambil langkah yang berbeda, dengan menyadari bahwa apa yang kita katakan bersumber dari dalam lubuk hati kita. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (ay.23-24).
Kata-kata menghibur mungkin diberikan cuma-cuma, tetapi tak ternilai harganya dalam
membangkitkan semangat. Mengapa tidak kita memberi semangat kepada seseorang hari ini?
Kuasa kata-kata bisa membangun atau menjatuhkan–
Menciptakan senyum lebar atau menghasilkan kernyit sedih;
Jadi, saat bertemu semua orang setiap harinya,
Pastikan kata-kata kita memberi mereka semangat. —Fitzhugh
Amsal 16:24
Di tengah berlangsungnya krisis ekonomi dan maraknya berita tidak menggembirakan, dua mahasiswa di Universitas Purdue memutuskan untuk menghibur orang-orang yang mereka temui di kampus dengan kata-kata yang membangkitkan semangat. Selama dua jam di setiap Rabu sore, Cameron Brown dan Brett Westcott berdiri di jalanan kampus yang ramai sambil memegang papan bertuliskan “Pujian Cuma-Cuma” dan menyatakan pujian pada setiap orang yang lewat. “Aku suka mantel merahmu.” “Sepatu bot saljumu keren.” “Senyummu manis sekali.” Sejumlah mahasiswa berkata bahwa mereka sengaja berjalan melewati “para pemuji gratis” ini di setiap Rabu hanya untuk mendengar sepatah kata menghibur yang mereka ucapkan.
Saya terperangah oleh dua mahasiswa yang memandang orang-orang dengan tujuan untuk memuji mereka, dan bukan mencari kesalahan atau melontarkan kritik. Apakah demikian cara saya, sebagai pengikut Kristus, memandang orang lain setiap hari?
Daripada menjadi seperti orang yang hanya berfokus pada hal yang buruk dan mengeluarkan perkataan bagaikan “api yang menghanguskan” (Ams. 16:27), kita dapat mengambil langkah yang berbeda, dengan menyadari bahwa apa yang kita katakan bersumber dari dalam lubuk hati kita. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (ay.23-24).
Kata-kata menghibur mungkin diberikan cuma-cuma, tetapi tak ternilai harganya dalam
membangkitkan semangat. Mengapa tidak kita memberi semangat kepada seseorang hari ini?
Kuasa kata-kata bisa membangun atau menjatuhkan–
Menciptakan senyum lebar atau menghasilkan kernyit sedih;
Jadi, saat bertemu semua orang setiap harinya,
Pastikan kata-kata kita memberi mereka semangat. —Fitzhugh
Saturday, February 18, 2012
Lagi, Lagi, Lagi Filipi 4:10-20
Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Filipi 4:11
Karena kini putri saya sedang belajar berbicara, ia telah mengadopsi satu kata favorit: lagi. Ia akan mengatakan “lagi” sambil menunjuk pada roti bakar yang diolesi selai. Ia mengulurkan telapak tangannya dan mengatakan, “Lagi!” ketika suami saya memberinya sejumlah uang logam untuk mengisi celengannya. Ia bahkan menjerit, “Ayah, lagi!” di suatu pagi setelah ayahnya berangkat kerja.
Seperti putri kecil saya, kebanyakan dari kita melihat ke sekitar kita dan meminta “lagi” dan “lagi.”
Sayangnya, kita tidak pernah merasa cukup. Kita memerlukan kuasa Kristus untuk mematahkan siklus tersebut sehingga kita dapat berkata seperti Paulus, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Flp. 4:11).
Frasa “aku telah belajar” menyatakan kepada saya bahwa Paulus tidaklah menghadapi setiap situasi yang ada dengan senyuman. Belajar mencukupkan diri itu membutuhkan latihan. Pengalaman Paulus terdiri dari pasang surut kehidupan, mulai dari digigit ular hingga menyelamatkan jiwa; dari ditimpa tuduhan palsu hingga membangun jemaat di berbagai kota. Meski demikian, ia menyatakan bahwa Yesus adalah jawaban yang membawa kepuasaan bagi jiwanya. Ia berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ay.13). Yesus telah memberinya ketangguhan rohani untuk bertahan di masa paceklik dan menghindari jerat dosa yang datang dari masa kelimpahan.
Jika Anda merasa bahwa Anda menginginkan “lagi, lagi, lagi,” ingatlah bahwa kepuasan sejati dialami ketika Anda menikmati Kristus “lagi dan lagi”. —JBS
Janganlah kecewa karena hal-hal duniawi;
Semua itu tak akan pernah memuaskan.
Rahasia kepuasan itu terletak pada
Mempercayai Tuhan akan menyediakan. —D. De Haan
Kepuasan yang sejati tak tergantung pada apa pun yang ada di dunia ini.
Karena kini putri saya sedang belajar berbicara, ia telah mengadopsi satu kata favorit: lagi. Ia akan mengatakan “lagi” sambil menunjuk pada roti bakar yang diolesi selai. Ia mengulurkan telapak tangannya dan mengatakan, “Lagi!” ketika suami saya memberinya sejumlah uang logam untuk mengisi celengannya. Ia bahkan menjerit, “Ayah, lagi!” di suatu pagi setelah ayahnya berangkat kerja.
Seperti putri kecil saya, kebanyakan dari kita melihat ke sekitar kita dan meminta “lagi” dan “lagi.”
Sayangnya, kita tidak pernah merasa cukup. Kita memerlukan kuasa Kristus untuk mematahkan siklus tersebut sehingga kita dapat berkata seperti Paulus, “Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Flp. 4:11).
Frasa “aku telah belajar” menyatakan kepada saya bahwa Paulus tidaklah menghadapi setiap situasi yang ada dengan senyuman. Belajar mencukupkan diri itu membutuhkan latihan. Pengalaman Paulus terdiri dari pasang surut kehidupan, mulai dari digigit ular hingga menyelamatkan jiwa; dari ditimpa tuduhan palsu hingga membangun jemaat di berbagai kota. Meski demikian, ia menyatakan bahwa Yesus adalah jawaban yang membawa kepuasaan bagi jiwanya. Ia berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ay.13). Yesus telah memberinya ketangguhan rohani untuk bertahan di masa paceklik dan menghindari jerat dosa yang datang dari masa kelimpahan.
Jika Anda merasa bahwa Anda menginginkan “lagi, lagi, lagi,” ingatlah bahwa kepuasan sejati dialami ketika Anda menikmati Kristus “lagi dan lagi”. —JBS
Janganlah kecewa karena hal-hal duniawi;
Semua itu tak akan pernah memuaskan.
Rahasia kepuasan itu terletak pada
Mempercayai Tuhan akan menyediakan. —D. De Haan
Kepuasan yang sejati tak tergantung pada apa pun yang ada di dunia ini.
Saturday, February 11, 2012
Enam Tingkat Keterpisahan Yesaya 55:8-11
Demikianlah firman-Ku . . . tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia. —Yesaya 55:11
Sekitar 80 tahun yang lalu, seorang penulis asal Hongaria, Frigyes Karinthy, menulis sebuah cerita pendek yang diberi judul Chain-Links (Hubungan Berantai). Di dalamnya, ia mengemukakan suatu ide bahwa dua individu mana pun di dunia ini saling terhubung melalui sebanyak-banyaknya lima orang kenalan. Kini teori tersebut dimunculkan lagi dan biasanya disebut sebagai “Six Degrees of Separation” (Enam Tingkat Keterpisahan).
Tentu saja teori ini belum terbukti kebenarannya. Namun, memang ada suatu dinamika yang dapat menghubungkan kita dengan berbagai orang di seluruh penjuru dunia, yaitu hikmat dan pemeliharaan Allah yang bekerja melalui firman-Nya untuk menggenapi kehendak-Nya.
Beberapa tahun yang lalu, saya menerima sepucuk surat dari seorang pria yang tidak pernah saya jumpai sebelumnya. Ia menceritakan bahwa sebuah pesan yang saya kirim untuk seorang teman yang tinggal di dekat saya telah sampai kepadanya. Pesan tersebut telah menguatkannya di tengah kecemasan dan keputusasaan mendalam yang dialaminya.
Teman yang saya kirimi pesan itu ternyata mengirimkannya kepada seorang temannya, yang kemudian mengirimkannya lagi kepada temannya yang lain, demikian seterusnya, hingga pesan itu sampai kepada pria yang mengirimkan surat kepada saya.
Mungkin saja kata-kata sederhana yang kita sampaikan dengan penuh kasih, dituntun oleh hikmat Allah, dan diteruskan oleh Roh Kudus akan memiliki pengaruh yang abadi dalam hidup seseorang.
Bukankah kita patut memenuhi diri dengan firman Allah dan meneruskannya kepada orang lain dengan harapan Allah akan memakainya untuk mencapai maksud yang dikehendaki-Nya? (Yes. 55:11). —DHR
Lakukan suatu kebaikan yang sederhana,
Walau engkau mungkin tak melihat hasil akhirnya;
Hal itu akan berdampak, bak riak air yang melebar,
Jauh sampai pada kekekalan. —Norris
Sekitar 80 tahun yang lalu, seorang penulis asal Hongaria, Frigyes Karinthy, menulis sebuah cerita pendek yang diberi judul Chain-Links (Hubungan Berantai). Di dalamnya, ia mengemukakan suatu ide bahwa dua individu mana pun di dunia ini saling terhubung melalui sebanyak-banyaknya lima orang kenalan. Kini teori tersebut dimunculkan lagi dan biasanya disebut sebagai “Six Degrees of Separation” (Enam Tingkat Keterpisahan).
Tentu saja teori ini belum terbukti kebenarannya. Namun, memang ada suatu dinamika yang dapat menghubungkan kita dengan berbagai orang di seluruh penjuru dunia, yaitu hikmat dan pemeliharaan Allah yang bekerja melalui firman-Nya untuk menggenapi kehendak-Nya.
Beberapa tahun yang lalu, saya menerima sepucuk surat dari seorang pria yang tidak pernah saya jumpai sebelumnya. Ia menceritakan bahwa sebuah pesan yang saya kirim untuk seorang teman yang tinggal di dekat saya telah sampai kepadanya. Pesan tersebut telah menguatkannya di tengah kecemasan dan keputusasaan mendalam yang dialaminya.
Teman yang saya kirimi pesan itu ternyata mengirimkannya kepada seorang temannya, yang kemudian mengirimkannya lagi kepada temannya yang lain, demikian seterusnya, hingga pesan itu sampai kepada pria yang mengirimkan surat kepada saya.
Mungkin saja kata-kata sederhana yang kita sampaikan dengan penuh kasih, dituntun oleh hikmat Allah, dan diteruskan oleh Roh Kudus akan memiliki pengaruh yang abadi dalam hidup seseorang.
Bukankah kita patut memenuhi diri dengan firman Allah dan meneruskannya kepada orang lain dengan harapan Allah akan memakainya untuk mencapai maksud yang dikehendaki-Nya? (Yes. 55:11). —DHR
Lakukan suatu kebaikan yang sederhana,
Walau engkau mungkin tak melihat hasil akhirnya;
Hal itu akan berdampak, bak riak air yang melebar,
Jauh sampai pada kekekalan. —Norris
Saturday, February 4, 2012
Pemangsaan Matius 5:1-12
Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. —Matius 5:7
Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. —Matius 5:7 Orang yang mempelajari kehidupan ikan hiu memberitahu kita bahwa serangan hiu paling mungkin terjadi ketika hiu mencium bau darah di dalam air. Darah menjadi pemicu bagi mekanisme makan mereka dan mereka pun menyerang, biasanya dalam kelompok, menciptakan ajang pemangsaan. Darah di air menandakan rentannya si target.
