Wednesday, December 1, 2010

Akses Yang Tidak Terbatas (Baca: Efesus 2: 11 - 22)

Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. —Efesus 2:18

November tahun lalu, terjadi pelanggaran keamanan yang mengejutkan ketika sepasang suami-istri dengan berani menerobos masuk ke Gedung Putih untuk suatu acara makan malam kenegaraan—bahkan berada cukup dekat untuk memotret diri mereka bersama Presiden AS. Biasanya, pemeriksaan latar belakang dan penelitian cermat dari daftar tamu dapat mencegah masuknya tamu yang tidak diundang.

Tidak jarang kita menemui adanya larangan masuk dalam hidup sehari-hari. Ada tanda-tanda peringatan seperti: Khusus Karyawan, Dilarang Masuk, Khusus Kendaraan Pejabat, Dilarang Lewat. Tidak seorang pun di antara kita ingin mendengar pernyataan bahwa kita tidak diterima. Namun, faktanya selalu ada tempat di mana kita akan dilarang masuk. Ini membuat saya mengucap syukur karena Allah tidak menetapkan larangan bagi mereka yang ingin datang kepada-Nya.

Mereka yang datang kepada Allah tidak akan melihat tanda “Dilarang Masuk”. Melalui doa, Allah Bapa memperkenankan kita untuk datang kepada-Nya secara langsung dan tanpa dibatasi. Ini karena anak-Nya, Yesus Kristus, telah membuka jalan bagi semua orang yang menerima-Nya (Ef.2:18). “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat11:28). “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh. 6:37). “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yoh. 7:37).
Begitu kita datang kepada Kristus untuk menerima keselamatan, kita dapat menikmati persekutuan yang tidak terbatas. Pintu kepada-Nya selalu terbuka. —CHK

Doa-doa kita naik ke takhta surga
Tak peduli bentuk apa pun yang kita pakai;
Bapa kita senantiasa mendengarkan milik-Nya
Tak peduli kata-kata apa pun yang kita untai.
—D. De Haan

TAHTA ALLAH SENANTIASA TERBUKA BAGI ANAK-ANAKNYA

No comments:

Post a Comment