Sayangnya, terkadang seperti itulah tanggapan orang-orang di gereja terhadap mereka yang terluka. Alih-alih menjadi suatu komunitas di mana orang-orang saling mengasihi, memperhatikan, dan membangun, gereja dapat menjadi suatu lingkungan yang berbahaya tempat para pemangsa mencaricari “darah di dalam air” dalam bentuk kegagalan atau kesalahan seseorang. Dari situ, ajang pemangsaan pun terjadi.
Alih-alih semakin menjatuhkan orang di saat mereka sudah terpuruk, kita seharusnya memberikan dorongan dari Kristus dengan cara menolong untuk memulihkan mereka yang gagal,. Tentu saja, kita tidak boleh membenarkan perbuatan berdosa, tetapi Tuhan memanggil kita untuk menunjukkan belas kasihan. Dia berkata, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat. 5:7). Menerima belas kasihan berarti tidak mendapatkan apa yang sepantasnya kita terima, dan kita semua pantas menerima hukuman kekal. Allah yang sama, yang telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita di dalam Kristus, memanggil kita untuk menunjukkan belas kasihan kepada satu sama lain.
Jadi ketika kita melihat “darah di dalam air,” marilah kita menunjukkan belas kasihan. Suatu hari kelak, mungkin kita yang menghendaki orang lain berbelaskasihan kepada kita! —WEC
Tuhan, tolonglah kami untuk berbelas kasihan
Kepada mereka yang jatuh dalam dosa,
Mengingat bahwa Engkau telah menyelamatkan kami
Dan membersihkan hati kami. —Sper
Kita baru dapat berhenti berbelas kasih kepada sesama jika Kristus berhenti berbelas kasih kepada kita.
Kudus Kolose 1:1-2
Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. —Kolose 1:2Orang kudus” mungkin bukanlah suatu istilah yang akan kita pakai untuk menyebut diri kita sendiri. Namun, dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus sering menyebut orang-orang percaya sebagai “saudara-saudara yang kudus” (Ef. 1:1, Kol. 1:2). Apakah mereka disebut orang kudus karena mereka itu sempurna? Tidak. Mereka adalah manusia biasa dan, oleh karena itu, berdosa. Lalu, apa maksud Paulus? Istilah orang kudus dalam Perjanjian Baru berarti bahwa seseorang secara khusus dipisahkan bagi Allah.
Istilah ini juga menggambarkan orang-orang yang memiliki kesatuan rohani dengan Kristus (Ef. 1:3-6). Istilah orang kudus sama artinya dengan seseorang yang secara pribadi percaya kepada Yesus (Rm. 8:27) dan mereka yang menjadi anggota gereja (Kis. 9:32).Orang-orang kudus mempunyai tanggung jawab melalui kuasa Roh Kudus untuk menjalani hidup sesuai dengan panggilan mereka. Meski tidak hanya terbatas pada hal-hal berikut ini, tetapi tanggung jawab mereka termasuk tidak lagi melakukan percabulan yang amoral dan tidak lagi mengucapkan perkataan yang tidak pantas (Ef. 5:3-4). Kita harus mengenakan sifat diri yang baru dengan saling melayani (Rm. 16:2), rendah hati, lemah lembut, sabar, memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Ef. 4:1-3), taat, serta tabah dalam penderitaan (Why. 13:10; 14:12). Dalam Perjanjian Lama, pemazmur menyebut orang-orang kudus sebagai ”orang-orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku” (Mzm. 16:3).
Penyembahan Yang Salah Kisah Para Rasul 19:23-40
Jika Anda benar-benar ingin membuat orang-orang marah, hancurkanlah mata pencaharian mereka.
Kondisi perekonomian yang buruk dapat membuat para politisi jatuh dari kursi mereka, dan ancaman kehancuran ekonomi hampir membuat Rasul Paulus diusir dari Efesus.
Inilah yang terjadi. Paulus datang ke kota Efesus dan “berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah” (Kis. 19:8). Selama lebih dari 2 tahun ia memberitakan Injil, dan banyak orang mulai mengikut Yesus.
Karena Paulus begitu berhasil membuat orang-orang menyadari bahwa hanya ada satu Allah yang sejati, banyak warga Efesus berhenti menyembah dewi Diana. Ini adalah kabar buruk bagi para pengrajin perak setempat, yang mata pencahariannya adalah membuat dan menjual patung-patung dewi Diana. Jika ada banyak orang yang berhenti memuja dewi itu, bisnis mereka pun akan menjadi kering. Terjadilah suatu kerusuhan dan kekacauan ketika para pengrajin perak menyadari akibat tersebut.
Peristiwa di Efesus ini dapat mengingatkan kita untuk mengevaluasi alasan kita beribadah kepada Allah. Para pengrajin itu ingin mempertahankan kegiatan ibadah mereka sebagai suatu jalan untuk melindungi penghasilan mereka. Kiranya hal ini tidak pernah terjadi pada kita. Jangan pernah biarkan ibadah Anda kepada Allah menjadi jalan untuk memperoleh keuntungan.
Kita beribadah kepada Allah karena kasih-Nya kepada kita dan karena diri-Nya, bukan karena mengasihi-Nya dapat menolong kita untuk memperoleh kemakmuran. Marilah beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. —JDB
Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. —Matius 5:7 Orang yang mempelajari kehidupan ikan hiu memberitahu kita bahwa serangan hiu paling mungkin terjadi ketika hiu mencium bau darah di dalam air. Darah menjadi pemicu bagi mekanisme makan mereka dan mereka pun menyerang, biasanya dalam kelompok, menciptakan ajang pemangsaan. Darah di air menandakan rentannya si target.
Sayangnya, terkadang seperti itulah tanggapan orang-orang di gereja terhadap mereka yang terluka. Alih-alih menjadi suatu komunitas di mana orang-orang saling mengasihi, memperhatikan, dan membangun, gereja dapat menjadi suatu lingkungan yang berbahaya tempat para pemangsa mencaricari “darah di dalam air” dalam bentuk kegagalan atau kesalahan seseorang. Dari situ, ajang pemangsaan pun terjadi.
Alih-alih semakin menjatuhkan orang di saat mereka sudah terpuruk, kita seharusnya memberikan dorongan dari Kristus dengan cara menolong untuk memulihkan mereka yang gagal,. Tentu saja, kita tidak boleh membenarkan perbuatan berdosa, tetapi Tuhan memanggil kita untuk menunjukkan belas kasihan. Dia berkata, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat. 5:7). Menerima belas kasihan berarti tidak mendapatkan apa yang sepantasnya kita terima, dan kita semua pantas menerima hukuman kekal. Allah yang sama, yang telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita di dalam Kristus, memanggil kita untuk menunjukkan belas kasihan kepada satu sama lain.
Jadi ketika kita melihat “darah di dalam air,” marilah kita menunjukkan belas kasihan. Suatu hari kelak, mungkin kita yang menghendaki orang lain berbelaskasihan kepada kita! —WEC
Tuhan, tolonglah kami untuk berbelas kasihan
Kepada mereka yang jatuh dalam dosa,
Mengingat bahwa Engkau telah menyelamatkan kami
Dan membersihkan hati kami. —Sper
Kita baru dapat berhenti berbelas kasih kepada sesama jika Kristus berhenti berbelas kasih kepada kita.
Kudus Kolose 1:1-2
Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. —Kolose 1:2Orang kudus” mungkin bukanlah suatu istilah yang akan kita pakai untuk menyebut diri kita sendiri. Namun, dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus sering menyebut orang-orang percaya sebagai “saudara-saudara yang kudus” (Ef. 1:1, Kol. 1:2). Apakah mereka disebut orang kudus karena mereka itu sempurna? Tidak. Mereka adalah manusia biasa dan, oleh karena itu, berdosa. Lalu, apa maksud Paulus? Istilah orang kudus dalam Perjanjian Baru berarti bahwa seseorang secara khusus dipisahkan bagi Allah.
Istilah ini juga menggambarkan orang-orang yang memiliki kesatuan rohani dengan Kristus (Ef. 1:3-6). Istilah orang kudus sama artinya dengan seseorang yang secara pribadi percaya kepada Yesus (Rm. 8:27) dan mereka yang menjadi anggota gereja (Kis. 9:32).Orang-orang kudus mempunyai tanggung jawab melalui kuasa Roh Kudus untuk menjalani hidup sesuai dengan panggilan mereka. Meski tidak hanya terbatas pada hal-hal berikut ini, tetapi tanggung jawab mereka termasuk tidak lagi melakukan percabulan yang amoral dan tidak lagi mengucapkan perkataan yang tidak pantas (Ef. 5:3-4). Kita harus mengenakan sifat diri yang baru dengan saling melayani (Rm. 16:2), rendah hati, lemah lembut, sabar, memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera (Ef. 4:1-3), taat, serta tabah dalam penderitaan (Why. 13:10; 14:12). Dalam Perjanjian Lama, pemazmur menyebut orang-orang kudus sebagai ”orang-orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku” (Mzm. 16:3).
Penyembahan Yang Salah Kisah Para Rasul 19:23-40
Jika Anda benar-benar ingin membuat orang-orang marah, hancurkanlah mata pencaharian mereka.
Kondisi perekonomian yang buruk dapat membuat para politisi jatuh dari kursi mereka, dan ancaman kehancuran ekonomi hampir membuat Rasul Paulus diusir dari Efesus.
Inilah yang terjadi. Paulus datang ke kota Efesus dan “berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah” (Kis. 19:8). Selama lebih dari 2 tahun ia memberitakan Injil, dan banyak orang mulai mengikut Yesus.
Karena Paulus begitu berhasil membuat orang-orang menyadari bahwa hanya ada satu Allah yang sejati, banyak warga Efesus berhenti menyembah dewi Diana. Ini adalah kabar buruk bagi para pengrajin perak setempat, yang mata pencahariannya adalah membuat dan menjual patung-patung dewi Diana. Jika ada banyak orang yang berhenti memuja dewi itu, bisnis mereka pun akan menjadi kering. Terjadilah suatu kerusuhan dan kekacauan ketika para pengrajin perak menyadari akibat tersebut.
Peristiwa di Efesus ini dapat mengingatkan kita untuk mengevaluasi alasan kita beribadah kepada Allah. Para pengrajin itu ingin mempertahankan kegiatan ibadah mereka sebagai suatu jalan untuk melindungi penghasilan mereka. Kiranya hal ini tidak pernah terjadi pada kita. Jangan pernah biarkan ibadah Anda kepada Allah menjadi jalan untuk memperoleh keuntungan.
Kita beribadah kepada Allah karena kasih-Nya kepada kita dan karena diri-Nya, bukan karena mengasihi-Nya dapat menolong kita untuk memperoleh kemakmuran. Marilah beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. —JDB
Tuesday, January 10, 2012
Terpendam Kolose 1:27 2:3
Sebab di dalam [Kristus] tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. —Kolose 2:3
Seorang pemburu harta karun asal Inggris menemukan sejumlah besar koin Romawi kuno yang terkubur di sebuah lapangan di bagian barat daya Inggris. Dengan menggunakan sebuah detektor logam, Dave Crisp menemukan sebuah panci besar berisi 52.000 keping koin. Koin perak dan perunggu kuno dari abad ketiga Masehi yang beratnya lebih dari 158 kg ini diperkirakan bernilai sebesar $5 juta.
Harta yang ditemukan Crisp mungkin membuat kita bermimpi untuk menemukan kekayaan yang serupa. Namun, sebagai orang Kristen, kita harus memburu harta karun yang berbeda. Apa yang kita cari bukanlah harta yang terdiri dari emas dan perak. Perburuan kita adalah untuk mengumpulkan permata wawasan yang berharga agar kita dapat memperoleh “segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala hikmat dan pengetahuan” (Kol. 2:2-3). Harta karun tersembunyi berupa pengenalan yang lebih lengkap akan Tuhan dapat ditemukan dalam Alkitab.
Pemazmur mengatakan, “Janji-Mu membuat aku gembira, seperti seorang yang menemukan harta” (Mzm. 119:162 bis).
Jika kita membaca firman Allah dengan tergesa-gesa atau sembarangan, kita akan melewatkan wawasan-wawasannya yang mendalam. Kebenaran demi kebenaran ini harus dicari dengan sungguh-sungguh seperti halnya seseorang dengan teliti mencari harta karun yang terpendam.
Apakah Anda sangat ingin menemukan segala harta karun yang tersimpan di dalam Kitab Suci? Mulailah menggali! —HDF
Saat membaca firman Allah, dengan sungguh cermatilah,
Untuk menemukan harta kekayaan yang terpendam di dalamnya;
Renungkanlah setiap baris dan perhatikan setiap ajaran,
Lalu terapkanlah dengan rasa takut yang sungguh. —NN.
Semua Baik Mazmur 46,2:4
Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. —Ibrani 13:5
Baru-baru ini, saya dan suami bertemu kembali dengan seorang pemuda yang pernah kami kenal bertahun-tahun yang lalu ketika ia masih kecil. Dengan gembira, kami mengenang kembali sebuah acara Natal ketika Matthew menyanyikan—dengan suara sopran anak laki-laki yang sempurna—lagu All is Well (Semua Baik) karya Wayne Kirkpatrick dan Michael W. Smith. Sungguh suatu kenangan indah tentang sebuah lagu yang dinyanyikan dengan sangat merdu.
Semua baik, semua baik;
Angkat suara dan pujilah.
T’lah lahir kini Imanuel,
Lahir Tuhan Juruselamat kita.
Puji Haleluya, Haleluya, semua baik.
Mendengar lirik lagu tersebut pada masa Natal sungguh memberikan penghiburan bagi banyak orang. Namun, sejumlah orang tidak dapat menangkap pesan dari lagu tersebut karena hidup mereka sedang ada dalam kekacauan. Mereka telah kehilangan seseorang yang mereka kasihi, kehilangan mata pencaharian, menderita penyakit serius, atau mengalami depresi yang tidak mau pergi. Hati mereka berteriak dengan keras, “Semuanya tidak baik—tidak ada yang baik bagi saya!”
Akan tetapi, bagi kita yang merayakan kelahiran Juruselamat kita— meski jiwa kita mungkin berada dalam kekelaman—semuanya itu baik oleh karena Kristus. Kita tidaklah sendirian dalam penderitaan kita. Allah berada di sisi kita dan berjanji tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5). Dia menjanjikan bahwa kasih karunia-Nya cukup bagi kita (2 Kor. 12:9). Dia berjanji untuk memenuhi segala keperluan kita (Flp. 4:19). Dan Dia menjanjikan kepada kita anugerah hidup kekal yang luar biasa (Yoh. 10:27-28).
Ketika kita merenungkan kembali janji-janji Allah, kita dapat sepakat dengan penyair John Greenleaf Whittier, yang menulis, “Di hadapanku, bahkan di belakangku, Allah selalu hadir, dan semuanya menjadi baik.” —CHK
Damai Kolose 1:19-29
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah . . . , sekarang diperdamaikan Nya. —Kolose 1:21-22
Pada masa hidup Adam dan Hawa, kedamaian sirna. Segera setelah memakan buah terlarang dan menyadari bahwa mereka telanjang, keduanya mulai saling menyalahkan (Kej. 3:12-13) dan mengawali timbulnya pertikaian di tengah planet Allah yang damai. Yang menyedihkan, semua keturunan mereka, termasuk kita, telah mengikuti teladan buruk mereka. Kita menyalahkan orang lain atas pilihan-pilihan kita yang buruk dan kita marah ketika tidak ada orang yang bersedia menanggung kesalahan tersebut.
Menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan yang kita alami dapat memecah belah keluarga, gereja, komunitas, dan bangsa kita. Kita tidak dapat menciptakan kedamaian karena kita terlalu sibuk mencari kambing hitam.
Natal adalah masa damai. Perjanjian Lama menceritakan bagaimana Allah mempunyai rencana untuk kedatangan Sang Raja Damai (Yes. 9:5). Yesus datang untuk memutuskan siklus dosa dan sikap saling menyalahkan dengan cara memperdamaikan kita dengan Allah “oleh darah salib Kristus” (Kol. 1:20). Alih-alih menyalahkan kita atas semua kesulitan yang kita akibatkan, Dia justru menanggung kesalahan kita semua. Sekarang Dia merekrut para pengikut yang, oleh karena telah menerima pengampunan-Nya, ingin supaya orang lain menerimanya juga.
Ketika kita menerima pengampunan dari Allah, kita kehilangan keengganan kita untuk mengampuni orang lain. Dan ketika kita hidup dalam damai dengan Allah, kita pun rindu untuk berdamai dengan sesama. Kita dapat memberi sekaligus menerima hadiah “damai” di masa Natal ini. —JAL
Di masa Natal kita merayakan
Kehadiran Sang Raja Damai;
Meski kini dunia kita penuh perselisihan,
Suatu hari Dia akan menghapuskan semua pertikaian. —Sper
Seorang pemburu harta karun asal Inggris menemukan sejumlah besar koin Romawi kuno yang terkubur di sebuah lapangan di bagian barat daya Inggris. Dengan menggunakan sebuah detektor logam, Dave Crisp menemukan sebuah panci besar berisi 52.000 keping koin. Koin perak dan perunggu kuno dari abad ketiga Masehi yang beratnya lebih dari 158 kg ini diperkirakan bernilai sebesar $5 juta.
Harta yang ditemukan Crisp mungkin membuat kita bermimpi untuk menemukan kekayaan yang serupa. Namun, sebagai orang Kristen, kita harus memburu harta karun yang berbeda. Apa yang kita cari bukanlah harta yang terdiri dari emas dan perak. Perburuan kita adalah untuk mengumpulkan permata wawasan yang berharga agar kita dapat memperoleh “segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala hikmat dan pengetahuan” (Kol. 2:2-3). Harta karun tersembunyi berupa pengenalan yang lebih lengkap akan Tuhan dapat ditemukan dalam Alkitab.
Pemazmur mengatakan, “Janji-Mu membuat aku gembira, seperti seorang yang menemukan harta” (Mzm. 119:162 bis).
Jika kita membaca firman Allah dengan tergesa-gesa atau sembarangan, kita akan melewatkan wawasan-wawasannya yang mendalam. Kebenaran demi kebenaran ini harus dicari dengan sungguh-sungguh seperti halnya seseorang dengan teliti mencari harta karun yang terpendam.
Apakah Anda sangat ingin menemukan segala harta karun yang tersimpan di dalam Kitab Suci? Mulailah menggali! —HDF
Saat membaca firman Allah, dengan sungguh cermatilah,
Untuk menemukan harta kekayaan yang terpendam di dalamnya;
Renungkanlah setiap baris dan perhatikan setiap ajaran,
Lalu terapkanlah dengan rasa takut yang sungguh. —NN.
Semua Baik Mazmur 46,2:4
Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. —Ibrani 13:5
Baru-baru ini, saya dan suami bertemu kembali dengan seorang pemuda yang pernah kami kenal bertahun-tahun yang lalu ketika ia masih kecil. Dengan gembira, kami mengenang kembali sebuah acara Natal ketika Matthew menyanyikan—dengan suara sopran anak laki-laki yang sempurna—lagu All is Well (Semua Baik) karya Wayne Kirkpatrick dan Michael W. Smith. Sungguh suatu kenangan indah tentang sebuah lagu yang dinyanyikan dengan sangat merdu.
Semua baik, semua baik;
Angkat suara dan pujilah.
T’lah lahir kini Imanuel,
Lahir Tuhan Juruselamat kita.
Puji Haleluya, Haleluya, semua baik.
Mendengar lirik lagu tersebut pada masa Natal sungguh memberikan penghiburan bagi banyak orang. Namun, sejumlah orang tidak dapat menangkap pesan dari lagu tersebut karena hidup mereka sedang ada dalam kekacauan. Mereka telah kehilangan seseorang yang mereka kasihi, kehilangan mata pencaharian, menderita penyakit serius, atau mengalami depresi yang tidak mau pergi. Hati mereka berteriak dengan keras, “Semuanya tidak baik—tidak ada yang baik bagi saya!”
Akan tetapi, bagi kita yang merayakan kelahiran Juruselamat kita— meski jiwa kita mungkin berada dalam kekelaman—semuanya itu baik oleh karena Kristus. Kita tidaklah sendirian dalam penderitaan kita. Allah berada di sisi kita dan berjanji tidak akan meninggalkan kita (Ibr. 13:5). Dia menjanjikan bahwa kasih karunia-Nya cukup bagi kita (2 Kor. 12:9). Dia berjanji untuk memenuhi segala keperluan kita (Flp. 4:19). Dan Dia menjanjikan kepada kita anugerah hidup kekal yang luar biasa (Yoh. 10:27-28).
Ketika kita merenungkan kembali janji-janji Allah, kita dapat sepakat dengan penyair John Greenleaf Whittier, yang menulis, “Di hadapanku, bahkan di belakangku, Allah selalu hadir, dan semuanya menjadi baik.” —CHK
Damai Kolose 1:19-29
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah . . . , sekarang diperdamaikan Nya. —Kolose 1:21-22
Pada masa hidup Adam dan Hawa, kedamaian sirna. Segera setelah memakan buah terlarang dan menyadari bahwa mereka telanjang, keduanya mulai saling menyalahkan (Kej. 3:12-13) dan mengawali timbulnya pertikaian di tengah planet Allah yang damai. Yang menyedihkan, semua keturunan mereka, termasuk kita, telah mengikuti teladan buruk mereka. Kita menyalahkan orang lain atas pilihan-pilihan kita yang buruk dan kita marah ketika tidak ada orang yang bersedia menanggung kesalahan tersebut.
Menyalahkan orang lain atas ketidakbahagiaan yang kita alami dapat memecah belah keluarga, gereja, komunitas, dan bangsa kita. Kita tidak dapat menciptakan kedamaian karena kita terlalu sibuk mencari kambing hitam.
Natal adalah masa damai. Perjanjian Lama menceritakan bagaimana Allah mempunyai rencana untuk kedatangan Sang Raja Damai (Yes. 9:5). Yesus datang untuk memutuskan siklus dosa dan sikap saling menyalahkan dengan cara memperdamaikan kita dengan Allah “oleh darah salib Kristus” (Kol. 1:20). Alih-alih menyalahkan kita atas semua kesulitan yang kita akibatkan, Dia justru menanggung kesalahan kita semua. Sekarang Dia merekrut para pengikut yang, oleh karena telah menerima pengampunan-Nya, ingin supaya orang lain menerimanya juga.
Ketika kita menerima pengampunan dari Allah, kita kehilangan keengganan kita untuk mengampuni orang lain. Dan ketika kita hidup dalam damai dengan Allah, kita pun rindu untuk berdamai dengan sesama. Kita dapat memberi sekaligus menerima hadiah “damai” di masa Natal ini. —JAL
Di masa Natal kita merayakan
Kehadiran Sang Raja Damai;
Meski kini dunia kita penuh perselisihan,
Suatu hari Dia akan menghapuskan semua pertikaian. —Sper
Monday, December 5, 2011
MENCARI AIR Yohanes 4:1-15
Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. —Yohanes 4:14
Amerika Serikat sudah mengeluarkan uang jutaan dolar untuk mencari sumber air di planet Mars. Beberapa tahun yang lalu, NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) mengirim sepasang robot kembar yang bernama Opportunity dan Spirit, untuk melihat apakah memang atau pernah ada air di planet merah itu.
Mengapa Amerika Serikat melakukan hal tersebut? Para ilmuwan, yang meneliti data kiriman dari dua robot pengembara di Mars itu, berusaha mencari tahu apakah pernah ada kehidupan di planet Mars. Dan supaya kehidupan ada, harus ada air. Tanpa air, tidak akan ada kehidupan.
Sekitar dua ribu tahun yang lalu, sepasang “pengembara” berjalan melintasi suatu pelosok yang disebut Samaria untuk mencari air. Yang pertama adalah seorang wanita yang tinggal di sekitar daerah itu. Yang kedua adalah seorang pria dari Galilea. Mereka akhirnya bertemu di sebuah sumur di kota Sikhar. Ketika mereka bertemu, Yesus menemukan air yang dicari-Nya dan wanita itu menemukan air yang tidak diketahui dibutuhkannya (Yoh. 4:5-15).
Air teramat penting baik untuk kehidupan jasmani maupun rohani. Yesus mempunyai sebuah kejutan untuk si wanita di sumur itu. Dia menawarkan kepadanya Air Hidup––diri-Nya sendiri. Yesus merupakan “mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14).
Apakah Anda mengenal seseorang yang sedang mencari air? Seseorang yang haus jiwanya? Perkenalkan orang itu kepada Yesus, Sang Air Hidup. Itu akan menjadi penemuan terbesar di sepanjang masa. —JDB
Juruselamat Maha Pengasih dan Mahakuasa,
Sumber dari segala yang kekal,
Hapus dahagaku dengan air hidup,
Air hidup yang jernih dan murni. —Vinal
Amerika Serikat sudah mengeluarkan uang jutaan dolar untuk mencari sumber air di planet Mars. Beberapa tahun yang lalu, NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) mengirim sepasang robot kembar yang bernama Opportunity dan Spirit, untuk melihat apakah memang atau pernah ada air di planet merah itu.
Mengapa Amerika Serikat melakukan hal tersebut? Para ilmuwan, yang meneliti data kiriman dari dua robot pengembara di Mars itu, berusaha mencari tahu apakah pernah ada kehidupan di planet Mars. Dan supaya kehidupan ada, harus ada air. Tanpa air, tidak akan ada kehidupan.
Sekitar dua ribu tahun yang lalu, sepasang “pengembara” berjalan melintasi suatu pelosok yang disebut Samaria untuk mencari air. Yang pertama adalah seorang wanita yang tinggal di sekitar daerah itu. Yang kedua adalah seorang pria dari Galilea. Mereka akhirnya bertemu di sebuah sumur di kota Sikhar. Ketika mereka bertemu, Yesus menemukan air yang dicari-Nya dan wanita itu menemukan air yang tidak diketahui dibutuhkannya (Yoh. 4:5-15).
Air teramat penting baik untuk kehidupan jasmani maupun rohani. Yesus mempunyai sebuah kejutan untuk si wanita di sumur itu. Dia menawarkan kepadanya Air Hidup––diri-Nya sendiri. Yesus merupakan “mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14).
Apakah Anda mengenal seseorang yang sedang mencari air? Seseorang yang haus jiwanya? Perkenalkan orang itu kepada Yesus, Sang Air Hidup. Itu akan menjadi penemuan terbesar di sepanjang masa. —JDB
Juruselamat Maha Pengasih dan Mahakuasa,
Sumber dari segala yang kekal,
Hapus dahagaku dengan air hidup,
Air hidup yang jernih dan murni. —Vinal
Saturday, November 26, 2011
DOMBA MENYEBERANG, GAJAH BERENANG
Baca: 2 Timotius 3:13-17
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat. —2 Timotius 3:16
Penulis C. S. Lewis mengatakan bahwa konsep suatu agama itu sama seperti sup, ada yang kental dan ada yang encer. Memang benar, di Alkitab ada konsep-konsep yang “kental” seperti rahasia, kepelikan, dan kerumitan yang tidak mudah dicerna orang yang paling pintar sekalipun. Sebagai contoh, “Jadi [Allah] menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya” (Rm. 9:18).
Meski demikian, di Alkitab juga terdapat pemikiran-pemikiran “encer” yang begitu jelas: sederhana, mudah dicerna, dan dimengerti. Apa yang dapat mengalahkan kesederhanaan dari pernyataan yang jelas dalam 1 Yohanes 4:16 bahwa “Allah adalah kasih”?John Cameron, seorang penulis dari abad ke-15, menyatakan, “Di padang yang sama, kerbau dapat merumput, . . . burung dapat mencari biji-bijian, . . . dan manusia menemukan mutiara; jadi dari satu Alkitab yang sama dapat ditemukan keanekaragaman untuk segala keadaan. Di dalamnya, domba dapat menyeberang dan gajah berenang, anak-anak dapat diberi minum susu, dan daging dapat diberikan kepada orang-orang yang lebih dewasa.”Seluruh harta berupa hikmat dan pengetahuan terdapat dalam kitabnya Allah, yaitu Alkitab––kedalaman samudera yang dapat menggugah orang dengan pikiran terpintar, dan bagian dangkal yang dapat dijelajahi oleh siapa pun yang hatinya tulus dan sederhana.Jadi, mengapa ragu? “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat” (2 Tim. 3:16). Selamilah firman-Nya! —DHR
Firman-Mu seperti tambang yang amat sangat dalam,Banyak permata berharga dan langka
Tersembunyi jauh di kedalamannya Untuk setiap penambang yang menggalinya. —Hodder
Allah berbicara melalui firman-Nya– sediakan waktu untuk mendengarkannya.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat. —2 Timotius 3:16
Penulis C. S. Lewis mengatakan bahwa konsep suatu agama itu sama seperti sup, ada yang kental dan ada yang encer. Memang benar, di Alkitab ada konsep-konsep yang “kental” seperti rahasia, kepelikan, dan kerumitan yang tidak mudah dicerna orang yang paling pintar sekalipun. Sebagai contoh, “Jadi [Allah] menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya” (Rm. 9:18).
Meski demikian, di Alkitab juga terdapat pemikiran-pemikiran “encer” yang begitu jelas: sederhana, mudah dicerna, dan dimengerti. Apa yang dapat mengalahkan kesederhanaan dari pernyataan yang jelas dalam 1 Yohanes 4:16 bahwa “Allah adalah kasih”?John Cameron, seorang penulis dari abad ke-15, menyatakan, “Di padang yang sama, kerbau dapat merumput, . . . burung dapat mencari biji-bijian, . . . dan manusia menemukan mutiara; jadi dari satu Alkitab yang sama dapat ditemukan keanekaragaman untuk segala keadaan. Di dalamnya, domba dapat menyeberang dan gajah berenang, anak-anak dapat diberi minum susu, dan daging dapat diberikan kepada orang-orang yang lebih dewasa.”Seluruh harta berupa hikmat dan pengetahuan terdapat dalam kitabnya Allah, yaitu Alkitab––kedalaman samudera yang dapat menggugah orang dengan pikiran terpintar, dan bagian dangkal yang dapat dijelajahi oleh siapa pun yang hatinya tulus dan sederhana.Jadi, mengapa ragu? “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat” (2 Tim. 3:16). Selamilah firman-Nya! —DHR
Firman-Mu seperti tambang yang amat sangat dalam,Banyak permata berharga dan langka
Tersembunyi jauh di kedalamannya Untuk setiap penambang yang menggalinya. —Hodder
Allah berbicara melalui firman-Nya– sediakan waktu untuk mendengarkannya.
Monday, November 21, 2011
KRISIS Yohanes 14:19-27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. —Yohanes 14:27
Ted, salah seorang penatua di gereja kami, pernah bertugas sebagai perwira polisi. Suatu hari setelah ia menjawab pengaduan adanya suatu tindak kekerasan, ia mengatakan bahwa keadaan yang ada bertambah buruk hingga mengancam nyawanya.
Seorang pria telah menusuk seseorang, lalu sambil mengancam ia mengarahkan pisaunya ke arah Ted.
Seorang rekan polisi mengambil posisi dan menembakkan senjatanya ke arah penjahat yang menyerang Ted. Penjahat itu dapat dilumpuhkan, tetapi Ted terluka dalam baku tembak itu. Ketika dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan, Ted merasakan damai sejahtera dari Roh Kudus mengalir dengan kuat dalam jiwanya. Ted merasa begitu tenang sehingga ia dapat memberikan kata-kata penghiburan kepada rekannya sesama aparat yang merasa begitu tertekan karena krisis tersebut.
Tuhan Yesus telah berjanji akan memberi kita damai sejahtera di masa krisis. Hanya beberapa jam sebelum penyaliban-Nya, Kristus menghibur murid-murid-Nya dengan katakata berikut: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27).
Apakah hal yang paling Anda takuti? Jika Anda harus menghadapinya, Kristus akan ada di sana bersama Anda. Menaruh kepercayaan Anda kepada-Nya melalui doa akan mendatangkan “damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal,” dan itu “akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:7). —HDF
Betapa meneduhkan kala bersandar
Seperti seorang anak dalam dekapan-Nya;
Menemukan apa yang Dia janjikan
Penghiburan, kedamaian, ketenangan sempurna. —Hennessay
Rahasia memperoleh kedamaian hati adalah dengan menyerahkan setiap kegelisahan kepada Tuhan
Ted, salah seorang penatua di gereja kami, pernah bertugas sebagai perwira polisi. Suatu hari setelah ia menjawab pengaduan adanya suatu tindak kekerasan, ia mengatakan bahwa keadaan yang ada bertambah buruk hingga mengancam nyawanya.
Seorang pria telah menusuk seseorang, lalu sambil mengancam ia mengarahkan pisaunya ke arah Ted.
Seorang rekan polisi mengambil posisi dan menembakkan senjatanya ke arah penjahat yang menyerang Ted. Penjahat itu dapat dilumpuhkan, tetapi Ted terluka dalam baku tembak itu. Ketika dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan, Ted merasakan damai sejahtera dari Roh Kudus mengalir dengan kuat dalam jiwanya. Ted merasa begitu tenang sehingga ia dapat memberikan kata-kata penghiburan kepada rekannya sesama aparat yang merasa begitu tertekan karena krisis tersebut.
Tuhan Yesus telah berjanji akan memberi kita damai sejahtera di masa krisis. Hanya beberapa jam sebelum penyaliban-Nya, Kristus menghibur murid-murid-Nya dengan katakata berikut: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh. 14:27).
Apakah hal yang paling Anda takuti? Jika Anda harus menghadapinya, Kristus akan ada di sana bersama Anda. Menaruh kepercayaan Anda kepada-Nya melalui doa akan mendatangkan “damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal,” dan itu “akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:7). —HDF
Betapa meneduhkan kala bersandar
Seperti seorang anak dalam dekapan-Nya;
Menemukan apa yang Dia janjikan
Penghiburan, kedamaian, ketenangan sempurna. —Hennessay
Rahasia memperoleh kedamaian hati adalah dengan menyerahkan setiap kegelisahan kepada Tuhan
Monday, November 14, 2011
Kesaksian Terbaik KitaBaca: Yohanes 9:13-25
Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat. —Yohanes 9:25Dalam perjalanan selama 8 jam dengan kereta api, saya duduk di sebelah seorang duta besar Amerika Serikat yang telah pensiun. Kami pun segera terlibat dalam perdebatan setelah ia menghela napas sewaktu saya mengeluarkan Alkitab.
Saya langsung menanggapinya. Awalnya, kami saling bertukar kalimat singkat untuk mempertahankan pendapat kami. Namun, lambat laun, percakapan kami diwarnai dengan kisah hidup kami masing-masing. Rasa ingin tahu begitu menguasai kami berdua sehingga kami justru saling mengajukan pertanyaan dan bukan lagi berdebat. Sebagai lulusan jurusan ilmu politik dan pemerhati soal politik, saya pun tertarik mendengar tentang karirnya, dimana ia pernah dua kali menjabat sebagai duta besar yang berperan penting.
Anehnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya adalah tentang iman saya. Bagaimana saya menjadi “seorang percaya” adalah hal yang paling menarik baginya. Perjalanan kami pun berakhir dalam suasana bersahabat, bahkan kami pun saling bertukar kartu nama. Setelah turun dari kereta api, ia berpaling kepada saya dan berkata, “Menurutku, bagian terbaik dari argumen Anda bukanlah apa yang Anda pikir dapat dilakukan Yesus bagi saya, melainkan apa yang telah dilakukan-Nya bagi Anda.”
Dalam Yohanes 9, sama seperti di atas kereta api itu, Allah mengingatkan bahwa kesaksian kita yang terbaik adalah pengalaman yang kita alami sendiri, yakni perjumpaan pribadi kita dengan Yesus Kristus. Berlatihlah menyaksikan kisah iman Anda kepada sahabat dekat dan orang-orang yang Anda kasihi, agar kemudian Anda dapat menceritakannya dengan jelas kepada orang lain. —RKK
Penglihatan Menakjubkan Baca: Mazmur 33:13-22
Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. —Mazmur 33:14
Baru-baru ini, dari rumah saya di Colorado, Amerika Serikat, saya menggunakan Google Maps untuk “menjelajahi” lingkungan di Nairobi, Kenya, di mana keluarga saya tinggal 20 tahun yang lalu. Sebuah gambar melalui satelit di layar komputer memungkinkan saya untuk mengenali berbagai jalan, bangunan bersejarah, dan gedung yang ada. Ada kalanya, saya mendapatkan gambar dengan sudut pandang sejajar jalan, sehingga seolah-olah saya memang sedang berdiri di tempat itu.
Pemandangan tersebut memang menarik, tetapi ini hanyalah suatu cuplikan dari cara Allah melihat dunia kita.
Pemazmur memuji penglihatan Allah dengan menuliskan kata-kata berikut: “Tuhan memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;. . . . memperhatikan segala pekerjaan mereka. . . . mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan” (33:13-19).
Tidak seperti satelit yang tidak mempunyai perasaan, Tuhan melihat dengan hati-Nya yang penuh kasih pada saat Dia memperhatikan siapa kita dan apa yang kita lakukan. Alkitab mengungkapkan bahwa Dia merindukan kita untuk mempercayai-Nya dan mengikuti jalan-Nya. Kita tidak pernah lepas dari pandangan Allah, dan Dia terus memperhati-kan dengan seksama setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Bagi semua orang yang mengenal Tuhan melalui iman dalam Yesus Kristus, sungguh menguatkan ketika kita menyadari bahwa setiap hari kita menjadi bagian dari penglihatan-Nya yang menakjubkan. —DCM
DekatBaca: 1 Petrus 4:7-11Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. —1 Tesalonika 5:11Saya dan seorang teman bepergian bersama, dan ia terlihat agak lelah.
Sesampainya kami di bandara, ia lupa menyiapkan kartu identitasnya dan tidak dapat menemukan nomor konfirmasi pemesanan tiketnya. Agen tiketnya menunggu dengan sabar sambil tersenyum, lalu kemudian menolongnya melakukan check-in. Setelah menerima tiketnya, teman saya bertanya, “Selanjutnya kami harus ke mana?” Agen itu tersenyum lagi, menunjuk saya, dan berkata kepadanya, “Tetaplah dekat dengan teman Anda.”
Itu dapat menjadi nasihat yang baik bagi kita semua ketika kehidupan ini begitu melelahkan kita: tetaplah dekat dengan sahabat-sahabat kita. Walaupun Yesus adalah sahabat terbaik kita, kita juga perlu menjalin hubungan dengan sesama orang percaya untuk menolong kita bertahan dalam kehidupan ini.
Dalam suratnya yang pertama, Petrus menulis kepada orang-orang percaya yang membutuhkan satu sama lain karena mereka sedang menderita karena iman mereka. Dalam sejumlah kalimat singkat di pasal 4, Petrus menyebutkan adanya kebutuhan untuk saling menerima dan memberikan “kasih yang sungguh-sungguh,” doa, dan tumpangan (ay.7-9). Ia juga menyebutkan adanya kebutuhan bagi orang percaya untuk mengguna-kan karunia rohani mereka dalam melayani satu sama lain (ay.10). Di bagian Alkitab lainnya, kita didorong untuk saling menghibur dengan penghiburan yang telah diberikan Allah kepada kita (2 Kor. 1:3-4) dan untuk saling membangun dalam kasih (1 Tes. 5:11).
Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat. —Yohanes 9:25Dalam perjalanan selama 8 jam dengan kereta api, saya duduk di sebelah seorang duta besar Amerika Serikat yang telah pensiun. Kami pun segera terlibat dalam perdebatan setelah ia menghela napas sewaktu saya mengeluarkan Alkitab.
Saya langsung menanggapinya. Awalnya, kami saling bertukar kalimat singkat untuk mempertahankan pendapat kami. Namun, lambat laun, percakapan kami diwarnai dengan kisah hidup kami masing-masing. Rasa ingin tahu begitu menguasai kami berdua sehingga kami justru saling mengajukan pertanyaan dan bukan lagi berdebat. Sebagai lulusan jurusan ilmu politik dan pemerhati soal politik, saya pun tertarik mendengar tentang karirnya, dimana ia pernah dua kali menjabat sebagai duta besar yang berperan penting.
Anehnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya adalah tentang iman saya. Bagaimana saya menjadi “seorang percaya” adalah hal yang paling menarik baginya. Perjalanan kami pun berakhir dalam suasana bersahabat, bahkan kami pun saling bertukar kartu nama. Setelah turun dari kereta api, ia berpaling kepada saya dan berkata, “Menurutku, bagian terbaik dari argumen Anda bukanlah apa yang Anda pikir dapat dilakukan Yesus bagi saya, melainkan apa yang telah dilakukan-Nya bagi Anda.”
Dalam Yohanes 9, sama seperti di atas kereta api itu, Allah mengingatkan bahwa kesaksian kita yang terbaik adalah pengalaman yang kita alami sendiri, yakni perjumpaan pribadi kita dengan Yesus Kristus. Berlatihlah menyaksikan kisah iman Anda kepada sahabat dekat dan orang-orang yang Anda kasihi, agar kemudian Anda dapat menceritakannya dengan jelas kepada orang lain. —RKK
Penglihatan Menakjubkan Baca: Mazmur 33:13-22
Dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi. —Mazmur 33:14
Baru-baru ini, dari rumah saya di Colorado, Amerika Serikat, saya menggunakan Google Maps untuk “menjelajahi” lingkungan di Nairobi, Kenya, di mana keluarga saya tinggal 20 tahun yang lalu. Sebuah gambar melalui satelit di layar komputer memungkinkan saya untuk mengenali berbagai jalan, bangunan bersejarah, dan gedung yang ada. Ada kalanya, saya mendapatkan gambar dengan sudut pandang sejajar jalan, sehingga seolah-olah saya memang sedang berdiri di tempat itu.
Pemandangan tersebut memang menarik, tetapi ini hanyalah suatu cuplikan dari cara Allah melihat dunia kita.
Pemazmur memuji penglihatan Allah dengan menuliskan kata-kata berikut: “Tuhan memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;. . . . memperhatikan segala pekerjaan mereka. . . . mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan” (33:13-19).
Tidak seperti satelit yang tidak mempunyai perasaan, Tuhan melihat dengan hati-Nya yang penuh kasih pada saat Dia memperhatikan siapa kita dan apa yang kita lakukan. Alkitab mengungkapkan bahwa Dia merindukan kita untuk mempercayai-Nya dan mengikuti jalan-Nya. Kita tidak pernah lepas dari pandangan Allah, dan Dia terus memperhati-kan dengan seksama setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Bagi semua orang yang mengenal Tuhan melalui iman dalam Yesus Kristus, sungguh menguatkan ketika kita menyadari bahwa setiap hari kita menjadi bagian dari penglihatan-Nya yang menakjubkan. —DCM
DekatBaca: 1 Petrus 4:7-11Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. —1 Tesalonika 5:11Saya dan seorang teman bepergian bersama, dan ia terlihat agak lelah.
Sesampainya kami di bandara, ia lupa menyiapkan kartu identitasnya dan tidak dapat menemukan nomor konfirmasi pemesanan tiketnya. Agen tiketnya menunggu dengan sabar sambil tersenyum, lalu kemudian menolongnya melakukan check-in. Setelah menerima tiketnya, teman saya bertanya, “Selanjutnya kami harus ke mana?” Agen itu tersenyum lagi, menunjuk saya, dan berkata kepadanya, “Tetaplah dekat dengan teman Anda.”
Itu dapat menjadi nasihat yang baik bagi kita semua ketika kehidupan ini begitu melelahkan kita: tetaplah dekat dengan sahabat-sahabat kita. Walaupun Yesus adalah sahabat terbaik kita, kita juga perlu menjalin hubungan dengan sesama orang percaya untuk menolong kita bertahan dalam kehidupan ini.
Dalam suratnya yang pertama, Petrus menulis kepada orang-orang percaya yang membutuhkan satu sama lain karena mereka sedang menderita karena iman mereka. Dalam sejumlah kalimat singkat di pasal 4, Petrus menyebutkan adanya kebutuhan untuk saling menerima dan memberikan “kasih yang sungguh-sungguh,” doa, dan tumpangan (ay.7-9). Ia juga menyebutkan adanya kebutuhan bagi orang percaya untuk mengguna-kan karunia rohani mereka dalam melayani satu sama lain (ay.10). Di bagian Alkitab lainnya, kita didorong untuk saling menghibur dengan penghiburan yang telah diberikan Allah kepada kita (2 Kor. 1:3-4) dan untuk saling membangun dalam kasih (1 Tes. 5:11).
Sunday, October 16, 2011
Sukacita Di Pagi HariMazmur 40:1-6
Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. —Mazmur 30:6
Angie tidak dapat melihat jalan melalui jendela mobilnya yang berkabut. Tanpa diketahuinya, ia keluar jalur dan membawa mobilnya berhadapan dengan sebuah truk yang melaju ke arahnya. Kecelakaan naas itu menyebabkan kerusakan berat pada otaknya sehingga ia tidak mampu lagi berbicara atau merawat dirinya sendiri.
Selama bertahun-tahun, saya mengagumi ketabahan orangtua Angie. Baru-baru ini saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana cara kalian melalui pengalaman seperti ini?” Dengan penuh kesungguhan, ayahnya menjawab, “Sejujurnya, satu-satunya cara untuk kami mampu menjalani semua ini adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dia memberi kami kekuatan yang dibutuhkan untuk menolong kami melalui semua ini.”
Ibu Angie pun setuju dan menambahkan bahwa di masa setelah terjadinya kecelakaan, mereka merasa sangat berduka sampai-sampai mereka tidak yakin akan dapat mengalami sukacita lagi. Ketika mereka berdua bersandar kepada Allah, secara tak terduga mereka mengalami bagaimana kebutuhan bagi perawatan fisik dan rohani Angie beserta seluruh keluarga mereka dipenuhi dengan begitu berlimpah.
Meskipun Angie mungkin tidak akan pernah mampu untuk berbicara lagi, tetapi ia sekarang dapat menanggapi mereka dengan senyum lebar dan hal ini membuat mereka bersukacita. Ayat yang tetap menjadi favorit orangtua Angie adalah: “Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mzm. 30:6).
Pernahkah Anda mengalami kesedihan yang sangat mendalam? Di tengah mengalirnya air mata Anda, ada janji sukacita di masa depan saat Anda bersandar kepada Tuhan kita yang penuh kasih. —HD
Belas kasihan yang baru setiap pagi,Kasih karunia setiap hari,Harapan baru dalam setiap pencobaan,Dan keberanian melangkah di sepanjang jalan. —McVeigh
Serahkanlah penderitaanmu pada Yesus, “Pribadi yang penuh kesengsaraan”.
Angie tidak dapat melihat jalan melalui jendela mobilnya yang berkabut. Tanpa diketahuinya, ia keluar jalur dan membawa mobilnya berhadapan dengan sebuah truk yang melaju ke arahnya. Kecelakaan naas itu menyebabkan kerusakan berat pada otaknya sehingga ia tidak mampu lagi berbicara atau merawat dirinya sendiri.
Selama bertahun-tahun, saya mengagumi ketabahan orangtua Angie. Baru-baru ini saya bertanya kepada mereka, “Bagaimana cara kalian melalui pengalaman seperti ini?” Dengan penuh kesungguhan, ayahnya menjawab, “Sejujurnya, satu-satunya cara untuk kami mampu menjalani semua ini adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Dia memberi kami kekuatan yang dibutuhkan untuk menolong kami melalui semua ini.”
Ibu Angie pun setuju dan menambahkan bahwa di masa setelah terjadinya kecelakaan, mereka merasa sangat berduka sampai-sampai mereka tidak yakin akan dapat mengalami sukacita lagi. Ketika mereka berdua bersandar kepada Allah, secara tak terduga mereka mengalami bagaimana kebutuhan bagi perawatan fisik dan rohani Angie beserta seluruh keluarga mereka dipenuhi dengan begitu berlimpah.
Meskipun Angie mungkin tidak akan pernah mampu untuk berbicara lagi, tetapi ia sekarang dapat menanggapi mereka dengan senyum lebar dan hal ini membuat mereka bersukacita. Ayat yang tetap menjadi favorit orangtua Angie adalah: “Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mzm. 30:6).
Pernahkah Anda mengalami kesedihan yang sangat mendalam? Di tengah mengalirnya air mata Anda, ada janji sukacita di masa depan saat Anda bersandar kepada Tuhan kita yang penuh kasih. —HD
Belas kasihan yang baru setiap pagi,Kasih karunia setiap hari,Harapan baru dalam setiap pencobaan,Dan keberanian melangkah di sepanjang jalan. —McVeigh
Serahkanlah penderitaanmu pada Yesus, “Pribadi yang penuh kesengsaraan”.
Monday, October 10, 2011
Suap Ulangan 10:12-22
Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat. —Keluaran 23:8
Dalam suatu perjalanan di luar negeri, suami saya melihat ada banyak cekungan yang dalam di ruas-ruas jalan yang beraspal. Ketika ia menanyakan tentang hal itu, sopir kami menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh roda-roda truk yang mengangkut muatan barang yang beratnya melebihi ketentuan yang berlaku. Ketika dihentikan polisi, para pengemudi truk biasa menyuap polisi supaya tidak kena denda.
Para pengemudi truk dan polisi mendapat keuntungan finansial, tetapi pengemudi lainnya dan rakyat yang membayar pajak harus secara tidak adil menanggung beban keuangan dan ketidaknyamanan akibat jalan-jalan yang rusak berat.
Tidak semua penyuapan dilakukan terang-terangan; ada yang melakukannya secara halus. Dan tidak semuanya berkaitan dengan uang. Sanjungan adalah penyuapan yang menggunakan kata-kata sebagai mata uangnya. Jika kita memberikan perlakuan istimewa kepada seseorang karena ia mengatakan sesuatu yang baik tentang kita, ini sama seperti menerima suap. Bagi Allah, segala jenis sikap memihak adalah bentuk ketidakadilan. Dia bahkan menetapkan keadilan sebagai syarat untuk tetap tinggal di Tanah Perjanjian. Bangsa Israel dilarang memutarbalikkan keadilan atau bersikap memihak (Ul. 16:19-20).
Suap merebut keadilan yang menjadi hak seseorang, dan ini merupakan pelanggaran terhadap sifat Allah, yang adalah “Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap” (10:17).
Bersyukurlah karena Tuhan tidak bersikap memihak dalam caranya memperlakukan kita, dan Dia ingin supaya kita memperlakukan satu sama lain dengan sikap yang sama. —JAL
Tak peduli apapun ras atau jenis kelaminnya,Kaya atau miskin, besar atau kecil,
Allah yang menciptakan kita tak bersikap memihak;
Dia mengutus Kristus ‘tuk mati bagi semua. —D. De HaanSuap tanda sikap memihak; kasih tanda keadilan.
Dalam suatu perjalanan di luar negeri, suami saya melihat ada banyak cekungan yang dalam di ruas-ruas jalan yang beraspal. Ketika ia menanyakan tentang hal itu, sopir kami menjelaskan bahwa hal itu disebabkan oleh roda-roda truk yang mengangkut muatan barang yang beratnya melebihi ketentuan yang berlaku. Ketika dihentikan polisi, para pengemudi truk biasa menyuap polisi supaya tidak kena denda.
Para pengemudi truk dan polisi mendapat keuntungan finansial, tetapi pengemudi lainnya dan rakyat yang membayar pajak harus secara tidak adil menanggung beban keuangan dan ketidaknyamanan akibat jalan-jalan yang rusak berat.
Tidak semua penyuapan dilakukan terang-terangan; ada yang melakukannya secara halus. Dan tidak semuanya berkaitan dengan uang. Sanjungan adalah penyuapan yang menggunakan kata-kata sebagai mata uangnya. Jika kita memberikan perlakuan istimewa kepada seseorang karena ia mengatakan sesuatu yang baik tentang kita, ini sama seperti menerima suap. Bagi Allah, segala jenis sikap memihak adalah bentuk ketidakadilan. Dia bahkan menetapkan keadilan sebagai syarat untuk tetap tinggal di Tanah Perjanjian. Bangsa Israel dilarang memutarbalikkan keadilan atau bersikap memihak (Ul. 16:19-20).
Suap merebut keadilan yang menjadi hak seseorang, dan ini merupakan pelanggaran terhadap sifat Allah, yang adalah “Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap” (10:17).
Bersyukurlah karena Tuhan tidak bersikap memihak dalam caranya memperlakukan kita, dan Dia ingin supaya kita memperlakukan satu sama lain dengan sikap yang sama. —JAL
Tak peduli apapun ras atau jenis kelaminnya,Kaya atau miskin, besar atau kecil,
Allah yang menciptakan kita tak bersikap memihak;
Dia mengutus Kristus ‘tuk mati bagi semua. —D. De HaanSuap tanda sikap memihak; kasih tanda keadilan.
Monday, October 3, 2011
Untuk Allah Yang Kukasihi
Baca: Matius 6:16-18
Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. —Matius 6:16
Beberapa tahun yang lalu di gereja kami, saya menyampaikan suatu seri khotbah tentang Kemah Suci pada Perjanjian Lama. Sebelum berkhotbah tentang meja untuk roti sajian, saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya—saya berpuasa makanan selama beberapa hari. Saya berpuasa karena saya ingin mengalami kebenaran dari firman “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan” (Ul. 8:3). Saya ingin menyangkal diri dari sesuatu yang saya sukai, yaitu makanan, karena saya mengasihi Allah lebih daripada makanan.
Ketika berpuasa, saya mengikuti ajaran Yesus tentang berpuasa dalam Matius 6:16-18.
Yesus memberikan suatu perintah negatif: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik” (ay.16). Lalu, Dia memberikan suatu perintah positif agar kita menuangkan minyak ke kepala dan mencuci muka kita (ay.17).
Perpaduan dari kedua perintah tersebut mengandung arti bahwa janganlah kita menarik perhatian orang terhadap diri kita sendiri. Yesus mengajarkan bahwa puasa adalah suatu sikap pengorbanan sebagai ibadah yang dilakukan oleh diri sendiri dan tidak boleh menjadi alat untuk menyombongkan diri dalam kerohanian. Akhirnya, Dia memberikan suatu janji: Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (ay.18).
Walaupun puasa tidaklah diwajibkan, tetapi dengan melepaskan sesuatu yang kita sukai, kita dapat memiliki pengalaman yang lebih mendalam dengan Allah yang kita kasihi. Dia membalas ibadah kita dengan cara menyatakan diri-Nya sendiri kepada kita. —MLW
Tuhan, kami ingin berjalan dekat dengan-Mu setiap hari. Tolong kami untuk dengan tekun mencari-Musehingga kami bisa mengenal-Mu dengan dekat dan mengikut-Mu dengan taat. Amin.Menjauhkan diri dari meja makan dapat membawa kita semakin dekat kepada Bapa.
Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. —Matius 6:16
Beberapa tahun yang lalu di gereja kami, saya menyampaikan suatu seri khotbah tentang Kemah Suci pada Perjanjian Lama. Sebelum berkhotbah tentang meja untuk roti sajian, saya melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya—saya berpuasa makanan selama beberapa hari. Saya berpuasa karena saya ingin mengalami kebenaran dari firman “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan” (Ul. 8:3). Saya ingin menyangkal diri dari sesuatu yang saya sukai, yaitu makanan, karena saya mengasihi Allah lebih daripada makanan.
Ketika berpuasa, saya mengikuti ajaran Yesus tentang berpuasa dalam Matius 6:16-18.
Yesus memberikan suatu perintah negatif: “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik” (ay.16). Lalu, Dia memberikan suatu perintah positif agar kita menuangkan minyak ke kepala dan mencuci muka kita (ay.17).
Perpaduan dari kedua perintah tersebut mengandung arti bahwa janganlah kita menarik perhatian orang terhadap diri kita sendiri. Yesus mengajarkan bahwa puasa adalah suatu sikap pengorbanan sebagai ibadah yang dilakukan oleh diri sendiri dan tidak boleh menjadi alat untuk menyombongkan diri dalam kerohanian. Akhirnya, Dia memberikan suatu janji: Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (ay.18).
Walaupun puasa tidaklah diwajibkan, tetapi dengan melepaskan sesuatu yang kita sukai, kita dapat memiliki pengalaman yang lebih mendalam dengan Allah yang kita kasihi. Dia membalas ibadah kita dengan cara menyatakan diri-Nya sendiri kepada kita. —MLW
Tuhan, kami ingin berjalan dekat dengan-Mu setiap hari. Tolong kami untuk dengan tekun mencari-Musehingga kami bisa mengenal-Mu dengan dekat dan mengikut-Mu dengan taat. Amin.Menjauhkan diri dari meja makan dapat membawa kita semakin dekat kepada Bapa.
Sunday, June 5, 2011
KARTU NAMA Baca: 1 Timotius 1:1, 12-17
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus . . . . 1 Timotius 1:1
Bagi sejumlah kalangan, jabatan yg tertera di bawah nama pada kartu nama Anda sgtlah penting. Jabatan itu menunjukkan kedudukan Anda. Anda akan diperlakukan tergantung pada jabatan Anda, berbeda dengan perlakuan terhadap org lain di sekitar Anda.
Seandainya Paulus memiliki kartu nama, kartu itu akan menyatakan dirinya sebagai seorang “rasul” (1 Tim. 1:1), artinya “seorang yang diutus”. Paulus memakai jabatan ini bkn krn mau menyombongkan diri, tetapi krn ia merasa takjub. Ia tdk berusaha mendapatkan jabatan itu; jabatan itu diperolehnya “menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus.” Dengan kata lain, jabatannya itu bukanlah pemberian manusia, tetapi merupakan penunjukan dari Allah.
Paulus tadinya adalah “seorang penghujat, seorang penganiaya dan seorang ganas” (ay.13). Paulus berkata bahwa ia menganggap dirinya sebagai orang “yang paling berdosa” (ay.15). Namun, karena belas kasihan Allah, kini Paulus menjadi seorang rasul, yang kepadanyalah “Raja segala zaman” (ay.17) telah mempercayakan Injil mulia dan yang diutus-Nya untuk mewartakan Injil tersebut.
Yang lebih mengagumkan ialah bahwa sama seperti Rasul Paulus, kita semua diutus oleh Raja segala raja kepada dunia ini (Mat. 28:18-20; Kis. 1:8). Marilah dgn rendah hati kita menyadari bahwa kita juga tidak layak utk menerima tugas tersebut. Kita mendapatkan kehormatan yang istimewa untuk mewakili Allah dan kebenaran-Nya yang kekal melalui perkataan dan perbuatan kita setiap hari kepada semua orang di sekitar kita. —CPH
Marilah kita maju, sesuai panggilan Allah,
Kita ditebus oleh darah Yesus yang mulia;
Menunjukkan kasih-Nya, meneladani hidup-Nya,
Menyatakan berita-Nya, memberikan belas kasih-Nya. —Whittle
Allah memberi Anda berita untuk diteruskan. Jangan simpan berita itu untuk diri Anda sendiri!
Bagi sejumlah kalangan, jabatan yg tertera di bawah nama pada kartu nama Anda sgtlah penting. Jabatan itu menunjukkan kedudukan Anda. Anda akan diperlakukan tergantung pada jabatan Anda, berbeda dengan perlakuan terhadap org lain di sekitar Anda.
Seandainya Paulus memiliki kartu nama, kartu itu akan menyatakan dirinya sebagai seorang “rasul” (1 Tim. 1:1), artinya “seorang yang diutus”. Paulus memakai jabatan ini bkn krn mau menyombongkan diri, tetapi krn ia merasa takjub. Ia tdk berusaha mendapatkan jabatan itu; jabatan itu diperolehnya “menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus.” Dengan kata lain, jabatannya itu bukanlah pemberian manusia, tetapi merupakan penunjukan dari Allah.
Paulus tadinya adalah “seorang penghujat, seorang penganiaya dan seorang ganas” (ay.13). Paulus berkata bahwa ia menganggap dirinya sebagai orang “yang paling berdosa” (ay.15). Namun, karena belas kasihan Allah, kini Paulus menjadi seorang rasul, yang kepadanyalah “Raja segala zaman” (ay.17) telah mempercayakan Injil mulia dan yang diutus-Nya untuk mewartakan Injil tersebut.
Yang lebih mengagumkan ialah bahwa sama seperti Rasul Paulus, kita semua diutus oleh Raja segala raja kepada dunia ini (Mat. 28:18-20; Kis. 1:8). Marilah dgn rendah hati kita menyadari bahwa kita juga tidak layak utk menerima tugas tersebut. Kita mendapatkan kehormatan yang istimewa untuk mewakili Allah dan kebenaran-Nya yang kekal melalui perkataan dan perbuatan kita setiap hari kepada semua orang di sekitar kita. —CPH
Marilah kita maju, sesuai panggilan Allah,
Kita ditebus oleh darah Yesus yang mulia;
Menunjukkan kasih-Nya, meneladani hidup-Nya,
Menyatakan berita-Nya, memberikan belas kasih-Nya. —Whittle
Allah memberi Anda berita untuk diteruskan. Jangan simpan berita itu untuk diri Anda sendiri!
Tuesday, May 24, 2011
Kebaikan Yang Sia-Sia Baca: Wahyu 2:1-7
Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. —Wahyu 2:4
Istri saya, Martie, adalah seorang juru masak yang hebat. Bersantai setelah sibuk seharian sambil menikmati masakan lezatnya benar-benar merupakan hal yang menyenangkan. Kadang-kadang setelah makan malam, ia keluar untuk suatu urusan, meninggalkan saya sendirian dengan pilihan antara mengambil remote TV atau membersihkan dapur.
Ketika saya sedang punya niat baik, saya akan menggulung lengan baju, mencuci peralatan makan dalam mesin pencuci piring, dan menyikat semua periuk dan panci—semuanya saya lakukan demi sukacita ketika mendengar ucapan terima kasih dari Martie, yang biasanya mengatakan, “Wah Joe! Kau tak perlu repot-repot membersihkan dapur!” Saya pun berkesempatan untuk berkata, “Aku ingin menunjukkan padamu betapa aku sungguh mengasihimu!”
Ketika Yesus mencela jemaat di Efesus karena mereka telah meninggalkan kasih “yang semula” (Why. 2:4), hal itu disebabkan karena mereka melakukan banyak kebaikan, tetapi dilakukan bukan karena kasih mereka kepada-Nya. Walaupun mereka dipuji atas ketekunan dan kesabaran mereka, tetapi menurut Kristus, mereka melakukan kebaikan yang sia-sia.
Bersikap baik harus selalu menjadi suatu bentuk ibadah. Menentang godaan, mengampuni, melayani, dan mengasihi sesama merupakan kesempatan demi kesempatan yang kita miliki untuk secara nyata mewujudkan kasih kita kepada Yesus—bukan demi mendapatkan suatu pengakuan atau pujian.
Kapan terakhir kali Anda melakukan “kebaikan” karena Anda mengasihi Yesus? —JMS
Bagi banyak orang, kasih hanya sekadar kata,
Hanya perasaan sesaat dan emosi sepintas;
Tetapi kasih yang menghormati Kristus Tuhan kita
Menanggapi-Nya dengan pengabdian yang mendalam. —Hess
Kasih sejati dinyatakan dalam perbuatan.
Istri saya, Martie, adalah seorang juru masak yang hebat. Bersantai setelah sibuk seharian sambil menikmati masakan lezatnya benar-benar merupakan hal yang menyenangkan. Kadang-kadang setelah makan malam, ia keluar untuk suatu urusan, meninggalkan saya sendirian dengan pilihan antara mengambil remote TV atau membersihkan dapur.
Ketika saya sedang punya niat baik, saya akan menggulung lengan baju, mencuci peralatan makan dalam mesin pencuci piring, dan menyikat semua periuk dan panci—semuanya saya lakukan demi sukacita ketika mendengar ucapan terima kasih dari Martie, yang biasanya mengatakan, “Wah Joe! Kau tak perlu repot-repot membersihkan dapur!” Saya pun berkesempatan untuk berkata, “Aku ingin menunjukkan padamu betapa aku sungguh mengasihimu!”
Ketika Yesus mencela jemaat di Efesus karena mereka telah meninggalkan kasih “yang semula” (Why. 2:4), hal itu disebabkan karena mereka melakukan banyak kebaikan, tetapi dilakukan bukan karena kasih mereka kepada-Nya. Walaupun mereka dipuji atas ketekunan dan kesabaran mereka, tetapi menurut Kristus, mereka melakukan kebaikan yang sia-sia.
Bersikap baik harus selalu menjadi suatu bentuk ibadah. Menentang godaan, mengampuni, melayani, dan mengasihi sesama merupakan kesempatan demi kesempatan yang kita miliki untuk secara nyata mewujudkan kasih kita kepada Yesus—bukan demi mendapatkan suatu pengakuan atau pujian.
Kapan terakhir kali Anda melakukan “kebaikan” karena Anda mengasihi Yesus? —JMS
Bagi banyak orang, kasih hanya sekadar kata,
Hanya perasaan sesaat dan emosi sepintas;
Tetapi kasih yang menghormati Kristus Tuhan kita
Menanggapi-Nya dengan pengabdian yang mendalam. —Hess
Kasih sejati dinyatakan dalam perbuatan.
Monday, April 25, 2011
Tidak Mungkin Nyata? Baca: Lukas 24:1-12
Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. —Lukas 24:11
Pada dekade 1980-an, John Knoll dan saudara laki-lakinya, Thomas, memulai percobaan dengan sebuah program komputer untuk memanipulasi foto. Banyak perusahaan piranti lunak menganggap kedua orang ini gila, karena pada masa itu fotografer tidak menggunakan komputer. Awalnya kedua bersaudara itu menyebut program mereka Display, kemudian Imaginator, dan akhirnya mereka menetapkan nama Photoshop®.
Dewasa ini, Photoshop® digunakan oleh para fotografer amatir di rumah-rumah maupun para profesional dalam bisnis mereka di seluruh dunia. Sebuah artikel dalam surat kabar San Jose Mercury News menunjukkan bagaimana kata itu sudah menjadi kamus orang sehari-hari. Ketika sesuatu kelihatan terlalu indah untuk jadi kenyataan, orang akan berkata, “Itu pasti sudah di-photoshop.”
Pagi hari pada Paskah pertama itu, para perempuan yang membawa rempah-rempah untuk mengurapi tubuh Yesus menemukan kubur-Nya telah kosong dan mendengar para malaikat berkata, “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit!” (Luk. 24:6). Ketika para perempuan itu memberitahukan hal itu kepada para murid, “Perkataan-perkataan mereka seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu” (ay.11). Omong kosong! Tak masuk akal! Tidak mungkin nyata!
Jika ada yang memanipulasi sesuatu, jutaan orang di dunia akan menyatakan hal itu adalah sebuah mitos. Namun, jika Yesus mengalahkan maut, semua yang dikatakan-Nya tentang pengampunan, kuasa perubahan, dan kehidupan kekal itu adalah sesuatu yang nyata.
Karena Kristus telah bangkit dan hidup hari ini, inilah kabar terindah yang memang jadi kenyataan! —DCM
Dari dalam kubur Dia bangkit,
Dengan kemenangan agung kalahkan musuh-Nya;
Dia bangkit sebagai Pemenang dari kegelapan,
Dia hidup selamanya, memerintah bersama umat-Nya. —Lowry
Kebangkitan Kristus adalah suatu fakta sejarah yang
menuntut orang memberi tanggapan dalam iman.
Pada dekade 1980-an, John Knoll dan saudara laki-lakinya, Thomas, memulai percobaan dengan sebuah program komputer untuk memanipulasi foto. Banyak perusahaan piranti lunak menganggap kedua orang ini gila, karena pada masa itu fotografer tidak menggunakan komputer. Awalnya kedua bersaudara itu menyebut program mereka Display, kemudian Imaginator, dan akhirnya mereka menetapkan nama Photoshop®.
Dewasa ini, Photoshop® digunakan oleh para fotografer amatir di rumah-rumah maupun para profesional dalam bisnis mereka di seluruh dunia. Sebuah artikel dalam surat kabar San Jose Mercury News menunjukkan bagaimana kata itu sudah menjadi kamus orang sehari-hari. Ketika sesuatu kelihatan terlalu indah untuk jadi kenyataan, orang akan berkata, “Itu pasti sudah di-photoshop.”
Pagi hari pada Paskah pertama itu, para perempuan yang membawa rempah-rempah untuk mengurapi tubuh Yesus menemukan kubur-Nya telah kosong dan mendengar para malaikat berkata, “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit!” (Luk. 24:6). Ketika para perempuan itu memberitahukan hal itu kepada para murid, “Perkataan-perkataan mereka seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu” (ay.11). Omong kosong! Tak masuk akal! Tidak mungkin nyata!
Jika ada yang memanipulasi sesuatu, jutaan orang di dunia akan menyatakan hal itu adalah sebuah mitos. Namun, jika Yesus mengalahkan maut, semua yang dikatakan-Nya tentang pengampunan, kuasa perubahan, dan kehidupan kekal itu adalah sesuatu yang nyata.
Karena Kristus telah bangkit dan hidup hari ini, inilah kabar terindah yang memang jadi kenyataan! —DCM
Dari dalam kubur Dia bangkit,
Dengan kemenangan agung kalahkan musuh-Nya;
Dia bangkit sebagai Pemenang dari kegelapan,
Dia hidup selamanya, memerintah bersama umat-Nya. —Lowry
Kebangkitan Kristus adalah suatu fakta sejarah yang
menuntut orang memberi tanggapan dalam iman.
Tuesday, April 19, 2011
DOSA ITU MENYAKITKAN - Ibrani 2:10-18
Ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena Ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun Ia menanggung dosa banyak orang. —Yesaya 53:12
Cepat atau lambat kita semua merasakan dampak menyakitkan dari dosa. Kadang-kadang ini disebabkan karena beban dosa kita sendiri dan rasa malu karena telah gagal dengan begitu mengenaskan. Di lain waktu, mungkin beban dosa orang lain yang menekan kita—seseorang telah mengkhianati, menipu, mengabaikan, mengejek, mencurangi, atau membodohi kita.
Pikirkan suatu masa ketika beban rasa bersalah atau rasa sakit itu begitu beratnya sehingga Anda tidak dapat beranjak dari tempat tidur. Sekarang, coba bayangkan beratnya beban dari kombinasi duka yang disebabkan oleh dosa setiap orang terhadap keluarga Anda, gereja Anda, lingkungan Anda. Tambahkan lagi dengan penderitaan oleh dosa yang dialami setiap orang di kota, propinsi, negara Anda, dan seluruh dunia. Sekarang, coba bayangkan akumulasi duka yang disebabkan oleh dosa yang telah terjadi sepanjang abad demi abad sejak penciptaan.
Bukankah tidak mengherankan bahwa beratnya beban dari seluruh dosa ini begitu sangat menekan Yesus pada malam Dia dipanggil untuk menanggungnya? (Mat. 26:36-44). Di hari berikutnya, bahkan Bapa-Nya yang terkasih meninggalkan-Nya. Tidak ada penderitaan lain yang sebanding dengan penderitaan yang dialami Yesus.
Dosa menempatkan Yesus pada ujian yang terbesar. Namun, kasih-Nya memampukan Dia untuk menanggungnya, kekuatan-Nya untuk menopangnya, dan kuasa-Nya untuk mengatasinya. Berkat kematian dan kebangkitan Yesus, kita dapat sangat yakin bahwa dosa tidak akan dan tidak mungkin menang. —JAL
Apakah Allah tak mengenal derita manusia
Yang merusak hidup fana kita?
Tentu tidak, Kristus telah merasakan
Ketika dosa dan maut Dia kalahkan! —D. De Haan
Kubur Kristus yang kosong menjamin kemenangan kita atas dosa dan kematian.
Kata pujian yang lembut mudah diucapkan, tetapi memberikan pengaruh yang luar biasa.
Cepat atau lambat kita semua merasakan dampak menyakitkan dari dosa. Kadang-kadang ini disebabkan karena beban dosa kita sendiri dan rasa malu karena telah gagal dengan begitu mengenaskan. Di lain waktu, mungkin beban dosa orang lain yang menekan kita—seseorang telah mengkhianati, menipu, mengabaikan, mengejek, mencurangi, atau membodohi kita.
Pikirkan suatu masa ketika beban rasa bersalah atau rasa sakit itu begitu beratnya sehingga Anda tidak dapat beranjak dari tempat tidur. Sekarang, coba bayangkan beratnya beban dari kombinasi duka yang disebabkan oleh dosa setiap orang terhadap keluarga Anda, gereja Anda, lingkungan Anda. Tambahkan lagi dengan penderitaan oleh dosa yang dialami setiap orang di kota, propinsi, negara Anda, dan seluruh dunia. Sekarang, coba bayangkan akumulasi duka yang disebabkan oleh dosa yang telah terjadi sepanjang abad demi abad sejak penciptaan.
Bukankah tidak mengherankan bahwa beratnya beban dari seluruh dosa ini begitu sangat menekan Yesus pada malam Dia dipanggil untuk menanggungnya? (Mat. 26:36-44). Di hari berikutnya, bahkan Bapa-Nya yang terkasih meninggalkan-Nya. Tidak ada penderitaan lain yang sebanding dengan penderitaan yang dialami Yesus.
Dosa menempatkan Yesus pada ujian yang terbesar. Namun, kasih-Nya memampukan Dia untuk menanggungnya, kekuatan-Nya untuk menopangnya, dan kuasa-Nya untuk mengatasinya. Berkat kematian dan kebangkitan Yesus, kita dapat sangat yakin bahwa dosa tidak akan dan tidak mungkin menang. —JAL
Apakah Allah tak mengenal derita manusia
Yang merusak hidup fana kita?
Tentu tidak, Kristus telah merasakan
Ketika dosa dan maut Dia kalahkan! —D. De Haan
Kubur Kristus yang kosong menjamin kemenangan kita atas dosa dan kematian.
Kata pujian yang lembut mudah diucapkan, tetapi memberikan pengaruh yang luar biasa.
Monday, April 11, 2011
PUJIAN CUMA-CUMA Baca: Amsal 16:20-28
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 16:24
Di tengah berlangsungnya krisis ekonomi dan maraknya berita tidak menggembirakan, dua mahasiswa di Universitas Purdue memutuskan untuk menghibur orang-orang yang mereka temui di kampus dengan kata-kata yang membangkitkan semangat. Selama dua jam di setiap Rabu sore, Cameron Brown dan Brett Westcott berdiri di jalanan kampus yang ramai sambil memegang papan bertuliskan “Pujian Cuma-Cuma” dan menyatakan pujian pada setiap orang yang lewat. “Aku suka mantel merahmu.” “Sepatu bot saljumu keren.” “Senyummu manis sekali.” Sejumlah mahasiswa berkata bahwa mereka sengaja berjalan melewati “para pemuji gratis” ini di setiap Rabu hanya untuk mendengar sepatah kata menghibur yang mereka ucapkan.
Saya terperangah oleh dua mahasiswa yang memandang orang-orang dengan tujuan untuk memuji mereka, dan bukan mencari kesalahan atau melontarkan kritik. Apakah demikian cara saya, sebagai pengikut Kristus, memandang orang lain setiap hari?
Daripada menjadi seperti orang yang hanya berfokus pada hal yang buruk dan mengeluarkan perkataan bagaikan “api yang menghanguskan” (Ams. 16:27), kita dapat mengambil langkah yang berbeda, dengan menyadari bahwa apa yang kita katakan bersumber dari dalam lubuk hati kita. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (ay.23-24).
Kata-kata menghibur mungkin diberikan cuma-cuma, tetapi tak ternilai harganya dalam membangkitkan semangat. Mengapa tidak kita memberi semangat kepada seseorang hari ini? —DCM
Kuasa kata-kata bisa membangun atau menjatuhkan–
Menciptakan senyum lebar atau menghasilkan kernyit sedih;
Jadi, saat bertemu semua orang setiap harinya,
Pastikan kata-kata kita memberi mereka semangat. —Fitzhugh
Kata pujian yang lembut mudah diucapkan, tetapi memberikan pengaruh yang luar biasa.
Di tengah berlangsungnya krisis ekonomi dan maraknya berita tidak menggembirakan, dua mahasiswa di Universitas Purdue memutuskan untuk menghibur orang-orang yang mereka temui di kampus dengan kata-kata yang membangkitkan semangat. Selama dua jam di setiap Rabu sore, Cameron Brown dan Brett Westcott berdiri di jalanan kampus yang ramai sambil memegang papan bertuliskan “Pujian Cuma-Cuma” dan menyatakan pujian pada setiap orang yang lewat. “Aku suka mantel merahmu.” “Sepatu bot saljumu keren.” “Senyummu manis sekali.” Sejumlah mahasiswa berkata bahwa mereka sengaja berjalan melewati “para pemuji gratis” ini di setiap Rabu hanya untuk mendengar sepatah kata menghibur yang mereka ucapkan.
Saya terperangah oleh dua mahasiswa yang memandang orang-orang dengan tujuan untuk memuji mereka, dan bukan mencari kesalahan atau melontarkan kritik. Apakah demikian cara saya, sebagai pengikut Kristus, memandang orang lain setiap hari?
Daripada menjadi seperti orang yang hanya berfokus pada hal yang buruk dan mengeluarkan perkataan bagaikan “api yang menghanguskan” (Ams. 16:27), kita dapat mengambil langkah yang berbeda, dengan menyadari bahwa apa yang kita katakan bersumber dari dalam lubuk hati kita. “Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan. Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang” (ay.23-24).
Kata-kata menghibur mungkin diberikan cuma-cuma, tetapi tak ternilai harganya dalam membangkitkan semangat. Mengapa tidak kita memberi semangat kepada seseorang hari ini? —DCM
Kuasa kata-kata bisa membangun atau menjatuhkan–
Menciptakan senyum lebar atau menghasilkan kernyit sedih;
Jadi, saat bertemu semua orang setiap harinya,
Pastikan kata-kata kita memberi mereka semangat. —Fitzhugh
Kata pujian yang lembut mudah diucapkan, tetapi memberikan pengaruh yang luar biasa.
Subscribe to:
Posts (Atom)